Part 18 - Explain

4.1K 210 1

Typo 999++

Happy reading~~

------------------

Lana tidak bisa menahan emosi. "Rasa sakit ini terulang kembali." Ucap Lana dalam hati

Lana menangis dalam diamnya. Perasaannya tercampur aduk, kesal, sedih, benci.

Seseorang menepuk bahunya. "Hei. Ada apa denganmu?" Ucap seseorang itu.

"Eh Nic, gue nggak papa." Ucap Lana sembari tersenyum agar kesedihannya tertutupi.

"Gue tau lu ada masalah. Lu bisa cerita sama gue." Ucap Nicholas
"Gue pendengar yang baik kok." Ucap Nicholas

"Nggak gue, nggak papa kok." Ucap Lana kembali.

Nicholas menghela nafas. "Yaudah kalau gitu." Ucap Nicholas.
"Tapi gue anter pulang ya." Tambahnya sambil tersenyum.

Lana mengangguk pelan.

Di lain sisi, seorang lelaki menatap mereka. "Maafin aku, Lana. Aku akan menjelaskan semuanya padamu agar kamu tidak salah paham." Ucap lelaki itu.

"Paul." Panggil seseorang cewek yang melingkarkan tangannya pada Paul, bukan lagi kalau bukan Bianca.

Paul menangkis tangannya dan berjalan meninggalkan Bianca.

"Gue akan berusaha mendapatkan Lu, Paul." Ucap Bianca dalam hati.

-------------------------------

Lana menghempaskan tubuhnya ke kasur lalu menutup kedua matanya. Berusaha untuk menghilangkan kejadian yang terjadi.

Lana beranjak dari kasurnya dan membersihkan diri.

Lana keluar dari kamar mandi dan berjalan ke lemarinya untuk mengambil pijamas nya dan memakainya.

Setelah itu, ia berjalan ke meja belajar dan mengambil buku diarynya. Sejak kapan Lana mempuyai diary?

Lana mempunyainya sejak ia masuk SMA, tapi ia sangat jarang menulisnya disana, hanya disaat hatinya terluka, ia melampiaskan ke buku diary.

Dear Diary,

17.03.17

Hari ini berawal dari kegembiraan dan berakhir dengan kesakitan. Kenapa kesakitan ini harus diulang kembali?

Apa aku harus selalu kehilangan seseorang disaat aku mulai mencintainya?

Betapa mirisnya hidupku ini? Serasa aku ingin menertawakan hidup percintaan ku ini.

Lana menutup buku Diary itu dan pergi ke kasurnya lalu tertidur.

--------------------------------

Lana terbangun dari tidurnya karena alarm yang berbunyi dari atas nakas yang berada di sambil tempat tidurnya.

Ia bangun dengan malasnya namun ia harus bersekolah hari ini kalau tidak ia akan ketinggalan pelajaran. Apalagi sebentar lagi akan ada ujian sekolah.

Lana berjalan ke kamar mandi untuk mmebersikan diri. Setelah itu, ia keluar dan berjalan ke lemari dengan handuk yang masih berada di tubuhnya.

Ia memakai seragam sekolahnya lalu memoles lip gloss yang berwarna pink di bibirnya agar terkesan natural.

Lana mengambil tas backpacknya lalu menuruni tangga. "Morning, Mom, Papa." Sapa Lana.

"Morning, Lana." Ucap Mom dan Papanya Lana bersamaan.

Lana mengambil roti lalu pergi ke sekolahnya. "Ini terlalu pagi untuk ke sekolah, Lana kamu bisa makan disini." Ucap Mom Lana.

"Tidak Mom, ada tugas yang harus kukerjakan." Ucap Lana lalu menghilang dari pintu.

-----------------------

Lana meletakan tasnya di senderan kursi. Kelas masih sangat sepi, mengingat ia datang jam 6.30. Sekolah masuk jam 7.20.

Lana mengeluarkan buku Matematika dan megerjakan tugas.

Seorang lelaki datang dan menarik tangan Lana. Lelaki itu menariknya sampai ke taman sekolah. Lana meringis kesakitan di pergelangan tangannya.

"Sebelumnya aku mau minta maaf. Kejadian yang kemarin itu sebuah ke salah pahaman."

"Udahlah, Paul!. Aku tidak butuh penjelasanmu, apa yang ku lihat kemarin sudah cukup untuk menjelaskannya." Ucap Lana lalu berjalan menjauhi Paul.

Tapi Paul mengejar Lana dan memeluk tubuh Lana dari belakang. Lana memberontak agar di lepaskan tapi usahanya tidak membuahkan hasil. Semakin Lana memberontak maka pelukan itu semakin erat.

"Lepaskan Paul." Ucap Lana

"Aku tidak akan melepaskan kamu sebelum kamu mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu." Ucap Paul

Lana mulai terdiam. Paul melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Lana agar berhadapan dengan tubuh Paul.

"Oke. Sebenarnya... Bianca itu mantan tunanganku. Waktu itu, disaat ulang tahunnya, aku ingin memberikan kejutan untuknya, aku sudah menyusun rencana dan sudah mempersiapkannya. Tapi disaat aku ingin mengejutkannya di rumahnya. Apa yang aku lihat? Dia bercumbu dengan seorang lelaki." Ucap Paul panjang lebar.

Lana memeluk Paul. "Maafkan aku."

"Ini bukan salahmu ini salahku yang seharusnya aku beritahu tentang ini sebelumnya padamu." Ucap Paul lalu mendekap Lana semakin dalam.

-------------------------------------------

Mereka sudah kembali dari taman satu jam yang lalu dan sekarang semua masalah sudah terselesaikan.

"Semua kerjakan halaman 200 bagian A-C dikerjakan di kertas ulangan." Ucap Bu Peni

"Banyak banget, Bu." Gerutu Jonan sambil berteriak.

"Terserah kalian mau kerjain atau tidak, itu urusan dan tanggung jawab kalian bukan Ibu." Ucap Bu Peni.

Bu Peni berjalan keluar dari kelas. "LANA!!." Teriak Dice.

"Apa?" Tanya Lana

"Gue kangen." Ucap Dice lalu memeluk Lana. Paul yang melihat itu langsung memisahkan mereka.

"Eh seharusnya gue yang bilang itu dan lakuin itu." Ucap Paul lalu menarik pinggang Lana.

Dice mendengus kesal. "Udahlah gue mau makan. Yuk Lana kebawah." Ajak Dice sambil menarik tangan Lana.

Lana melepas tangan Paul yang ada di pinggangnya lalu mengikuti Dice ke kantin.

"Aku ikut." Ucap Paul lalu berjalan dibelakang Lana.

----------------------------------

Jangan lupa vote n comment ya guys thankyouu

Bighug and kiss,
M.Y

[2017.03.27]

I Love My Badboy [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang