Chapter 4 : Shocking News

20.7K 1.3K 28
                                                  

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Yonesha mengikuti langkah Zhayn yang lebar, sementara pikiran gadis itu sibuk mengelana. Risetta, nama itu terdengar tak asing. Kapan ia mendengar nama itu, pikirnya. Apa hubungan Zhayn dengan wanita itu sesungguhnya. Keduanya tampak akrab dan canggung sekaligus. Saat kepalanya disibukkan oleh beragam pertanyaan, Yonesha tak sadar jika Zhayn telah melangkah beberapa meter di depannya. Gadis itu pun bergegas menyusulnya. Saat itulah Yonesha terperanjat ketika melihat banyak karangan bunga menempati sudut lobi yang menandakan rasa duka sekaligus belasungkawa.

Yonesha membeku, menatap sebuah foto besar di atas meja duka yang sering digunakan untuk meletakkan foto anggota ISA yang meninggal dunia. Biasanya, kerabat atau kolega akan berdatangan dan menaruh lilin ataupun bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir. Tampak beberapa orang berseragam serupa Risetta yang berdiri di sana.

Yonesha mengernyit saat mengenali foto tersebut, ditambah sebuah papan nama yang terpampang di dekatnya. Tubuh gadis itu terhuyung begitu saja, ia langsung membekap mulutnya saat menyadari sosok dalam foto tersebut. Orang yang teramat dikenalnya. Lelaki yang membesarkan sekaligus mendidiknya hingga sampai saat ini.

"Mr. Jannivarsh!" Yonesha nyaris tersungkur jika Zhayn tak segera meraih tubuhnya. Menopang gadis itu agar tetap berdiri dengan kokoh.

"Aku takkan membiarkanmu menangis di sini, Yonesha!" Zhayn langsung membawa gadis itu menuju ruangannya. Mereka memasuki lift kosong dan menuju lantai dua puluh. Tubuh Yonesha meluruh di lantai lift, tangis gadis itu pecah begitu saja. Zhayn mengembuskan napas berat. Ia telah menduga hal ini akan terjadi. Namun, tak menyangka jika Yonesha dapat kehilangan kendali dengan mudahnya.

"Aku berniat menjelaskannya begitu tiba di ruanganku."

"Kenapa tak seorang pun memberitahuku!" Yonesha meraung, "kau tak mengerti seberapa berartinya Mr. Jannivarsh untukku!" teriaknya. Zhayn memilih diam. Percuma ia menjelaskan apapun pada gadis itu sekarang.

Pintu lift terbuka dan Zhayn segera membantu Yoonesha untuk berdiri sebelum menjadi pusat perhatian semua orang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pintu lift terbuka dan Zhayn segera membantu Yoonesha untuk berdiri sebelum menjadi pusat perhatian semua orang. Beberapa staff yang terkejut langsung membungkuk hormat begitu menyadari kehadiran mereka. Zhayn memberikan anggukan sebagai balasan dan segera membawa Yonesha ke ruangannya.

Agents : The Price of DutyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang