Chapter 1 - What happened last night?

206 17 24

杨业明Leo x 姚望Lucas

For my lovely sister, Kak C.Lin semoga suka  😂😂😂

*****

Cahaya pagi yang menerobos melalui jendela yang terbuka membuatnya harus menyipitkan mata. Perlahan ia meregangkan tubuhnya dan bangun dari tidur nyenyaknya. Kemarin malam dia akui memang malam yang sangatlah liar.

Sudah lama sejak terakhir kalinya ia minum. Bukan berarti dia tidak pernah minum, hanya saja kemarin dia sedikit kelewatan banyak menenggak wine di pesta temannya tanpa memikirkan toleransi alkoholnya.

"Ughhh~" dia menggeram pelan. Seperti dugaannya. Kepalanya terasa berputar ketika ia mencoba bangun. Bangun setelah mabuk memang sangat menyiksa. Saat ini kepalanya terasa berat hingga yang ingin dilakukannya hanyalah merebahkan tubuh di tempat tidur sepanjang hari.

Matanya mengedar dan merasakan ada sesuatu yang aneh di sekitarnya saat ini. Mulai dari langit-langit kamar hingga ke sudut-sudut ruangan ia tidak menemukan satu pun barang miliknya.

Ketika ia menyadari hal yang muncul di kepalanya, ia terperanjat bangun dan duduk termenung di tempat tidur empuk itu. Pikirannya mulai berkelana sedangkan matanya melebar memeriksa sekelilingnya, berharap dia tidak berakhir di tempat tidur seorang yang mesum. Cepat-cepat ia menggelengkan kepalanya untuk menyingkirkan pikiran negatifnya tadi.

"Kau sudah bangun sekarang?"

Yaowang menolehkan kepalanya ke asal suara yang sempat mengagetkannya tadi.
Dia tidak bisa melakukan apapun selain menelan ludahnya saat yang pemilik suara tadi merupakan seorang pria tinggi dan tampan yang membawa segelas air dan sebuah mangkuk yang masih terlihat mengepul dari balik pintu putih.

Pandangannya bertahan pada wajah tersenyum pria itu yang kini berjalan menuju tempat tidurnya, melihat pada Yaowang dengan pandangan yang, errr... seperti binatang buas yang melihat mangsanya sebelum ia menelannya bulat-bulat.

Yaowang jadi lebih gugup memandang mata pria itu. Tapi ada perasaan yang ia rasakan seperti ada gairah aneh yang muncul. Tunggu, sepertinya kata gairah bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkannya. Ia hanya merasa sedikit terlalu penasaran dengan apa yang bisa dilakukan pria ini. Yah, penasaran mungkin lebih sesuai.

Ketika pikirannya berkeliaran untuk menjelaskan perasaan aneh yang dirasakannya di dalam ruangan yang kini terasa panas itu, pria tadi sudah duduk disampingnya.

Bibirnya berubah kering saat ia menyadari pria itu menaruh mangkuknya dan memberikan segelas air kepadanya.

Yaowang tidak tahu apakah ia harus menerimanya atau menolak tawaran pria itu. Akan tetapi, ia tahu hal terpenting yang harus ia tanyakan pada pria ini.

"Kau sia-"
Hanya mengucapkan kalimat yang tidak lengkap saja suaranya sudah terdengar serak, membuatnya sedikit malu untuk bicara lebih banyak lagi.

"Minum ini dulu." Pria itu menyodorkan lagi segelas air putih tadi kepadanya. Ketika tidak ada respon darinya, pria itu terlihat tidak sabar hingga meraup tangannya dengan paksa dan membuatnya memegang gelas air dingin itu erat.

Merasakan wajahnya memanas, Yaowang meneguk air tadi sambil sesekali melihat pria itu dari ekor matanya.

"Terima kasih." Ucapnya singkat, akhirnya ia berterima kasih dengan layak pada pria itu dan menarik selimutnya kembali untuk menutupi dadanya.

Dadanya! Yaowang belum memeriksa bagaimana penampilannya sejak saat dia bangun tidur.

Saat ia menjatuhkannya pandangannya, matanya melebar ketika menyadari bahwa bahunya sudah terekspos untuk dilihat pria itu.

One Night StandRead this story for FREE!