Prolog

249 31 16

Suatu ketika di dunia mimpi...

"Pada hari ini aku kumpulkan kalian, dua belas prajurit ksatria bintang!" seorang lelaki tua berjalan mondar-mandir di hadapan dua belas orang anak. "Kalian telah menerima ilmu yang beragam dariku. Kelak ilmu itu akan kalian gunakan untuk melindungi negeri ini, dunia mimpi. Kalian adalah ksatria pelindung dunia mimpi. Tugas kalian menjaga dan melindungi negeri ini dari kegelapan agar para manusia di kehidupan nyata tidak mengalami mimpi buruk!"

Lelaki tua itu mendongakkan kepalanya menentang langit. Bintang-bintang berkilauan menebarkan pesonanya bak mutiara penghias malam. Bidadari-bidadari cantik duduk berayun di pangkuan bulan sabit, bersenda gurau bersama kunang-kunang. Seakan kisah-kisah di dunia mimpi akan selalu berjalan dengan indah. "Menurut kitab bintang, pada suatu saat nanti dunia mimpi akan diserang oleh seorang ksatria yang datang dari kegelapan," lanjut lelaki tua itu mengepalkan tangannya di belakang punggung. "Dia akan menyingkirkan kalian untuk mencapai tujuannya. Kalian akan terpencar di antara dunia mimpi dan kehidupan nyata. Tetapi suatu saat nanti kalian akan kembali berkumpul untuk mengembalikan keadaan di dunia ini sebagaimana mestinya."

Lelaki tua itu menghela napas sejenak. "Oleh karena itu, saat serangan ksatria kegelapan itu tiba, ingatan kalian tentang negeri ini akan kucabut guna menghilangkan jejak dari kejaran ksatria kegelapan yang menginginkan kematian kalian. Kalian tidak akan pernah mengalami suatu mimpi ketika kalian menjelma menjadi manusia biasa di kehidupan nyata. Sebagai pelindung keselamatan kalian, terimalah batu-batu pusaka ini!"

Kedua belas anak itu mengambil batu pusaka yang diberikan. Batu-batu itu mengeluarkan cahaya berwarna-warni sesuai dengan warna jubah para penerimanya. "Batu ini harus kami apakan, Zururu?" tanya seorang anak yang mengambil batu merah. Lelaki tua itu, Zururu, mengangguk-anggukkan kepalanya. "Cukup kalian simpan saja! Pada dasarnya batu ini adalah batu ajaib yang dapat menghilang dan muncul kembali secara tiba-tiba. Batu-batu ini akan senantiasa menjaga kalian dari serangan ksatria kegelapan. Kelak bila kalian telah kembali ke dunia mimpi, ingatan kalian akan pulih seperti sedia kala."

"Terima kasih Zururu. Kami akan menjalankan tugas sebaik-baiknya. Dunia mimpi akan selalu kami jaga dari serangan ksatria kegelapan!" anak-anak itu mengerumuni Zururu untuk memeluknya bersama-sama. "Kami menyayangimu Zururu! Kau adalah guru kami. Kami tidak akan pernah melupakanmu!" Siapa menyangka kalau pertemuan hari itu merupakan pertemuan terakhir para ksatria bintang yang terpilih dengan sang guru mereka, Zururu.

Dunia mimpi diserang oleh ksatria kegelapan jauh lebih awal dari yang diperkirakan. Ksatria kegelapan memporakporandakan istana kerajaan mimpi. Roda pemutar mimpi di menara pengendali mimpi berhasil direbutnya. Lalu dikirimkannya mimpi buruk kepada semua manusia di kehidupan nyata. Ia ingin menaklukkan dunia. Membuat seluruh dunia berada dalam kegelapan. Dan menjadi raja di antara para raja.

Para ksatria kecil ternyata belum siap untuk melawannya. Kekuatan yang mereka miliki belum mampu menandingi kekuatan ksatria kegelapan. Sebagian di antara mereka bahkan berhasil dikalahkannya dan dibuang ke jurang kematian. Jurang yang menjadi pembatas antara dunia mimpi dan dunia kegelapan. Demi menyelamatkan dunia mimpi, sebagian ksatria bintang yang tersisa disembunyikan di dunia nyata. Sesuai dengan apa yang telah diramalkan dalam kitab bintang. Kelak hari itu akan datang. Di mana para ksatria bintang akan kembali untuk menyelamatkan dunia mimpi.


Ksatria BintangBaca cerita ini secara GRATIS!