10

98 27 0

Pinky bangun keesokan paginya. Mengetahui bahwa hari ini adalah hari Minggu yang berarti libur, Pinky mengurungkan niatnya untuk beranjak dari spring bed empuknya itu. Ia justru menarik selimutnya sehingga menutupi seluruh tubuhya. Pinky tidak punya rencana apa-apa hari ini selain menunggu kedatangan Mamanya. Toh juga tidak ada yang mengirim pesan selamat pagi pada Pinky.

Mengirim pesan?

Pinky membuka matanya dan menyingkirkan selimutnya. Ia terperanjat, dan berjalan terburu-buru ke meja belajarnya untuk mengambil ponselnya.

Ia ingat bahwa tadi malam sesuatu yang membuatnya terpaksa tidur masih belum selesai. Ia menyalakan data dan membuka aplikasi whatsapp.

 Ia menyalakan data dan membuka aplikasi whatsapp

Kakinya lemas membaca kalimat itu. Ia membanting tubuhnya sendiri ke kasur dan memandang layar ponselnya.

"Bocah sok kegantengan ini ngapain sih..."

Namun meskipun kesal, ia tetap menulis balasan untuk Mingyu.

Sori baru bales.

Perlahan bibirnya menyimpulkan sebuah senyum. Namun sirna dalam hitungan detik karena sebuah fakta terpampang dengan nyata, bahwa mereka berdua bukanlah siapa-siapa lagi.  Lantas untuk apa?

Pinky yakin bahwa Mingyu masih tidur. Memang sudah jam 9, namun dilihat dari jamnya terakhr online, tidak mungkin ia bangun se-pagi ini.

Selang beberapa menit, sebuah pesan masuk di Line Pinky. Ia membukanya, dan ternyata itu merupakan pesan dari grup angkatan Pinky.

eunwoo: gais
eunwoo: kayanya mulai minggu depan udah ngga bakal efektif lagi deh pelajarannya
sinbi: kan emang???
jkook: gue gatau tuh
eunwoo: iya denger2 kita mau dicekokin pencerahan sama alumni taun kemaren
eunwoo: tapi gatau de mulai kapan
wonwoo: jangan percaya eunwoo teman-teman, penuh dusta
eunwoo: diem lo anjir:)
wonwoo: liat ae tuh kaga ada yang respon
rena: gue nyimak aja. yang penting ujian buat masuk kuliah sama ujian kelulusan masih lama
jkook: wadu, alumni. kirain udah lupa sama smanya
mingyu: alumni taun kemaren? yang di kampus mana?

Pinky terkejut karena tiba-tiba Mingyu muncul di grupnya. Ia yang tadinya mau ikut mem-bully Eunwoo malah menutup aplikasi Line-nya. Jantungnya berdegup kencang. Lima detik setelahnya, pesan lain masuk di whatsapp.

Mingyu: Dah bangun?

***

Matahari pagi menembus jendela kamar Pinky. Mamanya yang baru saja pulang kemarin membangunkan Pinky dengan cara membuka selambu jendelanya, sehingga berkas-berkas cahaya itu menyinari wajah Pinky.

"Maa silau!" Rengeknya, menolak bangun.

"Udah pagi, Pinky. Masa ngga mau sekolah?"

"Iya tau. Ntaran deh masih mager." Pinky menarik selimutnya dan menutup matanya kembali.

"Pink, ini sudah jam 6. Dijemput Wonwoo tuh didepan."

Perkataan Mamanya itu spontan membuat Pinky langsung berlari menuju kamar mandi. Ia lupa kalau minta tolong Wonwoo untuk mengantarnya kesekolah. Berangkat bareng gitu. Karena Pinky yakin kalau bakal bangun siang dan ga sempet nyetop bis.

Setelah bersiap dan semuanya beres, Pinky berjalan buru-buru menuju pintu depan rumahnya. Sudah ada Wonwoo diatas motornya, berdecik dan menggelengkan kepala.

"Untung gue yang jemput, kalo bukan gue pasti lo bakal lari ke sekolah."

"Kenapa?"

"Ya gara-gara kelamaan nungguin lo lah. Ga sadar diri banget nih cewek. Buruan naek." Pinky terkekeh dan naik ke motor merah tersebut. Sepanjang jalan mereka terus mengoceh, mengobrol tentang percakapan di grup angkatan, tentang mama Pinky, dan lain lain. Tiba-tiba Wonwoo nyeletuk.

"Lo mau balikan ya?"

"E-eh? Balikan? Ya kaga lah." Jawab Pinky terbata-bata di awal, dan langsung tertawa.

"Jangan boong hayo." Mereka kemudian berhenti ketika lampu lalu lintas berwarna merah. Wonwoo memasukkan tangannya ke jas almamaternya, mencari ponselnya. Kemudian menyerahkannya pada Pinky.

"Baca chat gue sama Mingyu ae noh di line, ketimbang lo ngoceh mulu dijalan." Pinky awalnya ingin menolak namun ia penasaran. Akhirnya ia membacanya.

mingyu: nu
mingyu: sayang
wonwoo: plis kaga usah maho
mingyu: serius gue nih
wonwoo: iya, apa gyu
mingyu: gue semalem ngechat pinky
wonwoo: sip lah
mingyu: tapi dicuekin
wonwoo: ya bagus
mingyu: elu jangan cuekin gue juga--
wonwoo: #teampinky
mingyu: nu, dia ga pernah cerita siapaa gitu ke elu?
wonwoo: pernah
mingyu: siapa?!
wonwoo: kim mingyu. mau move on dari dia
mingyu: hm... bilangin nu. jangan move on dulu. wkwk

Tangan Pinky nyaris menjatuhkan ponsel Wonwo akibat bergetar. Telapaknya dingin dan detak jantungnya berdetak lebih cepat 100 kali. Kalau ia berani, ia memilih loncat dari sepeda motor Wonwoo.

Namun ia hanya diam. Mencerna kalimat Mingyu yang tidak dibalas oleh Wonwoo.

Once Again {mingyu-pinky}Baca cerita ini secara GRATIS!