Cangkirku

82 3 0
                                    

Teruntuk kamu yang menungguku dalam kesendirian,

Tersusun rapi dalam rak memori kelam, warna pucatmu yang hanyutkan ingatan, tanpa corak dan keindahan.

Teruntuk musim yang menemanimu hingga usang,

Bisakah kau berdamai dengan keadaan?

Walau angin telah bertiup menjauh tunggulah aku bertandang,

Teruntuk meja yang tak lagi tegak, mampukah engkau menjadi tumpuan hingga kelak kita jumpa?

Meski waktu tak lagi mesra.

Teruntuk aku yang menunggu hujan, ku rindukan suasana, dimana kutuangkan kenikmatan yg mengisi setiap jengkal kekosonganmu.

Teruntuk kamu wadahku, mampukah kamu menungguku?

Menunggu hingga ranumku tiba,

Dimana datang sang waktu akan kupenuhi wadahmu dengan penuh kerinduan.

Dambaku padamu,

Meski waktu pergi begitu saja.

catatan : 2014

Lantunan Dalam BaitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang