Tak Pernah Terpilih

150 59 72

Di keluarganya, Cisa adalah anak yang paling kecil, ya.. jadi wajar saja jika dia sedikit manja. Cisa, bukanlah anak yang pendiam. Dia lasak, dia suka berbicara, dia suka bercanda, apalagi jika sudah bersama sahabatnya. Dia akan menjadi pendiam ketika dekat dengan orang yang belum terlalu dikenalnya. Semua kegilaan dan kekonyolan yang dia lakukan diketahui oleh sahabatnya.

Walaupun sikap Cisa seperti anak-anak, namun dia bukanlah orang yang membosankan. Bahkan, suasana menjadi sepi apabila dia tak hadir. Di sekolah, Cisa termasuk anak yang berprestasi.

Siang itu Cisa sedang duduk di kantin bersama dengan sahabatnya, yaitu Vivi dan Dita. Lalu, sekumpulan anak famous (Alifa, Tisya, Mita, Neti dan Cinta) datang dan sengaja membicarakan sebuah perlombaan menari di depan Cisa, karena mereka tahu Cisa pasti sangat ingin mengikuti lomba tersebut, namun kemampuannya terbatas. "Eh guys, kalian semua tau kan perlombaan yang bentar lg diadain di SMP Harapan Jakarta? Wow keren banget yah, sekolah sampek mau bawa kita ke Jakarta untuk menari.. duh hebat banget ya kita, kemampuan menari kita itu di atas rata-rata, gak kayak itu tuh.. ah udahlahya, ngga penting juga.. yang penting kita bisa ke Jakarta ahai.. mantap cuy.." Begitulah yang dikatakan Alifa, salah satu anggota anak famous yang sombong.

Cisa mendengar apa yang dikatakan oleh Alifa. Sebenarnya, hatinya sangat sakit. Dia berkata kepada Vivi dan Dita "Vivi..Dita.. aku ga sanggup lagi sekolah disini. Sekolah elit begini ngga pantas untukku. Aku harus pindah ke sekolah lain, aku akan membicarakan ini pada ayah dan ibuku." Lalu Vivi menjawab "Kamu harus kuat Cisa.. kamu ga boleh nyerah gitu aja.. kita pasti bisa kok buat mereka ga hina-hina kamu lagi. Yang penting kamu kuat ya, jangan patah semangat.." Dita menyambung perkataan Vivi "hem.. iya bener banget tuh yang dibilang Vivi.. kamu ga boleh patah semangat Cisa.. kamu harus tunjukin ke mereka-mereka yang sok famous itu.. kamu harus tunjukin kalo kamu bisa lebih lagi dalam bidang menari. Ingat sa, ga ada yang ga mungkin kalo kita punya kemauan dan terus berusaha serta selalu membawanya dalam doa."

Kata-kata kedua sahabatnya itu benar-benar sangat menghibur hatinya. "Terimakasih ya kawand.. kalian selalu ada untukku, aku senang mengenal kalian dan bangga menjadi sahabat kalian. Aku akan terus berlatih dan membawanya bersama doa-doa ku.. aku yakin Tuhan pasti akan mendengarkannya."

***
Hello guys, salam kenal dari author.. maafya dibagian perkenalan cerita ini tidak begitu meluas mengenai Cisa. Ini novel pertama dari author, jadi harap maklum.
Tetap ikuti kelanjutannya ya guys..

#novelremaja #anakremaja #anaksekolahan #sang penari #sangpemimpi

Panggilan untuk MenariBaca cerita ini secara GRATIS!