Part 14 - PMS

4.6K 228 1

Typo 999+++

Sebelum dibaca bisa kali di vote dulu heheheh

Happy reading~~~
---------------------------
Merasa gemas Paul langsung menarik tangan Lana dan menciumnya dengan lembut.

Kaki Lana serasa seperti jelly, ia sudah tidak sanggup untuk berjalan. "Kenapa kamu?" Tanya Paul kerena melihat Lana yang lemas tapi mukanya merah.

Ah ia sangat lucu. Batin Paul

"Eh enggak." Ucap Lana, lalu ia mulai berjalan kalau ia tidak berjalan kakinya tidak akan pernah kembali kuat jadi ia harus berjalan walaupun pelan.

Paul yang melihat itu langsung menggendongnya ala bridal. Lana memberontak untuk diturunkan tapi hasilnya nihil.

"Paul turunkan aku!"

Paul mengubrisnya. "Dimana mejamu?" Tanya Paul sambil menatap kesekitar ketika mereka telah keluar dari lorong toilet itu.

"Kamu ikut Om aja." Ucap Papa Lana tiba-tiba di belakang mereka.

Lana menutup wajahnya di dada Paul. "Pasti mukaku sangat merah sekarang." Ucap Lana pada dirinya.

Paul menoleh dan " oke Om."

"Paul udah kamu turunin aku, aku bisa jalan sendiri. Bukannya kamu harus kembali ke keluargamu?"

"Tidak apa-apa, setelah aku mengantarmu, aku akan kembali ke keluargaku."

"Aku malu Paul, semua mata menuju pada kita. Jadi bisakah kamj menurunkanku?" Tanya Lana. Namun Paul menggeleng cepat.

"Tidak apa-apa, aku tidak peduli dengan mereka." Ucap Paul santai.

Lana berdecak kesal namun bahagia karena ini sudah kedua kalinya Paul mengendongnya.

"Eh ada Paul." Ucap Mom Lana.

"Kakak kenapa di gendong?" Tanya Madice. "Madice juga mau digendong." Tambahnya.

"Eh..hi Madice, long time no see." Ucap Paul ketika menurunkan Lana dari tangannya.

Madice bingung siapa yang ada didepannya itu. "Kakak siapa ya?" Tanya Madice.

"Bukankah kita sudah pernah bertemu?"

"Eh..dimana ya?"

"Waktu di toko buku, disana juga ada Matthew." Ucap Paul.

Muka Madice mendadak kesal setelah mendengar nama 'Matthew'. "Apa perlu aku memanggilnya? Lagi pula ia sedang disini."Ucap Paul.

"Tidak usah, terima kasih." Ucap Madice.

Madice kembali ke tempat duduk. "Yaudah Om, Tante, saya kembali dulu." Ucap Paul.

Tidak hanya itu, Paul juga memberi salam pepisahan ke Lana berupa ciuman di pipinya. Lana tampak kaget ketika Paul menciumnya. "Paul ini banyak orang yang lihat." Gerutu Lana.

"Tidak apa-apa Lana. Aku pergi dulu ya." Ucap Paul sebelum ia menghilang dari pandangan Lana.

"Anak Papa udah besar ya." Ucap Papa Lana sambil ketawa. "Iya nggak kerasa ya Lana udah besar aja." Ucap Mom Lana sambil tersenyum.

Semua kembali duduk dan menikmati makanan yang baru saja datang. "Makan." Ucap Lana dan Madice bebarengan.

Setelah menyantap makanan, keluarga Anderson kembali ke rumahnya. Lana memasuki kamarnya bersamaan dengan Madice.

"Madice kamu cuci muka, kaki, tangan, gosok gigi, ganti baju, lalu tidur." Perintah Lana. "Iya Kakak cerewet." Ucap Madice sambil berjalan ke kamar mandi.

Madice keluar dari kamar mandi dengan baju tidurnya dan tidur. Lana membuka handphonenya sebelum berjalan ke kamar mandi. Merasa tidak ada pemberitahuan, Lana berjalan ke kamar mandi.

Lana keluar kamar mandi dengan baju tidurnya yang berwarna biru lalu menyusul Madice yang sudah tertidur pulas di ranjangnya.

------------------------------

"Kakak bangun udah pagi nanti telat loh kesekolahnya terus nggak bisa ketemu sama Kak Paul loh." Ucap Madice sambil mendorong badan Lana. Lana mengeliat. "Ini jam berapa?" Tanya Lana dengan suara yang masih purau.

"Jam 6 lewat 15 menit." Ucap Madice sembari merapikan rambutnya.

"What!! Kenapa kamu nggak bangunin kakak dari tadi sih!"

"Kakaknya aja yang kebo udah dari tadi Madice bangunin tapi kakak nggak bangun-bangun." Ucap Madice

Lana langsung bangun dari tempat tidurnya lalu menuju ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya.

Lana keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk lalu berjalan ke lemari untuk mengambil seragamnya.

Lana selesai memakai seragam dan sekarang ia merapikan rambutnya yang berantakan.

Sudah selesai, Lana keluar dari kamarnya dan menuruni tangga ke ruang makan. "Bye Mom Pa." Ucap Lana sambil mengambil sarapannya.

"Kamu nggak makan disini aja Lana?" Tanya Mom Lana.

"Enggak Mom, Lana sudah telat." Ucap Lana.

--------------------

Paul sudah berada di kelas dan menunggu kedatangan Lana. Namun Lana belum juga datang. "Apa ia telat?" Gumam Paul.

"Woi, ngelamun aja lo." Ucap Andrew sambil memukul bahu Paul.

"Siapa juga yang ngelamun orang gue cuman menunggu seseorang."

"Pasti Lana." Tebak Andrew. Paul mengangguk pelan.

"Panjang umur." Ucap Andrew. Paul menatap Andrew bingung. "Tuh pacar lu baru datang." Ucap Andrew.

Paul langsung menoleh ke arah mata Paul tertuju. Ia melihat Lana yang kehabisan nafas. "Apa ia berlari ke sini?" Batin Paul.

"Hai, B." Sapa Paul sambil menarik pinggang Lana. Lana terlonjak kaget. "Masih pagi lepasin!" Ucap Lana sambil merontak untuk dilepasin.

Paul melepaskan tangannya dari pinggang Lana tapi selanjutnya ia langsung mencium Lana di pipinya yang membuat Lana membulatkan kedua matanya itu.

"Paul!!" Teriak Lana sembari memukul Paul dengan tangannya.

"Sakit..kamu tega buat aku kesakitan." Ucap Paul meringis.

"Rasain." Ucap Lana lalu duduk di kursinya.

"Jangan marah dong."

"Lagian kamu ngapain sih kayak gitu, bikin aku kesel aja."

"Ya kan gak papa."

"Ihh!" Lana memukul kembali Paul dengan tangannya.

Paul meringis kesakitan dan "kamu lagi PMS ya?" Tanya Paul disela kesakitannya itu.

---------------------

Update lagii!!!!!
Jangan lupa vote n comment ya~~~
Ditunggu hehehe

Bighug,
M.Y

I Love My Badboy [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang