Kemiripan

796 47 2
                                    

Kai terbangun saat mendengar bunyi alarm bertajuk salah satu lagu One Direction favoritnya terputar dengan nyaring. Ia menggulat sedikit dan membuka matanya perlahan. Menyesuaikan cahaya yang masuk melalui celah kamarnya. Ia mengingat kejadian semalam. Kejadian manis sepulang sekolah untuk menghadiri acara perekrutan OSIS. Ia jadi tersenyum membayangkan sisi lain seorang Andra yang baru saja ditemukannya.

Kai masih setia menunggu selesainya acara perekrutan anggota OSIS. Ia baru saja selesai menunaikan ibadah sholat magrib di masjid sekolah. Ia merapikan mukenanya sebentar dan beralih menghampiri Meyda yang baru selesai juga shalat magrib.

"Mey, ini udah kelar acaranya? Gila gue gabut banget seharian ga bantuin apa-apa. Maap hehehe...." Kata Kai dengan cengiran khasnya. Meyda yang sudah hafal sifat Kai hanya mengangguk saja.

"Iyeee...lu bantuin kok. Bantuin bikin Andra kesel! Hahaha.." goda Meyda. Kai mencubit lengan Meyda, membuat gadis itu mengerang kesakitan.

"Ih si badak cubit-cubit aja!"

"Bodoooo!" Kai langsung keluar masjid sebelum ditegur bapak-bapak di depan yang sudah menatapnya dengan tajam karena suaranya yang sudah menggelegar.

Kai menatap kearah sekolah yang sudah mulai sepi. Beberapa murid yang mengikuti perekrutan anggota OSIS sebagian sudah pulang. Sepertinya Andra juga, karena Kai tak menemukan batang hidung pujaannya itu.

Kai segera mengambil sepatunya dan menalikannya. Sepertinya ia harus buru-buru pulang sebelum malam. Karena prinsip tetap prinsip. Kai termasuk tipe orang yang jarang keluar malam-malam hanya untuk bermain bersama teman-temannya. Begitu juga ketiga temannya. 'Main seharian sampe magrib itu lebih baik daripada keluyuran malem-malem gajelas. Itu lebih cewe banget' begitu prinsipnya.

Kai melangkah menuju motornya sambil memainkan kunci motor yang dilengkapi gantungan berbentuk huruf N. Sesekali ia bernyanyi dan berjoget, seperti ada lagu yang berputar dalam telinganya.

Kai sampai di depan motornya dan mulai memakai helmnya. Ia mulai menstater motornya. Namun kejanggalan terjadi. Motornya tak bisa di-stater. Ia mulai panik dan menatap di sekitarnya. Sekolah sudah hampir sepi dan motor-motor di sampingnya pun sudah tinggal motor dirinya dan 3 motor milik orang yang tak dikenal.

"Aduh mampus gue!" gerutu Kai. Masih mencoba untuk menyalakan motornya.

Hampir 5 kali dan selalu gagal. Padahal ia tak lupa mengisi bensin, bensinnya pun masih setengahnya. Ia mengacak rambutnya kasar dan terduduk di motor sambil berharap ada yang menolongnya.

Kai menyipitkan matanya saat menangkap sosok Andra dan Vino yang berjalan kearahnya. Ia langsung berdiri dan melambaikan tangannya, berharap Andra menyadari kehadirannya.

Andra yang menyadari itu pun lagi-lagi menghembuskan nafasnya kasar. Kenapa Kai seakan-akan selalu berada di sekitarnya.

"Ka Mikai kok disini? Ngapain?" Tanya Vino pada Kai. Kai menghembuskan nafas lesu.

"Motor gue mogok nih, Vin. Lo bisa bantuin ga?"pinta Kai seakan memberi kode pada Vino. Vino yang menangkap kode itu pun langsung mengerti.

"Aduh, gue ga ngerti Kak. Nih si Andra pasti ngerti motor. Dia kan addict banget sama motor!" Vino langsung menepuk bahu Andra. Andra langsung menilik tajam kearah Vino.

"Apaan sih Vin! Sotoy lo!"

"Yaelah Ndra. Bantuin napa. Kasian tuh Ka Mikai!" cerocos Vino sambil menatap Kai dengan kerlingan matanya.

BITTERSWEETTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang