Yellow

787 100 9

  

*AUTHOR'S POV*

Seohyun menarik tangan Yoona, mereka berlari masuk ke gedung kosong, "Seohyun, kita tidak bisa bersembunyi disini!" Yoona menghentikan langkahnya. Yoona melihat sekitarnya, ia harus kembali ke mobilnya. Tapi, Seohyun menahan Yoona.

"Yoona, ini tempat yang paling aman untuk kita. Diluar sana berbahaya!" ujar Seohyun.

"kita harus segera bersembunyi sebelum anak buah Tyler Kwon datang!" Seohyun kembali menarik tangan Yoona. Mereka semakin masuk ke gedung itu. Yoona melepas genggaman Seohyun karena ia tidak mengerti apa yang sedang di lakukan kekasihnya itu.

"Seohyun, aku mohon. Kita sudah berlari jauh dari pintu masuk sana." Protes Yoona. Ia menunjuk jalan masuknya tadi.

Seohyun terdiam, ia tak dapat menjawab Yoona, "kita sudah cukup menghindar dari mereka, Kim Seohyun. Kita sudah aman sekarang." Yoona mencoba menenangkan Seohyun yang masih terlihat ketakutan.

Hanya ada cahaya dari gedung-gedung pencakar langit lainnya, selain itu, tak ada lagi cahaya yang menerangi gedung ini. Yoona mencoba mengambil handphone yang ada di saku jaketnya, ia merogoh sakunya.

Yoona mencoba menghasilkan cahaya lain dari handphonenya, "nah, Seohyun, sekarang... oh?" Yoona tak mendapati Seohyun dihadapannya. Ia menghilang begitu saja.

Yoona berputar mencari di mana kekasihnya berada. Ia yakin, Seohyun tidak akan jauh darinya. Ia menyinari langkahnya untuk mencari Seohyun, "akhirnya kita bertemu, Kwon Yoona." Terdengar suara lelaki di belakang Yoona.

Yoona terkejut dengan apa yang ia dengar barusan, ia membeku tak bergerak, "miss me?" tanyanya. Yoona membalikkan badannya. Cahaya handphonenya memperlihatkan sepatu pantofel hitam pekat dan mengkilap, ia menaikkan cahayanya, terlihat disana celana hijau tua beludru. Lagi, Yoona semakin menaikkan cahaya handponenya agar ia bisa melihat siapa yang sedang berbicara dengannya saat ini.

Lelaki bertubuh jangkung memakai jas hijau tua beludru dengan dipadu kemeja putih bersih kini berdiri tepat dihadapan Yoona. Lelaki itu tersenyum dengan licik pada Yoona. Lelaki itu adalah, Tyler Kwon.

Yoona sangat marah melihat lelaki itu, emosinya tak lagi tertahankan ia siap memukul Tyler yang ada dihadapannya. Tapi, tiba-tiba ada cahaya yang sangat terang menusuk mata Yoona yang hendak memukul Tyler.

Sinar lampu yang luar biasa terang membuat Yoona mengerang karena silau. Dengan gerak refleks, Yoona menutupi mata dan wajahnya.

Ia mengondisikan penglihatannya. Badannya membungkuk, ia mencoba menstabilkan tubuhnya, perlahan Yoona membuka matanya dan mencoba menegakkan tubuhnya. Ia sadar sekarang, sekelilingnya berubah terang benderang.

"sakit?" tanya Tyler Kwon mengejek.

"ah, bocah, kau tidak bisa melawanku..." sambungnya.

"kau kemari karena ingin menemuiku, bukan?" tanyanya.

Yoona menatap Tyler Kwon dengan penuh kebencian. Tyler Kwon tersenyum kemudian ia tertawa melihat Yoona, "hey, jangan lihat aku seperti itu. Santai saja." Katanya.

"Kwon Yoona, Kwon Yuri, dan Tyler Kwon..." ia berjalan mengelilingi Yoona.

"marga kita sama. Seharusnya kau menganggapku keluargamu, bukan begitu?" tanya Tyler Kwon.

"tidak ada yang sudi, untuk menganggapmu sebagai keluargaku!" Yoona menekankan setiap kata-katanya.

"baiklah, kalau begitu berarti aku adalah ayahmu, mulai sekarang, hahaha! Karena kau tahu?" Tyler mendekatkan dirinya pada Yoona.

Damn It!✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang