-Arin pov-
Orang bilang cinta itu semanis gula, tapi bagiku cinta tak semanis gula melainkan sepahit kopi hitam. Kalian pernah merasakan mencintai seseorang tanpa ada balasan dari orang tersebut? Jika ya, hal itulah yang sedang aku alami.
Tak terasa sudah 6 tahun aku selalu bersabar untuk menunggu kejelasan tentang hubungan apa yang telah kami jalani selama ini. Terkadang aku berfikir apakah perasaan ini hanya perasaan sayang terhadap kakak, sahabat atau lebih dari itu. Aku takut kalau hanya aku yang mencintainya. Pria itu selalu berkata "kau wanitaku" tanpa ada kejelasan di balik kata itu.
8 tahun kami selalu bersama bagaikan amplop dan prangko. Aku selalu merasa nyaman karena sikapnya yang begitu hangat dan perhatian padaku.
Fadhil, ya nama pria itu. Pria yang telah membuat hatiku tak pernah tenang selama 6 tahun ini. Siapa yang tak mengenal dia? Semua wanita-wanita cantik kelas atas tau siapa itu Fadhil. Pria tampan dengan sejuta karisma dan memiliki senyuman yang manis untuk memikat banyak wanita. Dia selalu memainkan banyak perasaan wanita karena satu prinsipnya yaitu "tak ingin terikat oleh wanita manapun".
Aku sudah gak tahan dengan semua ini. Aku harus segera memastikan perasaannya kepadaku. Aku tak ingin memiliki hubungan yang aku sendiri tak tau hubungan apa yang telah aku jalani bersama dia.
Aku pun akhirnya pergi ke tempat ia bekerja. Dan sesampai di ruangan kantornya aku melihat dia sedang bermesraan dengan wanita lain. Sakit rasanya perasaan ini. Aku pun terus berjalan kearahnya dan Bingoooo... Dia melihat kearah ku dengan tatapan yang sulit aku artikan.
"Berdiri dari pangkuanku, dan cepat pergi dari hadapanku" katanya dengan tampang datarnya itu. Gadis itu pun melangkahkan kakinya keluar dr ruangan tersebut.
"Tidak bisa kah kau berhenti memainkan perasaan wanita?" Kataku sambil tersenyum miris kearahnya
"Tidak, aku sudah pernah mencoba tapi tak pernah bisa" katanya sambil berjalan ke arahku yang masih berdiam diri di depan pintu ruangan nya.
"Dil, aku ingin bicara serius denganmu" kataku mantap sambil menatap matanya
"Bicaralah" ucapnya dengan lembut sambil membelai wajahku dengan tangan hangatnya.
"Dil, kamu selalu bilang kalau aku ini adalah wanitamu, tapi aku hanya ingin meminta kejelasan untuk semua ini" kataku dengan lantang
"Ya, kamu adalah wanitaku," ucapnya sambil mengecup pipi ku
"Berhenti bersikap seperti ini! Semua sikapmu yang seperti ini selalu membuat hatiku sesak!!!" ucapku sambil menahan tangisan yg akan keluar dr mataku
"Apa maumu sekarang?" Ucapnya dengan santai
"Beri aku kepastian agar hatiku merasa tenang Fadhil!!" Kataku dengan nada sedikit berteriak
"Tak ku fikir ternyata kamu sama saja dengan wanita² lain yang selalu mengaharapkan balasan cinta dariku" katanya sambil berjalan meninggalkan ku yang terdiam dengan seribu kepedihan.
.
.
.
.
Ayoooo... Next part akan lebih seru lagi jalan kisah cinta Arin dan Fadhil 😉 RCL yooo💕
YOU ARE READING
Uncertain
General FictionUNCERTAIN (ketika keegoisan menguasai hati) Arin, seorang gadis cantik yang mencintai seorang pria yang ia kenal selama 7 tahun. pria itu selalu memberikan sebuah harapan dengan sikapnya yang sangat peduli pada Arin. Arin sangat bingung, sebenerny...
