BARU: Tap - cerita-cerita dari obrolan pesan singkat untuk 📲' Sekarang tersedia dalam Bahasa Indonesia
Download sekarang

prolog (singing by self)

93 1 0


How to be your self?

Humans act toward others on the basis of meanings those others have for them_ Symbolic Interaction Theory by George Herbert Mead

Jaket tebal selutut selalu siaga memeluk tubuhnya setiap kali ia berjalan di bawah mendung. Tak pasti akan turun hujan namun benda itu akan selalu digunakannya jika langit terlihat tidak lagi bersahabat. Cuaca seperti ini selalu mengarahkannya kepada tempat kemana ia harus pergi. Tidak dengan orang lain. Sendiri adalah pilihan terbaik yang ada dipikirannya semenjak memasuki umur kepala dua setahun yang lalu. kalian harus tau satu hal, secara tidak sadar, ulang tahun ke dua puluh akan selalu menjadi hal yang membuat segala perasaanmu bergejolak hebat. Kalian akan memikirkan banyak hal yang tidak lagi dimiliki anak belasan tahun yang begitu mencintai masa-masa indah remajanya. Masa-masa indah? Yes. Semua akan terlihat lebih spesifik dan rumit dimata kita. Itulah sebab dimana banyak quote mengenai "ingin kembali ke masa kecil yang tidak memikirkan apapun" bertebaran di tengah kecamuk perasaan orang dewasa saat berpapasan dengan masalah hidupnya diluar sana.

"Rayya,"

Seorang barista baru saja memanggil namanya setelah ia membuka laptop dan mengeluarkan catatan kecil dari dalam tasnya. Bergegas ia bangun dari tempat duduknya lalu berjalan menuju meja pengambilan pesanan. Ia tak ingin namanya di panggil dua kali hingga membuat orang lain menoleh dan mencari siapa yang bernama Rayya. Ia juga tidak ingin membuat barista repot mengulang namanya sementara harus melayani pesanan orang lain. Huft. Ya, serepot itu menjadi orang dewasa. Pemikiran serinci itu juga akan dialami setiap orang yang peduli dengan lingkungan sosialnya.

"thankyou," kemudian ia mengambil pesanannya lalu tersenyum. Bukankah itu hal yang memang harus diucapkan untuk menghargai jasa orang lain? Ah.. lagi-lagi.

Rayya kembali ketempat duduknya. Menatap layar laptop yang sedari tadi sudah menyala. Ia baru sadar semalam hanya menutup layar laptopnya begitu saja hingga mengaktifkan mode sleep pada laptopnya. Oke, itu memang selalu ia lakukan setiap kali ia sudah berada pada titik mengantuk terhebat. Red velvet latte yang berada disamping laptop adalah pesanan andalannya. Pekerja cafe tidak perlu bertanya lagi setiap kali batang hidung Rayya muncul didepan pintu masuk. Hanya menyapa, kemudian duduk ditempat favoritnya.

Itulah hal yang menyenangkan menurut Rayya, saat orang lain mampu memahami dirinya tanpa harus berulang kali melakukan hal yang sama untuk menunjukkan identitas, termasuk perasaan. tetapi ia sadar, itu semua bisa hadir karena terbiasa sebelumnya.

#31HariMenulis


old tasteBaca cerita ini secara GRATIS!