EQUALIZATION (Forest of illusion)

66 14 7

          Putaran waktu sangat cepat berlalu. Detaknya berlangsung sangat cepat. Raimund dan Ivanka menapaki hamparan daun kuning yang rapuh diikuti kewaspadaan ketat dalam pikirannya. Di belakang tak jauh dari mereka berdua, Asta menitik-beratkan pandangan ke sekitarnya. Suara gemerisik hewan kecil yang liar saling sahut menyahut dengan teratur, hingga tumbuhan ikut mendayu begitu hebatnya.

          Mentari menyelinap memasuki celah pohon-pohon raksasa yang rimbun. Serangga seperti nyamuk selalu berusaha menyentuh kulit halus mereka. Desah nafas mereka bertambah berat yang disebabkan jalan mereka terus menanjak.

           Terik matahari tidak lagi menghangatkan tubuh mereka melainkan membuat keringat mereka mengalir deras dan membasahi tubuh mereka. Beberapa waktu kemudian, sebuah Asap ilusi menghadang jalan mereka. Ilusi yang membuat mereka melayang dalam masa kanak-kanak mereka. Ilusi terkutuk atas kenangan dimasa lalu yang begitu mereka benci. Ilusi yang memaksa mereka memasuki dunia bayang-bayang dalam sekejap mata.

"Tempat apa ini? Di mana mereka berdua?" bisik Raimund terheran dalam hati.

Raimund berjalan dan melihat-lihat tempatnya berada dan dia menemukan 2 orang anak kecil yang tengah berlarian.

"Siapa mereka? Dan kenapa tiba-tiba anak laki-laki yang satu itu menangis?" dengan rasa penasaran dia mendekati anak kecil tersebut. Dan hampir saja dia mendekat, dia tersentak dan berubah histeris.

"TIIIIIDDAAAAKKKKKKK! Tidak mungkin! BUKAN! bukan aku yang membunuh adikku! Aku tidak membunuh adikku ! Margarita.... AAAAARRRRRGGGGHHHHHH," Raimund pun segera berlari dari tempat anak kecil itu berada.

"Raimund ! Raimund bangunlah ! hei ! Raimund !!" teriak Asta mengoyak-oyakkan tubuh Raimund yang tengah terlelap dalam Asap ilusi.

*heuggh

Raimund langsung terkagetkan "Ada apa denganku?" tanyanya yang setengah sadar.

"Raimund kau terkena Asap ilusi sejak tadi. Tapi untunglah keadaanmu tidak terlalu parah," jelas Asta.

"Apapun kejadian yang kau lihat dalam ilusi itu abaikanlah ! dan mulai sekarang kita harus lebih berhati-hati, Kupikir kita sudah mulai masuk ke hutan ilusi," ucap Ivanka terpotong.

*sreeekkkk *sreeekkk

“Merapat ! ada yang mendekat,” lontar Asta,“Jangan bersembunyi ! cepat lah tunjukkan batang hidung mu!” lanjut Asta dengan nada tinggi.

“Waw, tenang nona ! tengoklah ke atas !” ucap seseorang.

“(Suara ini seperti pernah dengar *pikirnya-menengok) K-kau.. klone!” seru Asta terkejut.

“Kau mengenalnya ?” bisik Ivanka.

“Dia salah satu orang yang berhasil melarikan diri dari penjara dream sleep beberapa tahun lalu dan dia juga salah satu pemberontak pada 10 tahun silam.” Kata Asta menahan emosi.

“Tepat sekali, bahkan aku lah yang dahulu memimpin salah satu kelompok pemberontak dari demon ilusi dan juga...”ucapnya terhenti.

“Germa-gran (panggilan untuk saudara yang lebih tua) Kenapa kau di sini? Bukankah ayah menyuruhmu ke Negeri alyas?”tanya seseorang yang tiba-tiba saja datang.

“Seharunya aku yang bertanya germana (panggilan untuk adik perempuan), sedang apa kau di sini? Kenapa kau bersama mereka??”tanya balik Klone yang masih terkejut atas keberadaan adiknya.

“Tunggu sebentar', kau siapa? Aku saja tak mengenalmu.. wahh jangan-jangan kau penguntit ya!?”kata Asta menekan nada suaranya.

“A-aku.. A-anuu.. I-itu...mmm...”ucap gadis dengan rambut berwana coklat itu terbata-bata.

“Anu itu apa sih? Bicara yang jelas dong!!” Seru Asta mulai emosi.

“Apa-apaan kau! Jangan bicara kasar pada adikku!”*pyaaaass timpal Klone seraya menarik adiknya.

Sebetulnya apa yang sedang terjadi?”gumam Raimund pelan dan mengabaikan pembicaraan yang tengah berlangsung.

“Eh- cewek aneh! Jawab pertanyaan ku ! Sejak kapan kau menguntit kami hah!?”teriak Asta dan menunjuk-nunjuk ke arah gadis berambut coklat tadi.

“Cukup Asta! Dia itu Engre Putri Tuan Endore poces dan aku yang menyuruhnya untuk ikut diam-diam dengan kita,” kata Ivanka yang mencoba menjelaskan, “Lagipula selagi dia sedang libur akademy tidak apa-apa aku mengajaknya dan aku juga sudah dapat izin dari dovas Anas sebagai kepala asrama.”

         Sekejap langit menjadi gelap dan angin bergemuruh. Daun yang berserakan terangkat lalu melingkar-lingkar di udara seakan membuat puting beliung. Lalu pusarannya menjadi hitam kelam dan mencoba mendekati Asta, kemudian..

“Aaaaakkkkkkk.... Vankaaaa.......”
*buburrrrbbb

*klaaappp

     Astaaa sempat teriak memekik sebelum seluruh tubuhnya di telan pusaran hitam dan setelah itu menghilang entah kemana.

“Astaaa !?”Teriak Ivanka dan Raimund.

“Hei-hei para bocah.. sedang apa kalian main di hutan seperti ini?” Suaranya terdengar serak dan berat bersamaan dengan logat nya sedikit berandal, “kenapa kau tak langsung menghabisi mereka klone? Sebegitu payahnya kau sampai tak bisa mengeluarkan kekuatanmu? Jawablah dasar Bodoh!!”sentaknya membuat suasana berubah drastis dan mengundang sesuatu yang kerap menerkam.

“Bu-bukan seperti itu Tuan, tapi... (”ah-tidak, aku tak bisa melibatkan adikku! Bisa-bisa dia menyandera adikku, tidak boleh!”Pikirnya begulat.) ah, tidak tuan.. maksudku baru saja aku akan menyerang mereka.”balas klone berlutut.

“Apa aku juga harus turun tangan?”ucap seseorang yang mengenakan kaos putih.

“Ya, kurasa klone butuh bantuanmu rey.”tunjuknya.

“Baik tuan.” jawab sigap si kaos putih.

“kalian bertiga juga bantulah klone, aku akan kembali ke kastil untuk mengurus hal lain.”ucapnya kembali.

“Ya tuan.”jawab beberapa orang yang sejak tadi tengah makan roti.

*craashhh ....      *klaaappp...

          Awan yang tadi hitam sekarang kembali cerah. Namun, sejak tadi waktu seolah berhenti ketika seseorang yang klone panggil dengan sebutan tuan hadir dan ternyata dugaannya memang benar, bukan tuan nya yang datang akan tetapi klone lah yang dipanggil ke depan kastil anglend menggunakan teleport. ya, memang di Andlasia hanya ada 3 orang yang mampu menggunakan teleport. Mereka ialah Dovas greta, Putri eniyar dan sudah pasti dia, seseorang yang lebih senang menutup dirinya.

“Germana cepatlah kembali ke pilis academy jika kau tidak mau terluka!” Seru klone dengan keras.

“Tidak akan!”timpal Engre gerang.

“Ah, apa boleh buat.. *syaahhhh menyingkirlah kau idiot!” Klone mengeluarkan sebuah tali ilusi yang bisa disebut ‘Ropeil’. Ropeil merupakan semacam alat pengirim seseorang. dengan menggunakan ropeil klone berniat mengirim  Engre ke Pilis Academy. Akan tetapi, karena kekuatan klone yang belum sembuh total. klone hanya bisa mengirim Engre hanya melewati 2 gerbang batas wilayah...

Tunggu chap selanjutnya

jangan sampai ga baca yaaaa ^^

ada pertarungan antara IVANKA-RAIMUND-ASTA dan yaaa sekelompok 'PETARUNG ILUSI'

yang dikenal dengan nama "FIVE YONDERI"

TERIMA KASIH banyak karena telah mampir dan membaca nya!

BALTA PERLAS ANDLASIA (PERMATA PUTIH DARI ANDLASIA)Baca cerita ini secara GRATIS!