Six

22.7K 452 34

Unexpectedly

"APA-APAAN INI?!" Sebuah suara menghentikan aktivitas Fienna dan Alfredo.

*****

Orangtua Alfredo berdeham dan menatap Alfredo dan Fienna yang berada di sofa. Mereka berdua sangat shock karena kepergok. Sekarang baik Alfredo maupun Fienna terpaksa duduk di sofa ruang keluarga dan diinterogasi oleh orangtua Alfredo.

"Apa yang kalian lakukan di sofa tadi?" Tanya Ibu Alfredo dengan dahi mengernyit.

Alfredo dan Fienna saling menatap dan terdiam. Mereka tidak tau harus menjawab apa karena mereka tidak mungkin menceritakan kejadian yang sebenarnya.

"Mama sama papa kan jarang ada di rumah jadi aku mencari hiburan untukku sendiri. Jangan ganggu aku!" Alfredo menatap kedua orang tuanya datar. Alfredo kesal setengah mati. Tadi Fienna mengerjainya, dan sekarang mereka kepergok orangtuanya. Bagus.

Ibu Alfredo menatap Fienna dan bertanya dengan was-was, "Apa kau wanita dari klub malam?"

Sebelum Fienna menjawab, Alfredo sudah mendahului Fienna untuk menjawab pertanyaan ibunya, "Bukan. Dia teman sekampus-ku."

Alfredo tampak tidak senang dengan pertanyaan yang dilontarkan ibunya. Sedangkan Fienna hanya menundukkan kepala. Ia sangat malu karena bertingkah seperti wanita murahan di depan orangtua Alfredo.

Ibu Alfredo mengangguk-angguk dan tersenyum tipis melihat tingkah Alfredo yang begitu posesif. Ia jadi teringat tingkah suaminya sewaktu remaja padanya dulu. Tingkah anaknya sama persis seperti suaminya dulu. Benar saja bahwa "anak tidak jauh dari orang tuanya"

Setelah itu, Alfredo mengantarkan Fienna pulang ke rumahnya. Sepanjang jalan pulang ke rumahnya sendiri, Alfredo tidak henti-hentinya mengerutu di dalam hati kenapa orang tuanya harus pulang di saat seperti itu.

Alfredo kembali ke rumah dengan wajah kusut. Dia duduk di depan kedua orang tuanya dan mengomel kesal, "Aku gak peduli papa mama mau setuju atau gak! Pokoknya aku maunya sama Fienna!"

Ibu dan ayah Alfredo hanya tersenyum geli.

"Emang siapa yang gak nyetujuin kamu sama Fienna?" Tanya Ibu Alfredo.

"Tadi bukannya mama gak setuju?" Tanya Alfredo.

"Mama gak bilang gak setuju. Tadi mama pertamanya cuma kaget aja. Lagian kalian kok main di sofa ruang tamu. Kalo ada tamu gimana?" Jelas Ibu Alfredo sambil mengangkat alisnya.

Alfredo menggaruk-garuk kepalanya,"Habis darurat sih jadi gitu deh."

"Asal kamu tau ya, Al. Dulu papa sama Mama juga sama kayak kamu kok. Kalo anak muda emang kayak gitu." Kata Ibu Alfredo sambil bersandar pada bahu suaminya. Ayah Alfredo merangkulkan tangannya ke pundak istrinya.

"Yaudah, Al izin pergi ke rumah Fienna ya ma, pa." Kata Alfredo sambil menyambar jaketnya yang ada di dekat sofa.

"Mainnya jangan di tempat umum ya, Al." Kata ibunya dari jauh.

Alfredo meneruskan langkahnya menuju garasi dengan senyum tertahan. Orangtuanya ternyata tidak merespon seperti yang Alfredo pikirkan.

My Wild BoyBaca cerita ini secara GRATIS!