Chapter 3 : Training

23.4K 1.4K 31
                                                  

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Semenjak Zhayn berniat untuk memulai latihan guna menebus dua bulan yang terbuang tanpa persiapan yang cukup, Yonesha harus menerima hari-hari berat nan melelahkan bersama pria itu. Ia dibangunkan dengan paksa di subuh hari. Memulai latihan dengan meningkatkan kebugaran lewat lari tiap pagi dan sore. Selanjutnya, ia akan berlatih beberapa beladiri hingga sarapan tiba. Menunggu makan siang, Yoonesha harus menghabiskan waktu di atas ring, area tembak maupun fitness. Malamnya, Zhayn mempertajam kemampuannya dalam dunia teknologi dan dunia cyber. Hacking dan segala macam urusan terkait.

Selain urusan olahraga dan latihan, Zhayn mengatur pola makannya. Pria itu melarang keras makanan cepat saji. Ia terus-terusan menyediakan makanan super sehat yang sukses membuat Yonesha muak. Tapi gadis itu memilih diam, atau ia akan mendapatkan porsi hukuman yang melelahkan. Membereskan arena latihan, menyantap sayuran selama sehari penuh, dan lainnya. Ya, walaupun sejatinya hukuman itu dapat dikatakan bermanfaat untuk kesehatan serta kebugarannya.

Buagh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Buagh

Yonesha jatuh tersungkur kesekian kalinya. Zhayn benar-benar membantingnya tanpa ampun. Pria itu benar-benar berubah menjadi pelatih mengerikan. Yoonesha membiarkan tubuhnya masih telentang di atas matras, sembari mengatur pernapasannya, ia memandang Zhayn yang berdiri dengan kokoh. Sungguh, menjatuhkannya adalah hal tersulit yang seakan mustahil. Yoonesha selalu berakhir tersungkur, dipiting, hingga dibanting tiap kali berusaha menjatuhkan pria itu ke matras barang sekali saja.

"Bangun, Yonesha. Aku ingin kau di lapangan tembak dalam dua menit." Selanjutnya, Zhayn melenggang begitu saja. Meninggalkan arena bertarung. Yoonesha mendesah pasrah dan bergegas menuju arena.

Zhayn memandang Yonesha yang tengah berkutat dengan senapan mesinnya. Gadis itu telah berlatih dari pistol tangan hingga menggunakan senapan mesin dengan sangat baik. Ia akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk memastikan gadis muda itu siap menghadapi bahaya yang akan menunggunya ketika perburuan mereka dimulai.

Agents : The Price of DutyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang