Four

27.3K 494 23

Alfredo menatap Fienna dengan frustasi,"Lalu kenapa? Kasih tau gue!"

Fienna menarik napas panjang lalu menghembuskannya kuat-kuat.

"Gue. . ."

******

"Gue ngerasa murahan, Al." Kata Fienna dengan suara lirih.

"Lo gak murahan." Tegas Alfredo.

Fienna menggeleng, "Tapi sekarang gue bersikap murahan, Al! Gue menerima semua sentuhan lo kayak wanita jalang!!"

Alfredo menatap Fienna dengan tatapan lembutnya. Mereka berdua saling menatap intens.

"Jangan merasa rendah diri. Gue milih lo. Gue gak pernah salah pilih. Lo bukan cewek murahan." Alfredo berkata dengan suara bass nya.

Mereka kembali berciuman untuk beberapa saat. Saat ciuman itu terlepas sebuah ide tercetus di kepala Alfredo. Alfredo mengajak Fienna untuk pergi berbelanja bersamanya.

Fienna mengangkat alisnya tinggi-tinggi,"Lo? Nemenin belanja? Serius?"

"I'm fucking serious." Kata Alfredo.

Alfredo dan Fienna berangkat ke sebuah mall. Disana Alfredo membelikan Fienna berbagai baju dan sepatu. Mulai dari kaos, kemeja, baju baby doll, rok, celana jeans sepatu flat, high heels, dll.

"Al, gue gak mau dibeliin kek gini. Gue gak bakal pake sebanyak ini juga. Buat apa sih dibeli?!" Omel Fienna sambil mengerucutkan bibirnya.

"Udah, diem aja. Gue cuma gak mau cewek yang jalan sama gue kayak gembel." Ucap Alfredo dengan santai.

Fienna memelototi Alfredo,"Apa lo bilang? Kayak gembel?! Denger ya, Al! Gue masih bisa beli semua ini pake uang gue sendiri. Jadi lo gak perlu bayarin gue dan ngatain gue gembel."

Alfredo mengacak rambut Fienna,"Cuma bercanda. Gak usah baper. Gue cuma mau gantiin baju lo yang waktu itu gue robek."

Alfredo tersenyum penuh arti ke arah Fienna. Wajah Fienna memerah mengingat kejadian itu, dia memalingkan wajahnya, "Tapi kan yang lo robek cuma satu, kenapa lo ganti banyak banget?"

Alfredo mengerling nakal,"Karena nanti bakal banyak baju lo yang jadi korban gue. Jadi gue gak mau cewek gue kehabisan baju nanti."

Fienna tidak menanggapi perkataan Alfredo. Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.

Alfredo mengantar Fienna pulang ke rumahnya. Akan tetapi rumah Fienna terkunci dan Fienna lupa membawa kunci rumahnya.

"Yahh, gue lupa ngambil kunci rumah gue di kamar lo." Kata Fienna panik.

"Emang pembantu lo kemana?" Tanya Alfredo.

"Hmm biasanya sih ke pasar, kalo gak pergi. Gue gak tau kemana." Jawab Fienna.

Alfredo tersenyum di dalam hati, "Hmm berarti gue punya kesempatan 'lagi' "

"Lo ke rumah gue aja kalo gitu." Saran Alfredo.

Dengan berat hati, akhirnya Fienna kembali ke rumah Alfredo. Di rumah Alfredo, Fienna memutuskan untuk mandi dan mengganti bajunya dengan jeans pendek dan crop top putih.

 Di rumah Alfredo, Fienna memutuskan untuk mandi dan mengganti bajunya dengan jeans pendek dan crop top putih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alfredo menatap badan Fienna yang tercetak jelas karena crop top nya yang ketat. Alfredo memandang Fienna dengan tatapan lapar seperti seekor hyena yang hendak memangsa mangsanya.

Fienna merasa risih karena tatapan Alfredo. Fienna menyilangkan tangannya menutupi badannya. Alfredo mendekati Fienna dan mendorongnya ke ranjang king size miliknya.

"Al, udah dong. Gue udah mandi. Nanti aja ya mainnya." Pinta Fienna.

Alfredo mendekap Fienna dan menghembuskan napas berat di tengkuk Fienna. Fienna mendorong Alfredo.

"Al!" Panggil Fienna memperingati.

"Please, sekali ini aja!" Mohon Alfredo.

"Gue capek." Kata Fienna sambil berbaring.

Alfredo mendesis kesal,"Lo bilang capek, gak mau main. Tapi lo sengaja pake baju kayak gitu. Lo tau kan kalo lo nolak, lo sama aja kayak nyiksa gue?"

Fienna terdiam. Dia tidak sengaja memakai baju itu untuk menyiksa Alfredo. Dia hanya ingin tampil menarik di depan Alfredo.

Fienna berkata lirih,"Maaf."

Alfredo menangkup wajah Fienna dan mencium bibir gadis itu dengan lembut.

"Lo capek kan? Kalo gitu mending lo tidur." Kata Alfredo saat ia melepaskan ciumannya. Namun, tanpa diduga Fienna malah memeluk leher Alfredo dan mencium Alfredo.

Tentu saja, Alfredo tidak menolak. Ia membalas setiap ciuman Fienna dengan senang hati. Fienna menjambak rambut Alfredo di tengah-tengah ciuman mereka. Hal itu membuat Alfredo bertambah turn on. Dia membalas ciuman Fienna dengan lebih ganas.

Tangan Alfredo tidak lagi diam, tangannya bergerak ke arah Fienna dan membelikan sentuhan disana. Fienna memejamkan mata menikmati semua itu. Di tengah suasana yang bertambah panas, Alfredo menghentikan aktivitasnya. Ia menatap lembut dan berbisik,"Lo mending tidur sekarang."

Fienna cemberut, namun tidak membantah. Dia memeluk guling dan memejamkan matanya. Tak lama Fienna jatuh tertidur dengan pulas. Alfredo duduk di sebelahnya dan menatap wajah Fienna di tengah tidurnya. Wajah Fienna begitu polos dan lugu saat tertidur.

Alfredo mencium kening Fienna lalu meninggalkan kamar sebelum ia lepas kendali dan mengganggu istirahat Fienna.

Alfredo membuka laptopnya untuk mengalahkan pikirannya dari Fienna sejenak. Dia butuh pengalih perhatian. Iseng, Alfredo membuka sosial media miliknya. Dia men-stalk sosial media Fienna dan melihat foto-foto yang di upload oleh Fienna.

Alfredo men-scroll foto-foto Fienna. Tanpa sengaja Alfredo melihat foto yang menarik perhatiannya. Di foto itu. . . .

TBC

update soon

Wait the next chapter

My Wild BoyBaca cerita ini secara GRATIS!