Part 17 - Hurt

4.1K 230 9

Typo 999+++

Sebelum baca vote dulu boleh lah yaa hehehe

------------------------

"Paul, mau nonton gak?" Tanya Lana.

"Ayo, mau nonton apa?" Tanya Paul.

"Beauty and the beast." Ucap Lana. Paul mengangguk sebagai tanda 'iya'.

Paul sebenarnya kurang suka sama film disney tapi untuk kesenangan Lana, ia harus mengiyakannya.

Lana menyederkan kepalannya di bahu Paul. Paul melepas genggaman tangannya dan mengelus puncak kepala Lana dengan halus.

----------------------------

Mereka memasuki gedung Mall itu dengan bergenggam tangan. Tangan mereka bertautan seperti memberikan kehangatan dan kasih sayang.

"B, kita makan dulu atau nanti saja setelah selesai nonton?" Tanya Paul

"Nanti saja, aku belum terlalu lapar sekarang." Ucap Lana sambil memberikan senyuman.

Mereka berjalan ke arah bioskop lalu membeli dua tiket premiere untuk menonton film yang Lana mau.

"Kenapa kita nggak beli yang biasa saja? Tanya Lana.

"Memangnya kenapa?" Tanya Paul balik.

"Gak apa-apa sih tapi lebih mahal saja." Ucap Lana.

Mereka berjalan ke tempat penjualan makanan. "Saya mau fish and chip satu, dan minumannya Lemon tea pakai jelly." Ucap Lana.

"Ikannya mau double atau enggak?" Tanya Pelayan itu yang memakai seragam putih dan di dominasi coklat di sekitarnya.

"Iya." Ucap Paul. "Saya mau Lemon tea juga ya pakai jelly." Ucap Paul.

Pelayan itu mengangguk sambil menyentuh layar untuk menulis pesanan. "Totalnya Rp.180.000." Ucap Pelayan itu.

Paul mengambil dombet disakunya dan mengeluarkan dua lembar kertas merah lalu memberikannya ke pelayan itu. Pelayan itu mengambilnya lalu memberikan sisa uangnya.

Paul mengambil sisa uang itu lalu memasukannya ke dompetnya.

Lana berjalan lebih dulu ke tempat pengambilan makanan, sesekali ia mengambil handphonenya dan meng-update snapchatnya.

Tidak lama kemudian, makanan yang mereka pesan telah datang. Lana mengambil makanan itu lalu mencari tempat duduk untuk dirinya dan Paul.

Paul hanya mengikutinya lalu duduk di sebelahnya. "Paul, kita foto bareng yuk." Ajak Lana.

Paul mengangguk. Lana memposisikan kamera handphonenya di hadapan mereka berdua. Saat Lana menekan tombol kamera, Paul menciumnya tiba-tiba.

Lana membulatkan matanya, ia merasa wajahnya tampak panas. Lana kembali manatap handphonenya dan melihat photonya.

Beruntungnya ia, matanya tidak melotot disaat ia mengambil foto. "Kamu share ke aku, nanti aku share ke instagram." Ucap Paul

I Love My Badboy [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang