Chapter 18: I Will Help You to Forget a Painful Memory

1.6K 111 5

                Joon so menutup muka dengan kedua tangan. Ia menghembuskan nafas berusaha melepaskan beban berat yang sedang ditanggungnya. Hyuk berdiri di samping Joon So tanpa bisa melakukan apapun. Ia hanya mematung. Baru saja seorang laki-laki keluar dari ruangan Joon So. Laki-laki itu adalah mantan asisten dari istri Presdir Joo. Susah payah Hyuk mencarinya dan menemukan dia sedang berada di Siangapura. Dengan segala cara Hyuk membujuk setengah memaksa pria itu agar datang ke Korea.

Pria itu akhirnya mengakui di hadapan Joon So jika dia yang mengatur kepergian Joon So ke Amerika. Berulang kali ia berkata jika semua itu hanya perintah 'Nyonya' bukan 'Tuan'. Itu artinya perkataan Presdir Joo benar. Selama ini bukan dia yang telah berlaku kejam pada dirinya dan sang ibu melainkan Park Ji Young. Joon So lama tertunduk begitu mengetahui kenyataan. Hyuk yang berada disampingnya bingung bersikap, dia hanya menikmati hening dalam ruangan Hyung-nya itu.

Telepon ruangan Joon So berdering. Dari lantai bawah menginformasikan ada seseorang yang memaksa untuk datang ke ruangannya.

"Siapa?"

"Dia bilang Presdir Joo dari GP Grup." Jawab Resepsionis.

DEG, ada getaran di dada Joon So. Ia menarik nafas sebentar sebelum berkata, "Biarkan dia naik."

Tidak lebih dari 15 menit Presdir Joo sudah tiba di ruangan Joon So. Ia tidak sendiri, ia membawa istrinya Park Ji Young. Begitu sampai di hadapan Joon So, Presdir Joo langsung menarik tangan istrinya hingga terjerembab ke lantai. Joon So kaget dan berdiri dari kursinya.

"Katakan yang sebenarnya!" bentak Presdir Joo pada istrinya.

"Maafkan aku Joon So-ya, itu semua aku yang lakukan. Aku hanya takut kamu dan ibumu merebut posisi ku. " Ratapnya sambil berlutut dan menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.

Mata Joon So memanas. Dia ingin sekali memukul wanita di hadapannya tapi Joon So bertahan dan hanya mengepalkan tangannya.

"Aku menyesalinya, Miyanhae." Katanya lagi dengan air mata bercucuran.

Joon So memilih membelakangi Presdir Joo dan istrinya. Air mata Joon So juga mengalir, ia kesal dan marah dengan semua kenyataan ini.

"Pergi, jangan biarkan aku melihatmu lagi." Ujar Joon So dengan suara tinggi. Presdir Joo yang hendak mengutarakan sesuatu mengurungkan niatnya dan memilih menarik sang istri keluar dari ruangan itu. Joon So masih mematung di tempatnya. Hyuk memilih keluar dan mengikuti Presdir Joo.

@ @ @

"Akan pergi kemana kita?" tanya Ha Jin pada Joon So di sampingnya.

"Aku akan memperkenalkan mu pada seseorang yang sangat spesial."

"Siapa?"

"Sudah ikuti saja GPS nya." Kata Joon So sambil membenarkan posisi duduknya.

Ha Jin menawarkan diri untuk menjadi pengemudi karena melihat wajah Joon So yang pucat. Dari penuturan Hyuk, ia berkata bahwa Hyung-nya sedang mengalami masa sulit seminggu ini, walau Hyuk tidak menceritakan secara detail, ia berpesan agar Ha Jin mau menjaganya dan memberikan Joon So semangat.

Ha Jin cukup kaget ketika memarkirkan mobilnya. Sebuah tempat persemayaman abu orang yang meninggal. Ha Jin melihat bajunya yang berwarna terang. Ia bingung harus mengganti dengan apa. Joon So mengerti kekhawatiran Ha Jin, ia segera mengambil tas kertas di belakang kursinya dan menyodorkan pada Ha Jin. "Ganti saja coat­ nya." Ha Jin melihat isi tas kertas dengan tulisan merk terkenal. Ha Jin bisa melihat ada sebuah coat hitam disana. Ha Jin segera melepas coat yang dipakainya dan menggantinya dengan pemberian Joon So. Joon So keluar terlebih dahulu, ia mengeluarkan bunga di bagasi mobil.

Moon Lovers Scarlet Heart Ryeo (Seoul) Season 2 (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang