ONE

31.8K 642 21

Fienna menghentak-hentakkan kakinya di pinggiran halte. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, dia harus segera pulang ke rumah.

Tiba-tiba sebuah motor ninja berhenti di depan Fienna. Orang itu membuka helm-nya. Orang itu tidak dikenal oleh Fienna. Namun, wajah orang itu tidak jelek. Dia memiliki rahang yang tegas, hidung mancung, bibir tipis, alis tebal, dan mata yang tajam. Wajahnya tampak seperti cowok bad boy yang jadi most wanted di kampusnya.

"Lo siapa ya?" Fienna bertanya.

Cowok itu menampilkan smirk-nya, "Gue Alfredo, lo pasti tau kan?"

"Alfredo yang most wanted di kampus? Yang selalu dikejar-kejar cewek? Cowok bad boy yang sering mainin cewek itu? Cowok yang terkenal bejatnya itu?" Fienna bertanya-tanya di dalam hatinya.

"Lo gak kenal gue?" Tanya cowok itu masih dengan smirk di wajahnya.

"L-lo cowok b-bad b-b-boy kampus gue itu?" Tanya Fienna terbata-bata.

"Iyaa, itu gue. Kenapa? Lo terkesan sama popularitas gue ya? Gue udah biasa." Kata Alfredo cuek.

Fienna mendengus,"Denger ya, boro-boro terkesan sama lo. Gue malah jijik sama lo."

Tatapan Alfredo menggelap,"Jijik sama gue?"

Alfredo mendekati Fienna dan mendorong Fienna ke dinding halte. Alfredo mencium dan mengulum bibir Fienna dengan rakus. Fienna mendorong dada Alfredo, namun Alfredo terlalu kuat untuk disingkirkan hanya dengan dorongan.

Alfredo semakin memperdalam ciumannya. Alfredo membuat Fienna memekik dan dia memasukkan lidahnya menari-nari di dalam mulut Fienna. Setelah itu, Alfredo melepaskan ciumannya tiba-tiba.

Napas Fienna terengah-engah. Wajah Fienna memerah karena kaget, malu, kesal bercampur aduk.

"Lo!" Fienna menunjuk wajah Alfredo dengan telunjuknya, tak lupa tatapan tajamnya. Namun, yang ditunjuk tampak santai dan tak peduli.

"Gue anter lo pulang. Naik ke motor sekarang!" Perintah Alfredo dengan gaya angkuhnya.

Fienna melakukan hal sebaliknya, ia malah menjauhi motor ninja milik Alfredo dan melihat Alfredo sebagai wabah yang harus dijauhi.

"Fienna, naik!" Suara rendah Alfredo terdengar emosi.

Fienna berlari menjauhi Alfredo, tetapi baru tiga langkah berlari lengannya sudah dicekal erat-erat oleh Alfredo.

Fienna memberontak dan berusaha melepaskan cekalan tangan Alfredo. Alfredo mendekatkan bibirnya ke pipi Fienna. Hal itu membuat Fienna merinding. Apalagi setelah itu, Alfredo menyapukan bibirnya disepanjang garis leher sampai telinga Fienna. Lalu, Alfredo berbisik pelan kepada Fienna,"Kalo lo masih gak mau pulang bareng gue, gue gak keberatan untuk bermesraan dan ciuman di tempat umum."

Fienna mengerjapkan matanya,"Apa lo bilang?! Coba ulangin sekali lagi?!!"

Fienna menyikut bagian rusuk Alfredo dan membuat Alfredo mengaduh kesakitan. Setelah beberapa saat, Alfredo kembali memasang wajah cool-nya. Lalu dia mengangkat tubuh Fienna dengan tiba-tiba.

"Apaan sih lo? Turunin gue!!" Fienna membentak Alfredo. Alfredo menurunkan Fienna di atas motor dan langsung menjalankan motornya di atas kecepatan rata-rata agar Fienna tidak bisa kabur.

Alfredo melajukan motornya menuju rumahnya.

"Kata lo mau nganterin gue? Ini bukan jalan ke rumah gue." Protes Fienna.

"Maksud gue tuh nganterin lo pulang ke rumah gue." Jawab Alfredo datar.

Fienna memandang was was ke arah Alfredo saat Alfredo memarkirkan motornya di garasi rumahnya.

Alfredo menarik Fienna ke dalam rumah.

"Bokap nyokap lo mana?" Tanya Fienna.

Sebagai jawaban, Alfredo hanya mengangkat bahu tak acuh.

"Kenapa sih lo tiba-tiba nyulik gue gini? Apa yang lo mau dari gue?"

Alfredo menampilkan seringai bakal di wajahnya.

"Gue mau lo." Jawab Alfredo dengan tatapan mata penuh hasrat.

Fienna menelan ludah dengan susah payah. Dia takut.

Melihat sinar ketakutan dari mata Fienna, Alfredo malah tersenyum. Dia mendorong Fienna ke dinding. Fienna memejamkan mata tidak mau melihat wajah Alfredo yang begitu dekat dengan wajahnya.

Alfredo mencium bibir Fienna dengan ciuman singkat dan melanjutkannya menjadi French kiss. Ketika menutup mata, Fienna menjadi bisa merasakan setiap lumatan bibir Alfredo pada bibirnya.

Ciuman Alfredo turun ke leher Fienna. Alfredo memutuskan menggigit leher Fienna untuk memberikan tanda kepemilikan disana.

"Awww!" Pekik Fienna karena Alfredo menggigit lehernya.

Fienna mengusap bekas gigitan Alfredo di lehernya.

"Itu tanda lo adalah milik gue, cuma milik gue." Kata Alfredo dengan posesif.

"Kenapa lo mau gue? Kenapa bukan cewek lain di kampus?" Tanya Fienna.

"Karena cuma lo yang ngebuat gue gak bisa nahan diri."

"Nahan diri untuk apa?" Tanya Fienna dengan polosnya.

"Mulut polos lo itu ya bikin gue pengen cium." Kata Alfredo dengan geram karena kepolosan Fienna.

"Apa cewek itu tidak tau daritadi dia sudah mati-matian menahannya diri agar dia tidak menerkam dan menenggelamkan dirinya dalam "sutra hangat" itu?" Batin Alfredo.

Alfredo menggertakkan giginya menahannya sesuatu yang minta dibebaskan.

Alfredo menyerah. . .
Dia. .

TBC

Tungguin update-nya. . .

My Wild BoyBaca cerita ini secara GRATIS!