Fourteen

8.3K 338 24


Fienna melihat Alfredo di depannya samar-samar. Ia tidak yakin apakah itu nyata atau ia hanya berhalusinasi. Ia melihat Alfredo sedang menari dengan seorang wanita.

"Apakah itu nyata?" Tanya Fienna dalam hati.

**********

Fienna mengerjapkan matanya beberapa kali. Namun di matanya, sekelilingnya tetap buram. Fienna mencoba mendekati Alfredo. Fienna menarik baju Alfredo. Alfredo tampak terkejut, tetapi kemudian dia tersenyum jahat.

Alarm di dalam diri Fienna berteriak, "Itu bukan Alfredo! Alfredo tidak pernah seperti itu."

Ketika Fienna menyadari orang yang ada di depannya bukanlah Alfredo, kakinya melangkah mundur menjauhi orang itu. Tetapi orang asing itu tampak mendekat. Orang itu mendekati Fienna hingga tanpa sadar Fienna sudah melangkah mundur hingga ke sudut dance floor dan tidak bisa mundur lagi.

"Stay away!" Pekik Fienna sambil berusaha mendorong orang itu menjauhi.

Lelaki asing itu tertawa sinis dan mencoba mencium Fienna. Fienna meronta hebat, ia tidak mau dirinya dikotori orang seperti itu. Fienna menendang ke segala arah dengan brutal dan berlari secepatnya keluar dari klub itu.

Fienna berlari dengan sempoyongan karena efek dari segelas vodka yang membuat kepalanya pusing hebat. Ketika berlari tak jarang Fienna menabrak orang yang memenuhi klub itu. Fienna hanya mampu bergumam pelan,"Maaf."
Kemudian terus berlari. . .

Disamping kepalanya yang terasa pusing, badan Fienna juga menggigil karena perasaan takut yang menyergapnya karena kejadian barusan. Kali ini, Fienna kembali menabrak orang lain. Dia menabrak dada seorang cowok tegap. Saat Fienna meminta maaf dan ingin melanjutkan larinya, cowok itu memegang lengan Fienna dengan lembut.

Fienna ingin menepis tangan itu tetapi wangi parfum yang terasa familiar tercium di hidungnya. Parfum ini adalah parfum yang selalu digunakan orang yang selama ini Fienna cari. Di alam bawah sadar Fienna, dia sadar parfum itu mungkin saja dipakai orang lain. Tetapi Fienna tetap tidak bergeming di tempat.

"Fienna. ." Bisik cowok itu tepat di telinga Fienna.

"Suara ini. . . Suara ALFREDO!" Jerit batin Fienna.

Fienna berharap ia tidak berhalusinasi seperti tadi yang akhirnya membawa dia pada masalah. Fienna mengikuti kata hatinya dan memeluk cowok itu. Cowok itu balas memeluk Fienna. Kali ini, Fienna yakin dia tidak salah orang karena jantungnya berdebar-debar. Jantungnya hanya berdebar-debar saat bersama Alfredo. Lagipula tidak mungkin ada orang yang memiliki wangi parfum, suara, pelukan, dan rasa yang sama seperti Alfredo.

Fienna memberanikan diri memanggil nama Alfredo,"Alfredo. ."

"Fi, lo bisa denger suara gue?" Tanya Alfredo.

Fienna mengangguk dan mulai menangis. Ia tidak menangis sedih, tetapi ia menangis bahagia karena akhirnya Alfredo nyata ada di depannya dan memeluknya. Lalu Fienna merilekskan badannya dan bersandar sepenuhnya pada Alfredo.

"Kenapa lo bisa ada disini, Fi?" Tanya Alfredo.

"Gak tau, pengen aja kesini. Lo?" Jawab Fienna sekedarnya.

"Mike nelpon gue, dia minta gue nyari lo karena lo gak pulang ke rumah selarut ini." Jelas Alfredo.

"Darimana lo tau gue ada disini?" Tanya Fienna penasaran.

My Wild BoyBaca cerita ini secara GRATIS!