Chapter 100: Setelah Setengah Tahun

4.8K 194 18

Setelah melewati gurun, mereka memasuki hutan yang sangat luas.

"Oh ya, Aka-loli..." (Hiiro)

"Apa?" (Liliyn)

"Aku memang mempercayakan kau menjadi penunjuk arah, tapi aku ingin tahu berapa lama lagi sampai kita sampai ke【Demon Capital/Ibukota Iblis】?" (Hiiro)

"Aa? Ya tempat itu memang tujuan akhir kita. Tapi kerajaan ini lebih luas dari yang kau pikirkan. Jadi pastinya akan membutuhkan waktu yang lama." (Liliyn)

Sepertinya mereka telah singgah di berbagai macam tempat sebelum sampai di Demon Capital. Kerajaan iblis ini lebih besar dari kerajaan lagi dan memiliki banyak pemukiman. Tentu saja akan membutuhkan waktu yang sangat lama jika ingin menjelajahinya.

Berlawanan degan pertanyaan Hiiro, sebenarnya dia tidak terburu-buru untu menyelesaikan petualangannya, dan juga dia tidak mengerti tujuan Liliyn berkeliling asal-asalan.

"Aku tidak peduli butuh berapa bulan. Aku lebih peduli pada menarik tidaknya." (Hiiro)

"Hohou, apa kau berpikir kalau kau bisa mengalami semuanya hanya dalam beberapa bulan?" (Liliyn)

"... lagipula aku sudah menyerahkannya padamu dan aku tidak ingin merubah keputusanku." (Hiiro)

"Begitu ya, jadi kalau kau siap ayo pergi." (Liliyn)

"Hey jangan berkata seakan bosnya." (Hiiro)

"'Biarkan saja!' Aku mengutip kalimatmu!" (Liliyn)

Sambil berbicara di atas Mikazuki, sepertinya Hiiro terlihat kesal. Hasilnya adalah Liliyn marah dan meneriaki Hiiro.

"Nofofofofo! Saya sangat terharu. Sampai bisa melihat Ojou-sama sangat bahagia. Nofofofo!" (Silva)

"Apa maksudmu bahagia?! Apa kau ingin aku beri piledriver hah, Butler Cabul?!" (Liliyn)

"Nofofofofo! Itu sangat kejam!" (Silva)

"Ki-Kita sharusnya lebih bersahabat!" (Shamoe)

Hiiro menghela nafas kecil.

"Ayo, burung berliur." (Hiiro)

"Kui..." (Mikazuki)

Hiiro menghiraukan perdebatan Liliyn dan Silva lalu maju perlahan. Ini meyakinkannya kalau apapun yang akan terjadi, pasti akan merepotkannya.

(Berapa lama lagi supaya bisa sampai di Demon Capital...) (Hiiro)

Sambil memikirkan itu, Hiiro melihat ke arah langit yang biru. Tetapi tiba-tiba dia penasaran apakah langit di Gabranth dan Humas juga sebiru ini. Dia pun melanjutkan perjalanan sambil menanti hari saat dia kembali ke Humas.

_______________

Sudah setengah tahun sejak Hiiro dan kawan-kawan pergi dari perkampungan suku Ashura.

Dan sekarang Humas dan Evilia sudah sampai di jalan yang menyilang. Saat ini di Ibukota iblis: Xaos sedang diadakan pertemuan dengan pemimpin Evilia.

"Mari kita mulai pertemuan Evilia. Agendanya tentu saja kita akan membahas tentang konferensi Humas yang akan berlangsung dua minggu dari hari ini." (Kiria)

Yang mengatakan itu adalah pembantu yang selalu ada di sebelah Demon Lord Eveam, Kiria. Walaupun wajahnya tetap datar, tetapi ada sebuah tekanan datang dari arahnya.

"Akhirnya ini akan terjadi." (Eveam)

Eveam mengatakannya dengan mata tertutup dan dari suaranya dapat terdengar perasaan yang berat. Dia pun membuka matanya perahan dan matanya yang berwarna keemasan melihat ke pasukan Cruel Brigade

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!