07. Batal Move On

6.9K 1.4K 115

Seongwoo masih belum bisa mengalihkan biji matanya pada refleksi seorang gadis jangkung berambut hitam lurus di hadapannya. Ini seriusan dia ngeliat Junghwa? Seongwoo yakin presentase kesadarannya udah nyampe 100%. Di mana dalam kondisi itu, udah hampir engga mungkin kalau sampe kebawa halusinasi.


Jadi ada kemungkinan yang di depan dia sekarang ini beneran Junghwa.

"Dijawab atuh salamnya..." celetuk Junghwa.

"Ehh, waalaikum salam." Seongwoo setengah gelagapan menjawab salamnya.

"Mamamu yang nyuruh aku ke sini..." ucap Junghwa disertai dengan senyuman yang membuat pipinya terangkat dan membulat. Imut banget, bikin Seongwoo ambyar.


Sebenernya ini salah Seongwoo yang engga ngasih tau mamanya kalo mereka udah putus sejak sebulan yang lalu. Bukannya apa-apa sih. Mamanya kan emang jarang di rumah dan lebih fokus ke kerjaan. Jadi Seongwoonya mikir kaya enggak penting aja ngasih tau kalau dia udah putus sama Junghwa.

"Sori ya... aku belum sempet bilang ke mama kalo kita udah putus." Seongwoo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Eh? Masa mau bantuin mama kamu masak harus masih jadian dulu sih? Mana mama kamu, ada?" Junghwa coba menelongok ke dalam.

"Oh iya lupa, masuk dulu gih. Mama di dapur." Seongwoo mempersilakan. Junghwa pun mengekori langkah Seongwoo yang nuntun dia jalan ke dapur.


"Tante... maaf lama. Tadi grabnya penuh, jadi harus nunggu." sapaan Junghwa yang langsung membuat Nyonya Ong berhenti berkutat dengan kesibukannya.

"Wah, Junghwa... Udah lama engga ketemu jadi makin cantik." kebetulan perkedel yang digoreng sama Mama Ong baru aja diangkat dari wajan. Jadi perempuan itu bisa menyambut Junghwa sambil ngelus rambut lurusnya.

"Hehehe, makasih. Tante gimana? Sehat, kan?" Junghwa bertanya balik dan dibalas anggukan oleh mamanya Seongwoo.

"Junghwa bantu natain makanan ke piring ya, Te?" Junghwa dengan takzim menawarkan bantuan. Segera cewek itu tandang ke dapur.


Seongwoo yang liat keakraban Junghwa dan mamanya cuma bisa bergeming. Puyeng dia mikir cara ngasih tau mamanya nanti. Kenyataan kalau Seongwoo dan Junghwa udah putus.


Untungnya sih biar pun udah memutuskan jalan masing-masing, Seongwoo dan Junghwa ngga saling musuhan.


Faktor putusnya mereka sebenernya engga jelas. Anak-anak listrik juga pada heran gimana bisa Seongwoo ngelepas bidadari macem Junghwa. Biarlah hanya mereka berdua yang tahu alasannya.


*


Di indomaret, Jiwoo lagi sibuk memilih lays rasa rumput laut atau salmon teriyaki yang harus dia beli.

"Kak Daniel suka yang mana?" tanya Jiwoo ke cowok yang lagi bawa keranjang belanja di belakangnya.

"Enakan juga pringles dek..." jawab Daniel.


Hm, ya udah deh. Ambil pringles aja." Jiwoo pun memutuskan untuk menuruti selera Daniel.

"Kak... Mumpung lagi bareng, aku mau ngomong. Ya biarpun tempatnya engga kondusif sih." celetuk Jiwoo setelah ia meletakkan pringles ke keranjang belanja. Ucapan Jiwoo terdengar creengy di kuping Daniel. Nadanya serius, ngga kaya Jiwoo biasanya.

"Kak Daniel selama ini baik ke Jiwoo karena punya empati bukan?"


Bener firasat Daniel, konversasi mereka bakal jadi tegang setelah ini.

"Kakak sayang sama dek Jiwoo..." tanpa pikir panjang, Daniel langsung jujur dengan apa yang hatinya rasakan. Percuma juga nutup-nutupin, semuanya udah kelewat jelas.


"Maaf ya kak kalau selama ini Jiwoonya kurang peka atau gimana. Tapi sekarang Jiwoo udah kelas tiga. Jiwoo belum bisa ngasih kepastian atas kebaikan kak Daniel selama ini." Jiwoo ngomong sambil agak gemetar. Sebenernya dia setengah sungkan ngomong kaya gini. Tapi daripada lama-lama ngegantungin Daniel, malah ga baik juga.


Jujur, Daniel kaget pas denger Jiwoo tiba-tiba ngomong begitu. Dia juga bingung harus nimpalin pake ujaran apa. Akhirnya dia cuma bisa senyum, tangannya ngelus kepala Jiwoo pelan.

"Bisa liat dek Jiwoo aja, udah bikin kakak seneng kok..."


Jiwoo pun mendongak untuk menatap paras Daniel. "Maafin aku kak..."

"Kok minta maaf sih dek? Udah, pokoknya jangan nganggep kakak baik ke adek karena pengen adek cepet bales perasaan kakak. Kakak cuma pengen bikin adek seneng kok..."

Oh Little Girl • kang daniel [✔]Baca cerita ini secara GRATIS!