Bab 19 - Mom Birthday

7.5K 274 33

Typo 999+++
_______________
"Gue kangen." Ucap Dice lalu memeluk Lana. Paul yang melihat itu langsung memisahkan mereka.

"Eh seharusnya gue yang bilang itu dan lakuin itu." Ucap Paul lalu menarik pinggang Lana.

Dice mendengus kesal. "Udahlah gue mau makan. Yuk Lana kebawah." Ajak Dice sambil menarik tangan Lana.

Lana melepas tangan Paul yang ada di pinggangnya lalu mengikuti Dice ke kantin.

"Aku ikut." Ucap Paul lalu berjalan dibelakang Lana.

--------------------------------

Mereka makan bertiga, Lana duduk disamping Paul dan Dice duduk sendiri.

Paul menyuapi Lana makan. Lana sebenarnya kurang suka tapi kalau ia nolak nanti Paul akan berteriak kalau kita udah Tunagan.

Belum ada yang tahu kalau mereka tunangan, jadi bakal masalah kalau ada yang tahu, apalagi fans amatirnya Paul yang begitu kelewatan.

Nasib orang jomblo kalau ada yang pacaran, jadi nyamuk. Batin Dice

Paul yang menyadari raut muka Dice dan kelakuan langsung, "makanya cari pacar."

Dice mendengus kesal lalu beranjak dari kursinya, berjalan meninggalkan mereka. "Dia jadi kesel kan." Gerutu Lana karena ulah Paul.

Paul hanya tersenyum dan,"itu udah nasib dia, B. Jangan pusingkan."

Lana memutar kedua matanya dengan jengkel lalu ia kembali memakan makanannya.

----------------------
Bel pulang sekolah tepat berbunyi saat Lana sedang merapihkan alat tulis beserta buku pelajarannya. Ya hari ini, ia ingin cepat pulang.

Lana POV

Hari ini aku sangat ingin pulang cepat dikarenakan Momku yang berulang tahun. Aku , Papa ,dan adikku sudah menyusun rencana dengan sangat baik.

Aku akan pergi ke toko kue terlebih dahulu bersama Paul. Paul mengetahui ini jadi ia alan membantuku dalam memilih kue ulang tahun.

"Yang ini aja mau?" Tanya Paul sambil menunjuk ke kue ulang tahun yang bernama 'Black Forest'.

"Terlalu banyak coklatnya, Momku kurang begitu suka sama coklat." Ucapku

"Hmm, kalau gitu kue mocha saja?"

Aku menggangguk sebagai tanda iya. Aku mengambil dompetku yang berwarna biru dari saku rokku dan mengambil uangnya.

"Nih."

Aku menyerahkan uang itu ke Paul tapi Paul menolaknya. "Biar aku aja yang bayar." Ucapnya.

"Nggak papa nih?" Tanyaku meyakinkan.

"Iya, apa sih yang nggak buat calon mertua." Ucap Paul. Aku tertawa.

Aku menenteng kantong plastik yang isinya ada kotak kue ulang tahun yang baru saja ku beli besama Paul. "Paul kamu mau dateng nggak nanti?" Tanyaku

"Yaudah."

Paul menaikki motor lalu tidak lama disusul oleh diriku yang duduk di jok belakangnya.

I Love My Badboy [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang