Djenerio Putra Arsjad

83 5 0
                                    

Kekasihku "Djenerio Putra Arsjad"
Kepergianmu tak pelak menjadi pukulan terberat yang aku rasakan.
Membayangkan hari-hariku tanpa kau disisiku.
Tak ada yang menggenggam tanganku saat melewati senja yang menghilang.
Sendirian membesarkan 2 anak kita.
Spyki dan Kugi
Mereka merindukanmu
Menyalak dan berlari menunggumu didepan pintu seperti biasa saat mereka menyambutmu.
Rio...
Kali ini aku datang membawa kerinduan yang teramat dalam teriring dengan sebuah keikhlasan.
Dan,
Kali ini aku bukanlah Praha di matamu, karena kaulah kejatuhanku.
Aku mencintaimu, sangat mencintaimu tapi takdir mengubah jalan cerita kita.
Pohon-pohon oak itu meranggas bersama musim gugur.
Meski nanti ratusan menara tak lagi berjejer memenuhi sang bohemian namun ada ratusan waktuku untuk terus membuatmu berada dihatiku.
Aku percaya akhir kita akan bersama dikehidupan yang berbeda.
Kau tahu kenapa? Karena kau adalah sungai yang setia menunggu sang hujan untuk pulang keperaduan.
Aku akan berbahagia menjalani sisa waktuku bersama senja yang tak lagi sama.
Kekasihmu,
Kanaya Sore Tan

Ini adalah kutipan puisi dari "Senja Terakhir Sore"
Dan sejauh ini jadi candu kalau saya baca :)

Lantunan Dalam BaitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang