Chapter 19: Just Missunderstanding

2.3K 130 13

Wang So memandang anak perempuan cantik yang sedang dituntun Jung. Ia kaget melihat kemiripan anak perempuan itu dengan wanita yang sangat ia cintai.

"Siapa dia?" tanya So pada Jung.

"Dia adalah anak saya, Peha."

Wang So mengernyitkan dahi memperhatikan anak itu dari ujung kaki ke ujung kepala. Otaknya berpikir cepat. Dia menanyakan usia anak dihadapannya dan kepalanya sibuk menghitung waktu untuk memikirkan kapan anak tersebut lahir.

Anak perempuan itu bersembunyi di balik kaki Jung sambil memandang takut pada Wang So. Wang So yang semula memperlihatkan tatapan sinis perlahan melembutkan pandangannya. 'Mungkinkah anak ini anak Hae Soo? Apakah anak Hae Soo dan Jung? Jadi selama ini mereka memang tinggal dalam satu atap yang sama bahkan di kamar yang sama?' Pikiran-pikiran Wang So berkelebat dalam kepalanya.

"Wang Jung, terima titah. Aku membebaskan kamu dari hukuman dan kamu bebas untuk datang ke istana."

Jung berlutut menerima titah, "Terimakasih Peha."

"Ajak dia bersamamu ketika kamu datang ke istana." Ujar Wang So lagi kali ini bukan sebagai seorang raja pada bawahan tapi lebih seperti seorang Hyung kepada saudaranya.

Sebelum beranjak dari tempatnya Wang So melirik lagi anak perempuan tersebut yang masih memandang takut padanya.

"Siapa nama anak itu?"

"Seol."

"Apakah dia anak . . ." Wang So belum sempat melanjutkan kata-katanya.

"Dia anakku dan Hae Soo." Jawab Jung mantap.

Joon So terbangun dari tidur lelapnya. Keringat membasahi hampir seluruh badan. Suara halilintar terdengar begitu keras memecah keheningan malam. Joon So segera bangkit dari tempat tidur dan menyambar kunci mobil yang berada tak jauh dari posisinya. Ia bisa merasakan air hujan membasahi tubuhnya, dingin. Namun Joon So tidak menghiraukan itu semua. Bahkan ia tidak memakai alas kaki dan memilih untuk segera menyalakan mesin mobil. Hanya satu yang ada dalam pikirannya, Ha Jin.

Joon So memarkirkan sembarang mobilnya. Ia segera berlari menuju apartemen Ha Jin, tak peduli tubuhnya basah kuyup dan kakinya sakit karena lecet. Berkali-kali ia tekan bel apartemen Ha Jin karena tidak sabar untuk segera masuk.

Selang beberapa saat Ha Jin membuka pintu dengan wajah keheranan. "Apa yang ter . . .ja . ."

"Jelaskan padaku tentang Seol." Joon So mencoba mencari penjelasan dengan cepat. Ha Jin kaget dan hampir jatuh karena hilang keseimbangan.

@ @ @

Hujan masih deras diluar sana masih ditemani petir yang menyambar. Joon So memandang lekat Ha Jin menunggu jawaban. Ha Jin memasang ekspresi yang sulit diterjemahkan. Ia sibuk mengusap rambut Joon So dengan handuk yang baru saja ia ambil. Ha Jin lalu memandang Joon So dengan tatapan sendu.

"Aku tidak pernah tahu Hae Soo pernah mengkhianatiku." Ujar Joon So dengan tatapan tajam pernuh selidik.

Ha Jin mengernyitkan matanya tanda tidak setuju. "Maksudmu?" Ha Jin balik bertanya dan menghentikan mengusap rambut Joon So.

"Seol jelaskan padaku tentang anak perempuan yang sangat mirip denganmu itu. "

Ha Jin berkaca-kaca mengingat Seol, putri kecilnya yang tidak bisa ia lihat pertumbuhannya. Bayi kecil nan mungil yang ia tinggalkan ketika masih lemah. "Apakah kamu bertemu dengan anak itu? Apakah dia tumbuh dengan baik? Dia tidak sakit?" Ha Jin memborbardir Joon So dengan pertanyaan.

Moon Lovers Scarlet Heart Ryeo (Seoul) Season 2 (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang