Chapter 107: Para Pahlawan yang Menghadapi Kenyataan

2.6K 154 53

Err... sepertinya nama panggilan Demon Lord bakal diganti jadi Maou aja '-')a berhubung dengan cara manggil Hiiro kayak gitu ya semua hal yang berkaitan dengan Demon Lord akan diganti menjadi Maou.

Dengan demikian, silahkan menikmati

Chapter 107: Para Pahlawan yang Menghadapi Kenyataan

____________________

"Kita akan mengkhianati Evilia? Apakah itu benar?" (Taishi)

"Ya." (Rudolf)

Yang menjawab pertanyaan Taishi adalah Raja Rudolf. Saat ini hanya ada mereka di sana. Karena sang Raja memberitahu ada hal penting yang harus didiskusikan, para pahlawan pun menuju ruangan Raja. Tetapi mereka diberitahu kalau mereka harus mengkhianati Evilia.

"Jadi apa konferensi itu kebohongan?" (Shinobu)

Akamori Shinobu mengangkat aslisnya saat bertanya.

"Ya. Aku mengirim mata-mata ke Evilia. Tidak salah lagi." (Rudolf)

"Ti-Tidak mungkin... padahal kupikir semua akan berakhir tanpa pertempuran, apa yang Evilia pikirkan!" (Chika)

Yang menunjukkan kemarahannya itu adalah Suzumiya Chika.

"Jadi apakah konferensi akan dibatalkan?" (Shuri)

"Tidak, ini pertama kalinya aku semarah ini. Walaupun mereka terus menerus mengatakan soal perdamaian, pada akhirnya mereka akan memusnahkan kita. Jika terus seperti ini, mereka yang sudah berkorban tidak akan bisa beristirahat dengan tenang." (Rudolf)

Saat melihatnya mengatakan itu dengan ekspresi pahit, keempat pahlawan pun merasa simpati.

"Konferensi tidak akan dibatalkan. Tetapi, aku berpikir untuk mengunakan konferensi itu agar mereka menunjukkan diri mereka." (Rudolf)

"A-Apa yang sudah direncanakan?" (Shinobu)

"Jika mereka ingin meremehkan aliansi, maka kita akan menunjukkan kekuatan aliansi." (Rudolf)

"... mungkinkah!" (Shinobu)

Saat mengetahui maksudnya, Shinobu tersentak.

"Kita akan beraliansi dengan Gabranth. Lalu saat konferensi berjalan, kita akan melancarkan serangan dadakan pada Evilia agar mereka tidak bisa merencanakan hal konyol lain." (Rudolf)

Keempatnya terkejut saat mereka mendengar tentang aliansi dengan Gabranth, yang posisinya seperti Evilia sama-sama berseteru. Tapi Taishi juga merasa kalau musuh mereka bukanlah musuh yang dapat dikalahkan hanya dengan sendiri.

"Beberapa hari sebelum konferensi, aku akan memerintahkan kalian untuk menjalankan sebuah misi." (Rudolf)

"Sebuah... misi?" (Taishi)

Tasihi bertanya dengan curiga.

Berdasarkan apa yang Rudolf katakan, dia ingin mereka berempat, bersama tentara divisi kedua yang dipimpin oleh Vale menuju Evilia beberapa hari sebelum konferensi. Disana mereka akan bertemu dengan Tentara Nasional Gabranth, dan bersama-sama menuju Xaos.

Tetapi ada sebuah masalah dengan rencana itu. Taishi dan yang lain mendengar kalau ada penjaga Evilia yang menjaga jembatan itu. Dari apa yang mereka dengar, penjaga itu tidak akan memperbolehkan orang lain lewat dengan mudah.

Saat mereka menanyakannya, Rudolf memberitahu kalau itu bukanlah masalah besar. Sepertinya Evilia yang menjaga jembatan, yang dikenal sebagai Iraora, itu adalah kawan. Sepertinya Iraora menentang Maou, dan karena itu, dia akan senang hati kalau Maou bisa dikalahkan.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!