Chapter 17: Am I Wrong?

2.9K 124 22

                Perjalanan menuju apartemen Ha Jin menjadi hening. Joon So sibuk menyetir mobil dan Ha Jin memilih memainkan ponselnya. Tidak lama kemudian mereka telah sampai di apartemen Ha Jin.

"Terimakasih telah mengantarku."

Joon So tersenyum dan mengangguk, "Sampai bertemu lagi, aku akan meneleponmu."

"Hari-hati di jalan."

Joon So mengangguk lagi dan segera meninggalkan Ha Jin.

Begitu masuk apartemen Ha Jin langsung menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. Ha Jin mulai memejamkan mata. Ia tidak berniat tidur, dia hanya ingin berpikir. Bayangan masa lalu Wang So tergambar jelas, ia mengingat bagaimana berubahnya sikap Wang So ketika ia mulai dipenuhi keinginan untuk membalas dendam. Fitnah yang ia berikan pada Wang Wook tentang burung elang yang mati padahal dia sendiri yang melakukannya. Tiba-tiba Ha Jin mengingat Dong Wook. Apakah takdir masa lalu akan terulang di zamannya ini. Ha Jin menghembuskan nafasnya yang berat. Malam itu banyak pikiran yang berputar di kepala Ha Jin. Ia tidak sadar ketika pagi telah tiba.

@ @ @

GP Grup resmi diakuisisi Gold Investment. Joon So sengaja mampir ke kantor GP Grup untuk memamerkan kemenangannya. Joon So langsung menuju kantor Presdir Joo. Presdir Joo menyambut kedatangan Joon So, tidak lupa ia mengucapkan terimakasih telah menolong perusahaannya dari kebangkrutan.

"Apakah anda masih menganggap saya pemuda yang sombong?"

"Tidak sama sekali, Pak. Maafkan saya." Jawab Presdir sambil membungkuk hormat.

Joon So tersenyum puas, "Aku akan berpikir apakah akan mempertahankan posisimu di GP Grup atau tidak. Bersiaplah untuk kemungkinan terburuk. Aku pergi dulu." Joon So melenggang pergi. Tiba-tiba suara ponsel terdengar dari sakunya. Ia mengeluarkan ponsel dan sebuah koin ikut terbawa keluar dan terjatuh, menggelinding menuju posisi Presdir Joo. Joon So buru-buru mengejarnya tapi terlambat Presdir Joo berada pada posisi lebih dekat dan lebih dahulu mengambilnya.

"Kembalikan itu milikku. Itu benda berharga bagiku."

Predir Joo mengambil koin itu dan terkejut saat melihatnya. "Siapa anda sebenarnya, apakah anda . . ." Presdir tidak jadi melanjutkan kata-katanya. Joon So merebut koin itu dari tangannya. "Ini barang ibuku jangan sampai tangan kotormu menyentuhnya."

Joon So pergi meninggalkan kantor Presdir Joo. Presdir Joo masih terpaku di tempatnya dengan wajah pucat.

@ @ @

Joon So tidak mengerti dengan apa yang dilihatnya. Ia melihat Presdir Joo seperti mengetahui sesuatu tentang koin pemberian ibunya itu. Joon So berpikir keras sambil memainkan koin itu dijarinya. Joon So dibuat bingung dengan sikap Presdir Joo, apa dia sadar kalo koin itu milik Choi Hae Jin, ibunya.

Ponsel Joon So berdering, ia melihat nama Presdir Joo ada disana.

"Hallo."

"Bisa kita bertemu, Pak?" tanya Presdir Joo.

"Baiklah." Mereka lalu menentukan tampat dan waktu untuk bertemu.

Di sebuah restoran mewah yang private mereka bertemu. Walau sejak tadi makanan telah terhidang di meja. Baik Joon So maupun Presdir Joo masih enggan untuk menyantapnya. Beberapa kali Presdir Joo mengusap keringat di dahi sedangkan Joon So hanya meminum air putih yang ada di depannya.

Moon Lovers Scarlet Heart Ryeo (Seoul) Season 2 (END)Where stories live. Discover now