EQUALIZATION 2

141 26 24

          Langit hitam gemerlap berkelana di penjuru benua, tabiatnya menyelimuti penglihatan di bawah alam sadar. Disesakkan udara yang bercampur keringat dan diburu desah nafas yang terengah-engah. Hembusan angin berkelit-kelit seakan berbisik di telinga dan mengatakan sesuatu yang sulit dimengerti oleh bahasa akal.

          Tebasan pedang yang mengilukan terus-menerus menghantam benda yang tak pernah bisa terlihat oleh mata namun sangat mudah dirasakan, suara nya seolah mengaung dengan sengaja agar senada dengan suara rintih dalam relung Ivanka. Tebing pencakar langit ditusuknya dengan sekali lemparan pedang berlapis es yang tajam.

"Menyebalkan !!" keluhnya kesal diiringi ketidakteraturan tarik ulur desah nafasnya.

"Hei hei... Sudah lah, sebaiknya kau istirahatkan energimu untuk keberangkatan esok! Kau kan sudah banyak berlatih sejak sebulan lalu." suara lantang putri Asta yang diam-diam memperhatikan Ivanka berlatih dari balik tebing.

"Apa pedulimu !" kata Ivanka dingin.

"Kau ini! Bisa tidak sekali saja tidak bicara dingin seperti itu padaku!?" balas Asta, "Sudahlah, aku malas berdebat denganmu. Ini Minumlah! Kubawakan untukmu." lanjutnya.

"Terima kasih." sahut Ivanka seraya melangkahkan kakinya mengambil sebilah pedang yang tertancap di permukaan tebing.

"Ivanka... kembalilah ke Pilis Academy! sudah terlalu larut. Kita harus bersiap-siap!" serunya berbalik arah.

"Tunggu Asta... maukah kau bertarung melawanku? Setelah itu aku akan ikut denganmu, Bagaimana?" nadanya sedikit membujuk dan dengan segera Ivanka berlari menghunus pedangnya ke arah Asta.

"A-apa?? Cih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"A-apa?? Cih... selalu saja serangan mendadak! Untung saja aku sudah siap untuk hal ini!" dengan gesit Asta menangkis pedang Ivanka menggunakan tongkat kesayangannya.

Seketika, kedua senjata demon mereka saling beradu*tringghhh, "Keluarkan kekuatanmu Asta!! jangan ragu padaku!!" *traaannggghh suara yang ikut terayun oleh tiupan gelombang kekuatan mereka

*traaaakkkkkkkk

*ketraaaakkk

          Pukulan keras mendorong Ivanka jauh ke belakang hingga tubuhnya terbentur tebing, "Hah... seharusnya itu adalah perkataanku! tapi kalau kau ingin lebih, bagaimana lagi?? terimaaaaa iiini!!" Asta menghentakkan tongkatnya ke tanah. Aura kekuatannya mengalir dan menyelinap masuk melalui pori-pori tanah dan kini berguncang dasyat dan membuat retakan yang lebar.

          Terlepas dari itu, keluar serabut-serabut akar pohon dari retakan tanah. Seakan akar itu hidup dan mengikuti perintah, dengan kilatnya serabut akar itu langsung mendekap Ivanka seperti ular yang tengah melilit mangsanya dan membuat ia tak bisa berkutik sedikit pun. Urat-uratnya terasa terputuskan, dekapannya semakin mengetat dan meremukkan semua tulang-belulang tubuhnya.

BALTA PERLAS ANDLASIA (PERMATA PUTIH DARI ANDLASIA)Baca cerita ini secara GRATIS!