Nine

13.6K 375 20

Mike menaikkan alisnya dan menantang Alfredo,"Jadi gimana? Lo terima taruhan gue?"

*****

Alfredo membulatkan tekadnya. Sebagai seorang pria sejati sekaligus untuk membuktikan kepada Mike bahwa ia bukanlah seorang pengecut, ia menerima tantangan dari Mike.

"Oke, gue terima taruhan lo itu. Tapi, gue bisa pegang janji lo kalo gue menang lo gak bakal misahin gue sama Fienna kan?" Ujar Alfredo memastikan.

Mike menjawab dengan nada sinis,"Kayak lo bisa menang aja dari gue."

Alfredo tak mengacuhkan perkataan Mike.

"Jadi kapan kita duel?" Tanya Alfredo.

"Besok siang jam 1 tepat di taman komplek." Jawab Mike.

Alfredo berdecak,"Di taman komplek? Gak salah? Kalo ada yang liat gimana?"

Mike memandang Alfredo dengan malas,"Lo kira gue t*lol? Itu taman udah gak kepake lagi. Jam segitu disana malah lebih sepi dari kuburan."

Alfredo tersenyum kaku,"Yaudah kalo gitu gue balik dulu."

*****

Keesokan harinya di kampus, Alfredo menghampiri Fienna yang sedang makan sup buah di kantin.


"Aii Alhweoo!" Sapa Fienna tak jelas karena mulutnya penuh makanan.

Uhuk uhukk

Fienna terbatuk-batuk karena ada makanan menyangkut di tenggorokannya.

"Makanya kalo mau ngomong makanannya ditelen dulu." Ucap Alfredo sambil menyodorkan minuman.

Fienna meminum minuman yang disodorkan itu. Lalu, dia bernapas dengan lega.

"Lo gak ikut makan?" Tanya Fienna bingung karena Alfredo hanya duduk di sebelahnya tanpa membawa makanan sama sekali.

"Gak pengen." Jawab Alfredo singkat.

Fienna mencubit lengan Alfredo," Lo gak kasian sama perut lo? Mungkin lo gak pengen makanan, tapi perut lo kan butuh asupan makanan. Lo kan belom makan dari pagi."

"Kok lo tau gue belom makan dari pagi?"

Fienna mengaduk-aduk sup buah di depannya,"Taulah. Ketahuan dari kebiasaan lo. Lo kan berangkat ke kampus aja suka telat, mana sempet sarapan?"

Alfredo tersenyum terharu,"Lo emang cewek yang paling ngertiin gue, Fi."

Lalu, Alfredo merentangkan kedua lengannya hendak memeluk Fienna.

Fienna menggeser tubuhnya menjauh dari Alfredo,"Lo kesurupan apa semalem? Tiba-tiba jadi lebay alay kayak gini."

Alfredo hanya menyengir. . .

Setelah itu, atas dasar paksaan dari Fienna akhirnya Alfredo makan. Padahal Alfredo sama sekali tidak bernafsu makan. Pikirannya sibuk memikirkan duelnya dengan Mike jam 1 siang nanti. Duel yang menentukan kelanjutan hubungannya dengan Fienna.

Alfredo mengalihkan pembicaraan secara tiba-tiba,"Fi, kalo misalnya gue jauhin lo gimana?"

"Kenapa nanya gitu? Aneh deh lo." Fienna mengerutkan keningnya tidak senang.

"Yah nanya aja. Kalo misalnya gue gitu, kira-kira lo gimana?"

"Gue bakal neror lo setiap hari. Gue bakal bikin lo gak bisa jauh-jauh dari gue." Jawab Fienna sambil mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Alfredo.

Melihat hal itu, Alfredo tertawa lepas,"Gue gak nyangka ternyata lo bisa posesif juga. Padahal awalnya lo pengen banget jauh dari gue."

Fienna menunjukkan cengirannya,"Kan itu dulu, sekarang beda."

******

Jam 12:50

Alfredo turun dari motornya dan melepas jaketnya dan helm-nya. Ia memandang sekeliling taman yang sudah tidak terurus itu.

Taman itu banyak ditumbuhi ilalang setinggi betis, dan tampak lengang. Mike benar, disini adalah lokasi yang ideal untuk duel bagi mereka berdua.

Tidak lama, sebuah mobil Land Rover memasuki taman. Lalu, dari dalam mobil turun sosok Mike yang memakai kaos putih tanpa lengan. Mike menatap Alfredo dengan tatapan tajam dan meregangkan otot-otot lengannya.
Mike dan Alfredo sama-sama melakukan pemanasan untuk melenturkan otot-otot mereka.

Ketika jam menunjukkan pukul 1 tepat, Mike berlari menerjang Alfredo dan memukul Alfredo dengan bogem mentahnya. Alfredo juga tidak mau kalah. Dia menonjok Mike hingga sudut bibir cowok itu mengeluarkan darah segar. Keduanya bergulat dengan sengit. Mereka saling memukul, dan melakukan tindak kekerasan lainnya.

BUGHH

Mike memukul Alfredo hingga pelipisnya berdarah. Alfredo dapat merasakan rasa nyeri di kepalanya itu. Namun, dia masih berusaha untuk tetap berdiri tegak.

"Kalo gue gagal disini, semuanya selesai." Batin Alfredo.

Alfredo menahan rasa nyeri di kepalanya yang semakin lama semakin membuat pandangannya kabur. Alfredo menggertakkan giginya dan membalas setiap pukulan Mike dengan keras.

Setelah beberapa saat berduel sengit, keduanya sama-sama jatuh terbaring ke tanah. Mereka sama-sama babak belur. Pelipis Alfredo mengeluarkan darah, bibirnya pecah, dan banyak lebam menghiasi tubuhnya. Keadaan itu tidak jauh berbeda dengan Mike yang juga penuh lebam dan bibirnya yang berdarah.

Mike yang pertama kali bangkit berdiri. Dia memandang ke arah Alfredo yang sedang mengatur napasnya dan memegangi lukanya.

"Lo kalah, mulai dari sekarang jauhin adek gue sesuai taruhan kita." Tegas Mike.

"Gak, gue belom kalah. Gue masih bisa ngelawan lo." Ujar Alfredo gigih. Dia berdiri dengan susah payah.

"Oke, kalo gitu lo bakal gue bikin gak bisa bangun lagi." Kata Mike.

Mike mendekati Alfredo yang masih berdiri sempoyongan dan memukul Alfredo hingga jatuh. Lalu Mike memberikan pukulan bertubi-tubi di bekas lebam yang ia buat di tubuh Alfredo.

Alfredo mengerang. Kepalanya berdenyut-denyut dan dia tidak mampu berdiri lagi.

"Ini buat lo yang udah nge-lecehin adek gue!" Kata Mike sambil mengarahkan tinjunya ke arah luka di pelipis Alfredo.

"Ini buat lo yang udah ngancurin masa depan adek gue!" Kata Mike sambil mencekik leher Alfredo.

Hah hah hah

Di tengah napasnya yang terengah-engah, Alfredo meminta maaf, "Maaf, gue gak pernah mau ngancurin hidup Fienna. Waktu itu gue kalut, gue gak sengaja."

"Lo gak sengaja ngancurin hidup adek gue, tapi niat. Iya kan?" Mike terus memukuli Alfredo dengan penuh emosi.

Alfredo memejamkan matanya pasrah akan setiap pukulan yang diterimanya. Tubuhnya sudah sampai pada batasnya. Ia tidak sanggup lagi membalas pukulan Mike. Badannya terlalu remuk untuk melakukan itu.

"Gue cinta dia. . . ."

Itu adalah kata-kata Alfredo yang terakhir sebelum dia tidak sadarkan diri. Kemudian, Mike masuk ke mobil dan meninggalkan Alfredo disana.

TBC

Di next chapter bakal diceritain apa yang terjadi sama Alfredo, Mike, dan Fienna.
Maaf kalo part yg ini absurd 😫😫😫😫

Tungguin ya update-an nya.   .  .


My Wild BoyBaca cerita ini secara GRATIS!