Chapter 2 : Our Encounter

25.5K 1.5K 57
                                                  

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Yoonesha mengeliat dan mendapati jam telah menunjuk pukul sepuluh malam. Ia beranjak dari kasurnya dan melesat ke kamar mandi. Tiba waktu untuk menghibur diri, batinnya. Ia mengenakan kaus longgar tak berlengan yang memperlihatkan perut rampingnya. Ditambah sebuah hotpants jeans membalut sepertiga pahanya. Sebuah ankle boots berwarna gelap terpasang di kaki jenjangnya. Terakhir, ia meraih jaket kulit hitam dan melenggang keluar dari apartemen.

Gadis itu memilih menyusuri trotoar yang tampak ramai di malam hari. Melangkah dengan ringan menuju sebuah kelab malam yang menajadi salah satu tempat favoritnya untuk mengusir sepi. Hanya butuh berjalan sekitar sepuluh menit, ia tiba di pelataran kelab. Beberapa pasangan tampak hilir mudik di pintu masuk. Beberapa sudah melangkah keluar dengan tubuh sempoyongan, tapi tak sedikit yang baru saja tiba seperti dirinya.

Sebuah meja bar panjang menjadi tujuannya. Yoonesha menyamankan diri di atas kursi tinggi. Berusaha menikmati irama musik yang mengentak cepat. Segala hiruk pikuk di sana seakan tak mampu menariknya dari rasa sepi. Ya, rasa sepi dalam hatinya sudah telanjur parah. Dunia malam sama sekali tak membantu. Yoonesha sudah tahu, namun ia tak ingin berhenti. Ia hanya ingin mengusir bayangan-bayangan mengerikan dalam benaknya itu walau sesaat. Meskipun harus mengandalkan alkohol sekalipun.

"Hai, manis. Kau sendirian? Aku bisa menemani malammu, Sayang!" Yonesha mendongak sembari menyugar rambut bergelombang yang sempat menutupi wajahnya. Ia meringis tanpa dosa sembari menopang wajah. Ia memang sudah terlalu banyak minum. Wajahnya tampak memerah dengan pandangan yang tak fokus.

"Aku kesepian, kau tahu?"

"Tepat sekali. Aku bisa membuatmu tak lagi kesepian. Ayo, menarilah denganku!" Yoonesha terkikik dan membiarkan pemuda asing itu meraih tangannya. Menariknya menuju lantai dansa yang dipenuhi lautan manusia. Gadis itu menggila, darahnya berdesir hebat akibat pengaruh alkohol. Ia meliukkan tubuhnya, mengikuti irama yang mengalun di telinganya. Beberapa pria mendekat, berusaha menjamahnya. Namun, Yoonesha tak bodoh. Tidak ada tangan yang berhasil menyentuhnya. Gadis itu selalu bisa menepis dan menghindari. Membuat beberapa lelaki menjadi semakin gemas.

 Membuat beberapa lelaki menjadi semakin gemas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Agents : The Price of DutyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang