[24]- Five

307K 12.6K 534

Sasha Verondila
4 minutes ago

Andai kata tidak ada problema di dalam kehidupan, akankah ada warna-warni kehidupan?
#nevergiveup

Status Pesbuk Sasha membuat alis kedua gadis cantik itu bertaut. Seakan sedang melihat sesuatu yang sangat aneh.

"Aneh, ini bener-bener aneh," ucap Vita sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menatap Karin yang terlihat sedang berpikir keras.

"Vit, lo nggak curiga sama status Sasha kali ini, nggak?" Karin menatap Vita sehingga pandangan keduanya bertemu.

Vita mengangguk, "Gue curiga dia lagi ada masalah, lo pasti tau kenapa gue bilang begitu."

"Gue udah kenal Sasha dari SD dan sejak Pesbuk pertama kali diluncurkan buat umum hingga kemarin, Sasha selalu memposting status tentang kegembiraan and now, dia membuat status tentang masalah? Nggak aneh emang kalo status kayak gini tapi gue punya feeling nggak baik," timpal Karin menambahi.

Ini sudah hari ketiga SMA PelBang berada di Singapore dan ini adalah malam terakhir study tour mereka dan besok siang mereka akan pulang ke tanah air. Sejak sore dua hari lalu, hubungan Karin dengan Arka sudah membaik. Kadang pertengkaran seperti itu memang diperlukan di dalam pernikahan agar kedua pihak tahu bagaimana pasangannya menanggapi masalah yang seharusnya diselesaikan bersama bukan sepihak.

"Gue khawatir nih, Vit," rengek Karin dengan wajah hampir menangis. Vita langsung memeluk sahabatnya itu lalu menepuk punggungnya, "lo nggak usah khawatir Rin, lo pasti tau kalo Sasha itu kuat. Dia pasti berbagi jika ada masalah. Bukankah Sasha-lah yang paling dewasa diantara kita?"

"Semoga saja dia baik-baik saja," gumam Karin.

Vita tersenyum kecil, "Itu pasti."

***

Seluruh peserta study tour disuruh berkumpul di halaman MBS. Karin dan Vita langsung melesat pergi. Sesampainya di halaman MBS, Karin langsung mengedar pandangannya mencari keberadaan Arka. Tetapi yang dicari tak juga kunjung terlihat. Karin langsung mengedar pandangannya lagi karena feeling-nya berkata sesuatu yang tidak diinginkannya.  Sejak sore itu, Karin tidak sekalipun melihat Egi. Bukannya peduli, tetapi Karin merasa Egi sedang bersama Arka sekarang ini. Bagaimana mungkin keduanya bisa hilang secara bersamaan, karena biasanya tanpa dicari, mereka lebih dulu menampakkan batang hidung masing-masing dihadapannya.

"Karin." panggil seseorang membuat Karin spontan menoleh, berharap itu adalah Arka. Namun, ternyata hanya ketua kelas yang sedang mengabsen.

Jantungnya berdegup kencang. Dia takut. Takut Egi melakukan sesuatu pada Arka. Karin langsung mengambil ponselnya dan menelpon Arka.

"Hallo?" Jawab Arka membuat wajah Karin langsung berbinar.

"Kakak dimana?" Tanya Karin khawatir.

Terdengar suara meringis diseberang sana dan itu langsung membuat Karin negative thinking. "Kakak masih dikamar. Ini mau otw."

"Bener?"

"Iya, sayang. Takut banget sih suami kamu yang tampan ini hilang dicuri hotelier MBS yang seksi, hehehe."

Karin mendengus kesal, "Ya udah, sana sekalian nikahin tuh orang." Karin langsung memutuskan sambungan. Ia masih jelas ingat bagaimana kemarin seorang hotelier wanita menggoda Arka. Bahkan Karin nekat mengomentari cara berpakaian hotelier MBS pada manager MBS saking terlalu panas mengingat bagaimana hotelier dengan genitnya menyentuh dada bidang Arka saat mereka sedang berenang di kolam Skysands. Bahkan Karin yang merupakan istri sah saja belum berani melakukan hal itu.

Lovely HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang