D E T A K

104 4 0
                                    

"Buka diri kamu dan belajar menerima orang baru..."
Mereka seakan tak pernah lelah mengingatkan diriku.
Kini seperempat abad sudah, namun hanya pernah kulalui bersamamu seorang.
Lalu perpisahan itu terjadi, namun tak menyisakan sedikitpun benci.

Sejatinya aku lelah sendiri, berdiri menyambut harapan yang kian tak pasti.
Tak perduli ia kaya atau rupawan, yang aku butuh hanya ia yang mampu membuat detak ini selalu ada.

Aku sudah pernah dikecewakan berkali-kali oleh mereka yang tak pernah berhak berdiam diruang ini.
Dan aku menutup pintu ini begitu rapat.

Detak...
Kemana arahmu? biar aku berlari kepadamu...

Lantunan Dalam BaitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang