RINDU

398 73 11

Sooji melipat kedua tangannya di depan dadanya, mengetukkan kakinya berkali-kali di lantai paling atas gedung sekolah. Ia bosan. Jengkel,  juga kesal.
Sudah lebih dari 30 menit Sooji berada disitu, menunggu lelaki yang mengajaknya bertemu. Selama itu pula Sooji terus saja memandang  jam tangan yang melekat apik ditangan putihnya.

"Jadi tidak sih? " dengus Sooji kesal
Ia bahkan rela membolos jam pelajarannya Kang saem,  guru yang begitu ia idolakan karena ketampanannya, yah walaupun sudah beranak istri. Kkk

Kreekk!

Pandangan Sooji langsung terarah pada satu satunya pintu yang berada disitu begitu pintunya dibuka.
Sooji menatap kesal lelaki yang saat ini berjalan santai kearahnya.
Dan setelah itu senyum lebar tersuguh dihadapannya. Lelaki itu tersenyum lebar tanpa dosa, memamerkan deretan gigi rapinya pada Sooji.
Sooji mendengus kesal melihatnya.

“Kau darimana saja sih?”

“Hem?”

"Aku sudah menunggumu dari tadi, dan kau baru datang sekarang" kesal Sooji.

Lelaki itu diam memandang Sooji dengan senyum lebar yang awet diwajahnya.

"Tidak minta maaf, malah senyum senyum" gerutu Sooji

Lagi lagi lelaki itu tersenyum lebar mendengar dumelan Sooji yang terdengar lucu. Dan setelahnya ia merasakan Sooji menyondor keningnya dengan jari telunjuk.

"Berhenti tersenyum, aku sedang muak melihatnya"

Myungsoo, lelaki itu langsung mengatupkan bibirnya rapat.

"Maaf" ucap Myungsoo tanpa suara.
Sooji mendengus, ia sudah terlanjur kesal.

"Sekarang apa lagi? "

Sooji menatap Myungsoo marah. Setiap kali minta bertemu, mesti ia yang harus menunggu. Ia heran, selalu saja ada halangan disaat akan bertemu.

"Teman ku tadi kaki nya terkilir jadi aku mengantarnya ke UKS"

"Hanya mengantar, kenapa lama sekali" rengek Sooji

"Dia tidak mau kutinggal sebelum temannya datang" jelas Myungsoo
Sooji berdecak kesal, ia sudah tau siapa yang dimaksud teman oleh Myungsoo.

Myungsoo mengusap bahu Sooji yang menatapnya sangar.

"Sudah ku bilang, jangan dekat dekat dengannya!"

"Siapa? "

"Oppa tau siapa yang ku maksud" ucap Sooji jengkel

"Saat akan kesini, aku tidak sengaja melihatnya jatuh, tidak mungkin kan aku meninggalkannya begitu saja" jelas Myungsoo memberi pengertian.

"Apalagi tidak ada orang disekitar situ" lanjut Myungsoo saat tidak ada sanggahan yang Sooji keluarkan. Ia tau Sooji nya sangat marah dilihat dari bungkamnya gadis itu.

"Sooji"panggil Myungsoo lembut

"Dia pasti pura-pura" kesal Sooji

"Say... "

"Karna oppa lewat situ, makanya dia pura-pura jatuh. Jatuh beneran biar tau rasa!"omel Sooji

"Sooji, tidak boleh berpikiran buruk pada orang lain"

Myungsoo menghela napas melihat Sooji yang menirukan ucapannya tanpa suara. Myungsoo sudah sering dibegitukan Sooji.

"Aku tidak berpikiran buruk, memang itu kenyataannya. Dia selalu saja mencari perhatian pada oppa. Tidak jatuh, minta diajari ini lah- itu lah, tanya ini-itu. Pokoknya dia itu selalu cari kesempatan buat dekat dekat sama oppa! " ucap Sooji dengan suara yang hampir berteriak.

Myungzy The SeriesBaca cerita ini secara GRATIS!