2

9.8K 60 9

-author pov-

Film yang mereka lihat sangat dramatis sampai-sampai aldo meneteskan air mata.
" lo cengeng al "
" gue nggak cengeng, filmnya aja yang terlalu mellow "
" nggak usah bohong "
Aldo tak menjawab dan semakin mempererat tangannya pada pinggang shey. Posisi mereka masih sama seperti tadi, tidur berdua dalam satu selimut.
" di luar hujan ya? "
Aldo mengangguk dan kembali fokus pada film yang ia lihat.
Shey melepaskan tangan aldo dan hendak berdiri.
" mau kemana ? " tanya aldo
" bosen al "
Aldo menarik tangan shey dan terduduk kembali di ranjang.
" di luar hujan, mending disini aja "
" borring ah "
" nggak bisa, lo harus disini "
Shey kembali masuk ke dalam selimut dan tidur memunggungi aldo.
" jangan ngambek shey " bisik aldo dari belakang.
Diam tak ada jawaban.
Aldo mengelus rambut shey.
" sheyy.... " bisik aldo lagi.
Tetap tak ada jawaban.
Aldo merapikan rambut shey yang agak berantakan dan menyingkirkan rambut yang menutupi lehernya.
" lo kayak anak kecil kalo nggambek "
Shey tak menanggapi.
Tiba-tiba

Cup!

Aldo mengecup leher shey.
Shey kaget dan memutar badan.
" gue nggak ngambek al "
Aldo mengecup bibir shey.
" bohong " kata aldo.
Shey melingkarkan tangan pada aldo dan menaikkan satu kakinya di atas kaki aldo.
" aakkhhhhhhh "
Kaki shey mengenai junior aldo dan membuatnya bangun.
" sorry al, gue nggak sengaja " shey hanya memasang wajah tak berdosa "
" tanggung jawab lo bikin dia bangun shey " kata aldo dengan suaranya yang berat.
Shey kembali menaikkan kakinya dan menggesek-gesekan di junior aldo.
" adik kecil tidur ya sayang "
" aakkhhhh sheyy cukup! atau lo mau gue makan?  "
Shey terkikik pelan lalu menghentikan aktifitasnya dan kembali fokus pada film.
Film yang mereka tonton kini pun berganti menjadi aura yang menggairahkan.

'Akhhhh.... Sshhhh.....
Fasterrhhhh.... aahhhh.....
Give me moree babyyhhh...
Mmmhhh..... Ngghhh.... '

" al, udahan yah nontonnya " kata shey.
" bentar lagi, kenapa? Lo nggak kuat? Cemen lu shey " balas aldo.
" kata siapa gue nggak kuat? "
" buktinya lo mau udahan, padahal ini masih pemanasan "
Shey diam dan kembali fokus pada layar.

' Aahhhhh.. Sshhhhhhh...
Mmmhhhh... Aaahhhhh... '

Yang mereka dengarkan hanya suara-suara desahan.
Kali ini junior aldo benar-benar menegang dan shey menyadari itu.
" kau sudah bangun hm? " shey kembali menggesek-gesekan kakinya di junior aldo.
" aaaahhhh... S-sheyy cukupp "
" suara lo kenapa al? " tanya shey dengan wajah sok polos tanpa menghentikan kegiatannya.
Aldo mengambil remote dan mematikan filmnya. Kemudian ia memutar posisi dan menindih tubuh shey.
" lo udah bikin gue gila " bisik aldo.
" gila kenapa? " shey pura-pura tak mengerti.
Aldo tak menjawab dan langsung mendaratkan bibirnya.
Ia melumat bibir shey dan mendapat balasan dari lawannya. Lumatan demi lumatan menjadi semakin memanas.
" mmmhhhh al" desah shey di sela lumatan panas mereka.
Aldo tak menghiraukan tetapi menelusupkan lidahnya dan melilit lidah shey.
" mmhhhhh.... "
Tangan aldo bergerak naik dan meraba payudara shey dan ternyata shey tidak memakai bra.
Aldo terheran dan melepas ciumannya.
" lo nggak pake bra? "
" biar lo nggak repot bukainnya "
Aldo tersenyum kemudian mengecup bibir shey.
" lo udah hafal kebiasaan gue ya "
Shey kembali menarik tengkuk aldo dan melumat bibir aldo.
Aldo meremas perlahan payudara kanan shey.
Tangan shey membuka kancing baju aldo dan kini tampaklah tubuh atletisnya.
Aldo berpindah dari bibir menuju leher jenjang miliki shey.
" a-aldooohh aahhhh " shey mendorong kepala agar melumat lehernya lebih dalam.
Aldo meremas kedua payudara dan menggigit pelan leher shey.
Shey hanya sanggup memejamkan mata dan menikmatinya.
" ngghhhhhh..... " shey tak mampu menahan desahannya.
Aldo menurunkan dressnya dan membuang ke sembarang arah.
Kini tampaklah pemandangan yang sangat indah.
" lama tak berjumpa cantik "
Ucap aldo dengan mengecup kedua payudara shey.
Aldo melumat payudara kanan dan meremas payudara kiri.

" aaaahhhhh alddoohhhhh "

" nggghhhh "

Aldo meremas dan memijat payudara shey secara bergantian.
Payudara shey kini di penuhi kiss mark.
Setelah puas kini aldo menurunkan celananya dan menampakkan sesuatu yang menuntut untuk dihangatkan.
" sabar sayang " ucap shey dengan meremas junior aldo yang benar-benar membesar.
" aaaahhhhhh " aldo memejamkan matanya.
Shey semakin lincah memainkan tangannya.
" c-cukup sheyyy "
Aldo membuka mata dan mengecup tubuh shey dari atas hingga bawah.
Aldo membuka celana dalam biru muda milik shey.
" jangan diliatin kayak gitu al " shey merapatkan kakinya.
" calm down baby, lo udah basah"
Aldo melebarkan kaki shey dan meniup vaginanya.
" aaaahhhhhh " shey menggelinjang dan kembali merapatkan kakinya.
" aahhh a-allddooohhhh "
Aldo mengelus vagina sheyla.
" s-stoppp... Aahhh... aaallll.... " shey tak mampu menyelesaikan kata-katanya.
Aldo menggesek-gesek kan ujung juniornya ke bibir vagina shey yang sudah basah.
" aaahhhh.... Aaaalll.... mmhhhh "
Shey memejamkan matanya.
" j-jangannn... permaininhh... aahhh... Gueee... ssshhh "
" udah nggak tahan ya sayang? Udah lama kita nggak main. Mau langsung? Atau- "
" cepet masukin al! " shey mengucapkan kalimatnya dengan cepat. Kali ini dia sudah tidak tahan.
" as you wish baby "

'Jleb'

" aaakkhhhhh " desah mereka bersamaan.
Aldo menggerakan dengan perlahan.
" aaahhh.... Aaallll...mmhhh "
Shey terus saja mendesah kenikmatan.
Aldo melumat bibir shey dengan kasar karena dia saat ini benar-benar tak tahan.

" aaahhhhh...... Nggghhhh "

Aldo semakin mempercepat genjotannya.

" shhhh... Ahhhh.... "

Aldo melepas ciumannya dan mendongakkan kepala.

" l-lo... S-sempithhhh... aahhh... "

Sheyla menggigit bibirnya, dia merasa terbang ke langit ke tujuh. Tautan d bawah menimbulkan suara yang keras. Suara kulit bertabrakan dengan kulit.

" aaahhhh.... Ahhhllll.... Mmhhh..."

" aahh.... Panggil.. Sshhh.. Namakuuhhh.... Sayanghhh... "

Aldo semakin mempercepat dan membuat sheyla mendesah kenikmatan.

" aalll.... Doooohhhh....   "

" aahhhh.... Sshhh... Nnikkkhh.. Ahhh.... Mathhhh... "

" f-fasterhhhh.... Ahh... "

" sheyyyyhhh.... Ahhhh.... Mmhhh.... "

" aaalldooooohhhhh... Gueee.. Maauhhhhh....."

" keluarinn.... Aahhhhhh.... "

" aldoooo.... Ahhhhh..... Ngghhhh..... "

" shey... Ahhhh.... "

Cairan hangat mereka keluar bersamaan.

" youre the best "
Aldo mengecup kening sheyla dan berbaring di sebelah sheyla dan memeluknya.

" ahhh... " sheyla kembali mendesah karena aldo belum melepaskan tautannya.

" tidur yuk " aldo semakin merapatkan pelukannya.
" lepasin dulu al "

Cup!

Aldi mengecup bibir mungil sheyla.
" aldo- "
" ssttt! Diem, Diluar dingin shey "
" tapi lepasin dulu "
" lo mau lagi atau tidur? "
Shey diam.
" lo milik gue dan lo harus nurut"
Shey mengangkat alisnya heran.
" gue milik lo? Sejak kapan? "
Aldo tertawa pelan.
" sejak dulu lo milik gue "
Aldo kembali mengecup bibir shey.
" udah ah yuk tidur "
Shey memeluk aldo dan tertidur.
Mereka tidur tanpa melepaskan sesuatu di bawah sana yang bisa bangun kapan saja.

Nc nya kurang hot? Mian yak.
Author masih di bawah umur :v
Jadi nggak enak kalo terlalu frontal.

Hey Boy!Baca cerita ini secara GRATIS!