Two

30.6K 565 20

Alfredo menggertakkan giginya menahannya sesuatu yang minta dibebaskan.

Alfredo menyerah. . .
Dia. .

******

Dia mengangkat tubuh Fienna menuju kamarnya. Fienna memberontak hebat, namun Alfredo mengunci lengan dan kaki Fienna. Alfredo menindih Fienna dengan tubuh atletisnya dan membuat Fienna panas dingin.

"Ahh, kenapa nasib gue se-sial ini? Seandainya gue bisa kabur dari sini, gue janji akan menjadi orang yang lebih baik." Batin Fienna berharap.

Alfredo menaikkan sudut bibirnya ke atas membentuk seringai nakal. Bibir Alfredo mendarat di atas bibir Fienna dan melumat bibir Fienna tanpa ampun. Ciuman Alfredo begitu panas dan dikuasai oleh gairah.

"A-a-al, s-st-stop!" Fienna berusaha berteriak meminta Alfredo menghentikan ciumannya yang ganas itu.

Beberapa detik kemudian, Alfredo menghentikan ciumannya. Hal itu membuat Fienna merasa lega yang luar biasa. Akan tetapi, ternyata kelegaan itu hanya berlangsung sesaat karena Alfredo kembali melanjutkan permainan dengan menciumi sepanjang leher dan telinga Fienna.

Alfredo menggigit pelan telinga Fienna dan menyusuri tulang selangka cewek itu dengan bibirnya. Alfredo mencengkeram bagian belakang kaos yang dikenakan Fienna dan merobeknya.

Sreeett

Baju itu terkoyak hingga menampilkan punggung polos Fienna. Fienna berteriak saat menyadari bajunya dirobek oleh Alfredo.

"Aaaaaa. .Hmmmftt."  Suara Teriakan Fienna menjadi tak terdengar karena Alfredo dengan sigap membekap mulut Fienna.

"Ssstt, diem!" Kata Alfredo.

Seakan terhipnotis, Fienna menurut ucapan Alfredo dan berhenti berteriak. Alfredo menggoda Fienna dengan jari-jari terlatihnya dan membuat Fienna merasakan gelenyar aneh di sekujur tubuhnya.

Fienna mengerang,"Aaahh."

Mendengar itu, Alfredo menjadi semakin semangat. Alfredo tidak hanya menggoda Fienna dengan jari-jarinya, tetapi juga dengan bibirnya. Alfredo memberikan kissmark di sepanjang dada Fienna.

Fienna yang awalnya menolak, tiba-tiba tenggelam dalam permainan panas itu, Fienna mulai merasakan sensasi panas, terutama di pusat tubuhnya. Fienna merasa dirinya basah dan menginginkan Alfredo.

Alfredo dapat melihat tanda penerimaan itu dari mata Fienna yang menatapnya sayu. Alfredo membuka kancing kemeja satu per satu dengan tergesa-gesa. Kemeja itu jatuh ke lantai dan menampakkan otot-otot perut Alfredo yang begitu sexy. Otot-otot yang merupakan hasil dari olahraga berat rutin Alfredo itu membuat Fienna menggigit bibirnya.

Fienna memberanikan diri menyentuh otot six-pack di perut Alfredo dengan jarinya. Alfredo menggeram karena merasakan kulit halus Fienna menyentuh kulitnya.

Alfredo menangkap tangan Fienna yang sedang menggerayangi perutnya dan meletakkan tangan Fienna pada miliknya. Fienna tersentak kaget dan otomatis menarik tangannya, namun Alfredo menahan tangan Fienna agar Fienna dapat merasakan bukti gairahnya.

My Wild BoyBaca cerita ini secara GRATIS!