Prolog

307 38 6
                                                  

Matanya yang menampakkan aura dingin seperti es itu hanya terdiam, sosok itu sesekali mencari seseorang yang memiliki mata bulat yang amat dikaguminya dulu, ya dulu. Murid-murid di sekeliling kampus itu hanya memandangi Jihoon, pria mungil dengan tatapan dingin dan mendapatkan julukan sebagai Pangeran Elsa. Julukan yang sepertinya pantas untuknya karena dia terlalu dingin namun kenapa harus Elsa?

Pria yang dicarinya sejak awal menepuk pundaknya pelan dari belakang setelah dia melewati pintu ruangan yang terdapat orang yang sudah ia cari. Ruangan itu sepi, terdapat deretan-deretan kursi yang tersusun rapi dengan jendela yang terbuka sehingga menghembuskan angin musim salju yang membuat siapapun akan menggigil namun Seungcheol, pria yang sudah berada di sana sejak awal tidak mencoba meninggalkan tempat itu.

"Kau bertengkar dengan Jeonghan lagi?" hening, tidak ada balasan dari pria bermanik hitam gelap itu dan dia memeluk Jihoon dengan cepat sesudah mereka memasuki ruangan itu. Jihoon menghela napas pendek dan kemudian membalas tautan oleh pria yang lebih tinggi darinya itu, "Kenapa kau tidak menjawabku?"

"Diamlah," perintah Seungcheol dengan nada amarah yang siap meledak kapanpun itu. Jihoon meraih tenguk pria itu dengan lembut sesaat dia melepaskan pelukan itu, diusapnya pelan wajah yang dulu selalu menemani hari-harinya saat mereka masih sekolah.

Tatapan dingin itu tidak pernah berhenti diberikan oleh Jihoon dan dia kemudian mencoba membuka pembicaraan di antara mereka berdua lagi, "Kau... aku datang ke sini bukan untuk kau marahi, sia-sia aku melupakan waktu makan siangku untuk menemuimu karena aku merindukanmu."

Seungcheol menghentikan tangan Jihoon yang sibuk mengusap wajah tampannya dan dia mendekatkan kepalanya ke kepala Jihoon, menyatukan kedua bibir mereka dengan cepat. Jihoon menutup kedua matanya mengikuti permainan Seungcheol, menggalungkan tangannya ke leher Seungcheol untuk memperdalam ciuman mereka. Pria itu meraih pinggang mungil Jihoon, agar dapat mendekatkan mantan kekasihnya itu ke tubuhnya.

Tidak ada yang mengetahui hubungan yang dapat dikatakan terlarang oleh siapapun itu, baik Jihoon maupun Seungcheol. Terlarang karena mereka adalah sepasang kekasih di masa lalu dan Seungcheol dengan beraninya mencari Jihoon ketika dia sedang bertengkar dengan Jeonghan.

Bisa dibilang bahwa Jihoon adalah pihak 'ketiga' dalam hubungan Seungcheol dengan Jeonghan. Namun pria mungil itu dengan senang hati melakukan ini, karena nafsu yang menghantuinya selama ini.

MemoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang