EQUALIZATION 3

102 23 25


"Sini kau!! Mau kupukuli lagi Hah!? kemari kau Alex," teriak zita dengan gempalan keras tangannya dan setengah berlarian mengejar Alex 'si biang masalah'.

"Dasar cewek sialan! aku kan tadi cuma bercanda 'Bodoh!!" timpal nya. *hossh *hossh

*cheuk

"Cukup main-main nya idiot!! Kalian ini seperti bocah sa....."

*BraAAkkkkKKK

"Ja," ucap Caldre yang sempat terhenti.

"Ja," ucap Caldre yang sempat terhenti

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


          Tak sengaja Alex menabrak Asta hingga terjatuh menimpa tubuhnya. Seketika kebisingan yang memenuhi ruangan itu berubah menjadi hening. Bola mata yang senantiasa cerah berwarna biru langit mencabik-cabik degup jantung hati yang terpikat, kelentikan bulu mata yang indah, tajam, bahkan melengkung bagai bulan sabit. Postur wajah yang unik diseimbangi lesung pipi yang terlantunkan. Kedua belah pipinya memerah juga dibumbui ringan aroma yang memancar dari rambutnya yang tergerai. Ia  tak tahu apa yang terjadi di sekitar nya dan dia pun seolah tak memedulikannya.

"BWAAAHHAHAAA... sudah tiga kali kau menabrak cewek 'SINGA' itu," ucap Caldre kembali.

"Hei.. kau! Kapan kau akan menyingkir dari tubuhku!? Inginku beri pelajaran ya?" bisik Asta pelan.

"Hah A-apa?" balasnya yang masih belum sadar akan keadaan.

"Menyingkirlah cepat! Tubuhmu sangat berat," bisiknya sekali lagi.

"Ma-maksudmu?" sahut Alex yang masih saja terpesona dengan wajah bersinar di hadapannya. Wajah yang selama ini menanamkan sebuah rasa di hatinya. Wajah seorang perempuan yang sejak kecil ia sukai. Namun, ia menyembunyikan perasaannya.

"Cepatlah menyingkir kataku 'Idiot!!" teriak Asta dekat telinga Alex.

"Ah, iya maaf. Lain kali jangan berteriak di telingaku cewe 'Singa'!!" sambil kembali berdiri.

"Apa katamu tadi hah?" ucap Asta dengan keras.

"Tidak, lupakan! jadi bagaimana dengan esok? Kalian jadi diberangkatkan lebih dulu dari kelompok kami?" tanya Alex.

"Ya, Kelihatan nya seperti itu. oh ya, di mana Raimund?" tanya Asta.

"Mungkin sedang kemari. Lebih baik kita mulai saja rapat nya! Alawen bahan dan denahnya!" perintah Zita.

"baiklah," ucap Alawen meng-iya kan

          Mereka terduduk dan Alawen menjelaskannya secara mendetail mengenai apa saja strategi yang harus mereka siapkan dan arah mana yang harus mereka lalui saat berangkat ke Negeri Tomika. Di ujian kali ini, semua harus diperhitungkan dengan matang karena apapun bisa saja terjadi di sela ujian. seperti kejadian 10 tahun silam di mana terjadi peperangan di saat ujian berlangsung.

          Suasana di ruangan menjadi begitu serius sampai tak ada satupun dari mereka yang bergerak atau berbicara tanpa intruksi. Tata krama yang ditanamkan dalam diri seorang Nakaly sangat bernilai apalagi di antara para Vadovas. Dengan tegasnya Alawen menjabarkan satu per satu, mulai dari rencana A dan B sampai rencana tak terduga.

"Batas yang diberikan untuk sampai Negeri Tomika hanya satu pekan. Setelah itu, pada titik-titik tertentu akan dilakukan ujian penyetaraan atau para Dovas menyebutnya 'EQUALIZATION'. Tapi, tentu saja tempatnya akan sangat dirahasiakan dan sesuai isu yang ku dengar bahwa semakin mendekati Negeri Tomika maka tingkat ujiannya pun akan semakin sulit. Kemudian, bla-bla-bla-bla," Penjelasan Alawen, "Sampai sini ada yang ingin ditanyakan?" lanjutnya.

*ceklik

"Maaf, aku terlambat," ucap Raimund sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Maaf, aku terlambat," ucap Raimund sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.

"Tak masalah, duduk lah!" timpal Zita.

" Jadi bagaimana?" tanya Alawen lagi.

"Tuan Alawen, kalau begitu... kami akan mengambil rute selatan dan mmm... kurasa, karena selang waktu keberangkatan kita tak melebihi satu hari... kusarankan kalian untuk mengambil rute timur. Sebab dari beberapa data yang kukalkulasikan, kemungkinan besar kita akan melewati satu titik secara bersamaan. Kalau dilihat dari denah, mm... coba perhatikan! Ini *menunjuk-denah* dari sini sampai sini memakan waktu selama kurang lebih 4 hari melalui jalur utama begitu pun halnya yang ini *menunjuk-denah* lalu memotong ke arah berlawanan kemudian memasuki Negeri Api melalui perbukitan wena, setelah itu akan sampai juga ke sini *menunjuk-denah* selama kurang lebih 3 setengah hari," ucap Asta dengan jelas.

"Berarti... tujuan kita adalah Negeri Pelangi?" tanya caldre memperjelas lokasinya,"lalu dari sana kita akan berangkat bersama-sama ke Negeri Tomika, supaya mengefesiensikan waktu dan bisa mematangkan strategi kita saat ujian di Negeri Tomika juga memudahkan ujian lainnya, Benar begitu bukan?" sambungnya...

Hi reader's !! terima kasih sudah baca sampai chapter 3 *AQUALIZATION-3*

semoga betah ya baca nya ^^

Maaf ya kalau cerita nya kurang berkenan di baca ^^ sebisa mungkin author akan terus berusaha ^^

KASIH banyak karena telah mampir dan membaca nya!

BALTA PERLAS ANDLASIA (PERMATA PUTIH DARI ANDLASIA)Baca cerita ini secara GRATIS!