Chapter 103: Konferensi Aliansi Humas-Evilia

2.4K 144 5

Saat Eveam dan rombongannya melintasi jembatan dan melihat pasukan Humas yang sedang bersiaga di depannya, tubuhnya menjadi kaku. Penjaga dari kedua belah pihak saling mencurigai.

(Para pahlawannya...) (Eveam)

Eveam mulai mencari para pahlawan yang seharusnya ada di sekitar sana. Pandangannya terpaku ke arah empat orang yang sedang berdiri.

Seorang anak laki-laki yang tinggi dengan rambut coklat dan wajah tampan yang nampaknya akan populer dikalangan gadis. Seorang gadis enerjik dengan rambut atletis berwarna coklat tua. Seorang gadis dengan rambut hitam sepanjang pinggang. Seorang gadis dengan mata mirip kucing dan rambut hitam bergelombang setinggi bahu.

(Jadi itu ya para pahlawannya...) (Eveam)

Eveam memakai poker face saat dia melihat keempat pahlawan itu. Saat keempat orang itu menyadari pandangan Eveam, mereka berempat melihat dengan pandangan menyelidik.

Eveam menduga kalau mereka berempat adalah pahlawan karena aura sihir yang memancar kuat dari mereka berempat. Sejak awal Demon Lord memang termasuk orang yang sensitif terhadap kekuatan sihir dikalangan Evilia. Dan kekuatan sihir yang luar biasa juga kemampuannya mengendalikan hampir semua elemen sihir adalah bawaan lahirnya.

Menggunakan kemampuannya, dia bisa mengira-ngira kualitas dan kuantitas sihir seorang manusia hanya dengan memperhatikan.

Eveam menghentikan langkahnya karena ada seorang parjurit Humas di hadapannya.

"Anda adalah Demon Lord, Eveam, apakah saya benar?" (Kapten)

Prajurit di hadapannya mungkin adalah kapten. Tidak seperti armor kelabu yang dipakai semua prajurit, hanya armor miliknya yang memiliki bentuk dan warna berbeda. Satu orang yang lain, sama seperti orang dihadapannya, juga memakai armor merah. Sepertinya orang itu juga kapten.

"Aku harus menghadiri pertemuan. Namaku Eveam Gran Early Evening, pemimpin dari Kerajaan Iblis: Xaos." (Eveam)

Setelah mengatakan itu dengan wajah bermartabat, orang-orang disekitarnya langsung terkagum. Gadis didepannya adalah musuh mereka, pemimpin Evilia. Kecantikan dan ambisinya sebagai pemimpin memikat semua orang disekitarnya.

Menurut Aquinas, Eveam masih belum memiliki kemampuan seorang pemimpin. Walaupun begitu, semua manusia yang ada di sana dipaksa untuk mengerti kalau gadis di depan mereka adalah orang yang hidup di dunia yang berbeda dari mereka.

Bukan hanya Eveam. Namun hawa kehadiran dua orang yang ada di sampingnya, Aquinas dan Marione, juga membuat para manusia menahan nafas. Tetapi dari yang diduga dari orang yang memiliki pangkat, kapten dengan armor merah tetap mempertahankan ekspresinya. Tetapi peluh dapat terlihat dari keningnya.

"Anda akan kami pandu menuju Sacred Oldine dari sini. Berdasarkan perjanjian, dari sini sampai ke lokasi, hanya keenam Cruel yang diperbolehkan lewat." (Kapten)

"Aku mengerti. Dari sini aku hanya akan ditemani oleh Aquinas, Marione, dan Kiria. Hanya ketiga orang ini. Kiria bukanlah Cruel tetapi dia adalah pembantuku. Aku tidak keberatan untuk membuat surat untuk persetujuannya." (Eveam)

"Saya mengerti. Anda membawa lebih sedikit orang dari yang kami duga. Tolong ikuti saya." (Captain)

Mereka pun mengikuti orang dengan armor merah. Eveam pun berjalan melewati para pahlawan, namun tidak dengan Aquinas. Dia pun berhenti sesaat, melihat ke arah mereka, dan mengerutkan dahi.

"Ada apa?" (Kiria)

Yang menanyakan itu adalah Kiria.

"... tidak, aku hanya sedikit cemas." (Aquinas)

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!