Chapter 108: Kemunculan! Okamura Hiiro!

3K 183 40

Di hari itu, karena membaca buku sampai pagi, Hiiro pun sampai lupa tidur. Jadi, Okamura Hiiro memutuskan untuk melewati hari itu dengan tertidur, dan memberitahu bawahannya sebelum memasuki kamar. Sejak Hiiro sampai di Xaos, dia sudah tinggal di penginapan ini.

Walaupun begitu, Hiiro baru sampai di sini satu minggu yang lalu. Sampai sekarang, Hiiro sudah melihat banyak tempat di Demon World, dan pergi berkeliling ke banyak tempat yang menyenangkan dan memberikan pengalaman.

Berbagai macam perkampungan Evilia. Pegunungan dan lautan. Sarang monster yang termasuk wilayah berbahaya. Hiiro sudah mengunjungi banyak tempat dalam enam bulan ini. Tentu saja Hiiro masih belum mendatangi seluruh tempat yang ada. Karena rekan berpetualangnya mengatakan mereka punya urusan di ibukota, Hiiro pun datang ke sini.

Jika melihat masa lalu, Hiiro berpikir kalau dia sudah memutar tanpa istirahat. Karena rekan-rekannya tiba-tiba ingin berburu monster, mereka pun sering menawarkan bantuan untuk menolong orang dan pergi kemanapun mereka ingin. Dan akhirnya Hiro harus mengikuti mereka melakukan hal-hal yang melelahkan.

Tetapi Hiiro tidak merasa bosan. Makanan yang sedap dan buku langka. Tapi berkat tugas yang sulit itu, Hiiro bisa mengalami banyk hal. Terlebih, saat dia membantu mengalahkan monster, levelnya naik dengan sangat drastis. Levelnya cukup tinggi sekarang, sangat berbeda jauh dari saat dia pertama dipanggil ke dunia ini. Dia juga terkejut karena bisa berkembang sejauh ini.

Walaupun Hiiro cukup terganggu karena dipaksa untuk mengikuti mereka, tetapi karena dia sendiri bisa mendapatkan banyak hal, dia tidak bisa menolak permintaan mereka dan membuat dia terus bersama mereka.

Dan akhirnya Hiiro sampai di Xaos. Karena mereka sudah disini, Hiiro sudah meminta izin masuk pada rekan perjalannanya untuk melihat buku yang ada di Basement 5 Grand Fortuna Library, yang butuh izin bangsawan untuk memasukinya.

Karena dia sudah sampai disini karena mengikuti rekannya, seharusnya mereka memberikan izin masuk ke Basement 5 untuk Hiiro seperti rencana awal. Tapi dalam satu minggu ini dia belum menerima kabar dari rekannya. Mungkin saja rekannya sedang mengusahakan itu.

Walaupun masalah ini sudah selesai setengah jalan, Hiiro masih belum menerima kabar dari rekannya yang tidak ada. Hiiro pun berpikir 'Yah, mungkin aku akan membicarakannya setelah mereka kembali'.

Bahkan hari ini, sambil berbaring di kasur, Hiiro masih berpikir apakah akan ada kabar dari mereka. Tetapi, saat dia berusaha tidur, dia mendengar suatu kegaduhan dari luar. Sebenarnya, walaupun dia ada di dalam penginapan, dia masih bisa mendengar suara langkah kaki orang-orang yang sedang berlari. Mereka berlari seakan sedang kabur dari sesuatu.

Tidak, ini sudah tidak bisa disebut kegaduhan. Ini raungan. Suara bangunan yang rubuh dan suara alat pemotong (pedang) yang saling beradu. Suara ledakan dan kegaduhan lain. Rasa kesal Hiiro mulai berkumpul.

(Apa yang terjadi hari ini... apa ada festival?) (Hiiro)

Sambil masih berbaring, rasa kesal Hiiro pun semakin bertumpuk-tumpuk.

(Sialan itu... apa yang dia lakukan?) (Hiiro)

Bersamaan dengan rasa frustasinya yang berkelanjutan, dia ingat kalau sebelum dia tidur dia sudah mewanti-wanti ke salah satu rekannya "Jangan berani-beraninya kau membangunkanku." Walaupun dia sudah menambahkan kata "Kau tahu akibatnya kalau kau membuat keributan, kan?" tapi dia masih ragu apakah rekannya itu mengerti. Hiiro juga ingat kalau mereka langsung melakukan hormat dengan wajah pucat.

Walaupun rekannya itu idiot, selama dia masih bisa patuh pada perintah Hiiro, Hiiro bisa mempercayainya. Tapi sepertinya semua menjadi kegaduhan yang tidak bisa dia kendalikan... atau kelihatannya seperti itu.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!