Chapter 106: Dimulainya Perang

2.2K 152 15

Pada saat yang sama, situasi yang aneh terjadi di Xaos. Kelompok berzirah menyerang kota dan mulai merapal mantra di sana sini. Karena banyak bangunan yang hancur karena serangan ini, orang-orang berlarian mencoba untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing ditengah kekacauan yang diakibatkan oleh serangan mendadak ini.

Tak perlu dikatakan kalau prajurit yang bertugas melindungi kota berusaha menghalau serangan, tapi perbedaan kekuatan dan jumlahnya sangat tinggi. Dan diatas semua itu-

"A-Apa yang sebenarnya terjadi?!" (Prajurit A)

"Mereka sangat banyak! Dari mana mereka datang?!" (Prajurit B)

Para prajurit kebingungan. Yang menyerang mereka pastilah pasukan yang dikomandoi oleh pemimpin yang hebat. Dan diantara mereka yang menyerang ada sosok Gabranth.

Karena jembatan antara Gabranth dan Evilia sudah dihancurkan oleh Demon Lord, seharusnya mereka tidak bisa masuk ke wilayah Evilia. Tetapi jika ada orang kuat diantara mereka, mereka mungkin bisa saja melakukannya.

Hanya saja mereka ada sebanyak ini, seakan semua prajurit mereka menyerang, atau seperti itulah yang Evilia lihat karena mereka menganggap ini semua mustahil. Semua prajurit kebingungan, tidak bisa dipercaya mereka bisa mencapai wilayah Evilia.

Xaos ini adalah kota dimana semua desa ras terdekat disatukan. Dibandingkan dengan negara lain, ibukota ini cukup besar. Kota ini tersebar merata dengan kastil Demon Lord ditengah. Kota ini dibagi menjadi lima bagian: distrik barat, selatan, timur, utara, dan pusat. Setiap distrik adalah beberapa desa yang dibangun oleh ras Evilia.

Dan saat ini di distrik barat, yang disebut『Hanetsuki/Feathered One』, yang terjadi adalah-

note: Hanetsuki (羽根付き)/Feathered One (eng)/Yang Berbulu(?) atau ada saran?

"Sekarang, matilah kaliannya!" (???)

note: -nya (aksen kucing) :3

Seseorang yang seperti bentuk manusia dari macan kumbang memancarkan cahaya dari matanya saat melihat ke arah musuhnya seakan membuat mereka untuk bertobat. Senyuman mereka dipenuhi oleh kengerian, dan membuat siapapun takut.

"Oi oi, Crouch. Sisakan bagianku, oke?" (??? #2)

Yang memanggil macan kumbang itu "Crouch" tak lain adalah Putra Mahkota Kedua dari Passion, Lenion King, yang memasang senyum biadab saat melihat Evilia.

"Okenya. Jadi bagaimana dengan setengah merekanya?" (Crouch)

"Tidak, 7:3 dan aku yang 7." (Lenion)

"Muu... Lenion-sama tidak adilnya. Aku juga ingin membunuh merekanya." (Crouch)

Crouch terlihat seperti sedang merajuk. Walaupun penampilannya tergolong imut untuk seorang gadis biasa, tetapi Crouch malah lebih menyeramkan.

"A~A~A, aku mengerti, aku mengerti. Jadi bagaimana kalau kita membuat permainan: siapa yang bisa membunuh paling banyak?" (Lenion)

"Hunya! Aku maunya!" (Crouch)

Setelah mengatakan itu, mereka melepaskan perasaan haus darah mereka kepada para prajuit yang hanya melihat mereka dengan membatu. Semua prajurit itu pun menjadi gemetaran karena mereka merasa seperti ada dihadapan pintu kematian.

____________________

Disisi lain, di distrik timur, ada banyak monster yang mengamuk. Ini adalah buatan Crouch. Saat para Gabranth pertama menyerang, Crouch memunculkan banyak monster dari bayangan. Saat ini, pasukan disini sedang bertarung dengan pion-pion monster.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!