Chapter 105: Dimulainya Pengkhianatan

2.4K 150 51

Err... sebelum kalian membaca chapter baru ini, saya mau menjelaskan sebuah hal dan bertanya pada para pembaca.

Konjiki no Wordmaster adalah sebuah web novel yang ditulis oleh Tomoto Sui pada tahun 2013 - 2016. Seri Light Novel dengan judul yang sama diterbitkan dibawah naungan penerbit Fujimi Shobo pada pertengahan 2014 dan sampai terbitan terakhir pada tahun 2016 sudah ada 9 jilid + 2 kompilasi cerita. 

Perbedaan utama antara kedua versi, LN dan WN, adalah jalan cerita yang ada. Jika di versi WN jalan cerita banyak melompat dan terjadi flashback, maka di versi LN, juga manga, semua flashback itu diurutkan ceritanya menjadi satu alur maju. 

Nah pertanyaannya, kalian tertarik ke versi yang mana? Web Novel atau Light Novel? Kalau kalian memilih Light Novel, maka penerjemahan ini akan di suspend (ingat! Suspend) dan akan mengulang penerjemahan versi LN dari awal (karena baru tersedia versi RAW, maka mungkin penerjemahan akan berjalan lebih lama). Kalau kalian memilih versi Web Novel, maka projek ini akan diteruskan dan mungkin saja di masa depan versi LN akan diterjemahkan juga.

Ah iya, gambar ilustrasi yang dipakai di sini juga semua berasal dari versi LN.

Dengan demikian, silahkan membaca.

Chapter 105: Dimulainya Pengkhianatan

____________________

Jembatan Mütich; jembatan yang menghubungkan wilayah Humas dan Evilia. Biasanya ada Evilia yang menjaganya supaya tidak ada Humas yang bisa menyebrang atau menghancurkannya.

Saat ini, saat konferensi sedang berlangsung, jembatan ini dijaga oleh Rank 5: Schublarz dan Rank 6: Greyald dari Cruel Brigade, dan seseorang bernama Iraora. Awalnya dia adalah angota Cruel Brigade, dan akhirnya dia ditugaskan untuk menjaga jembatan karena kekuatannya.

"Haa, mereka mungkin sedang berdiskusi sekarang... hey, nee-san, bukankah ini membosankan?" (Greyald)

Orang dengan kulit gelap, Greyald, sedang berbaring di jembatan sambil melihat langit denan bosannya. Schublarz, berjalan menujunya dengan dadanya yang luar biasa besarnya bergoyang. 

note: XD

"Mou, bagaimana kalu kau serius sekali ini?" (Shublarz)

Schublarz melihat ke arah Greyald dengan kesal seakan dia sedang memarahi anaknya, tapi orang yang dimarahinya hanya menyeringai.

"Ooh, pemandangan ini sangat indah. Nee-san, tolong tetaplah berdiri di sana dan goyangkan badan bo-buu-!" (Greyald)

Greyald terbungkam oleh Schublarz karena wajahnya diinjak.

"Kau benar-benar masih bocah ya. Terlalu cepat untukmu jika kau tertarik pada orang dewasa." (Shublarz)

"Aku tidak terlihat seperti itu tapi aku sudah berumur 100 tahun!" (Greyald)

Greyald berteriak sambil mengelus wajahnya yang penuh air mata, tapi Schublarz menghiraukannya dan melihat wilayah Humas dari jauh. Pandangannya pun terfokus pada keempat pahlawan.

(Hmm... jadi mereka adalah para pahlawan. Ya ampun, ada yang tampan!)

Sambil tersenyum bergairah sambil berkedip menggoda ke arah Aoyama Taishi. Tetapi tidak ada reaksi darinya. Dia hanya berdiri disana dan menatap balik dengan pandangan biasa.

(Sangat membosankan... dia seperti boneka.) (Shublarz)

Saat dia memikirkan itu, Iraora mendekat.

"Oh, Iraora. Bukankah kau harusnya ada di tengah jembatan?" Shublarz)

"Itu benar. Tinggalkan tempat ini pada kami dan cepatlah pergi ke tengah jembatan. Jangan buat aku mengatakan hal membosankan itu tiap saat." (Greyald)

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!