Part 12 - with Paul

4.4K 262 4

Typo 999+++

Happy reading guys~~~
Dont be a silent readers guys~~
------------------------------
Paul meletakan tubuh Lana di salah satu kasur di UKS. "Saya butuh minyak kayu putih. Cepetan!" Ucap Paul memerintahkan petugas UKS. Petugas UKS memberikan minyak kayu putih ke Paul, setelah itu ia pergi ke kantin untuk membawakan teh hangat.

"Ayo Lana sadar, sadar." Ucap Paul sambil mendekatkan minyak kayu putih itu. Lana membuka matanya pelan-pelan dan kepalanya masih terasa sedikit pusing.

"Ah syukur kalau lu dah bangun." Ucap Paul lega.

"Gue dimana?"

"Di UKS." "Kok lu bisa pingsan sih?" Tanya Paul.

"Tadi gue kehausan terus sinar mataharinya terik banget."

Petugas UKS telah kembali dan memberikan segelas teh hangat ke Lana. "Kamu minum ini setelah itu istirahat." Ucap Petugas itu.

Lana mengangguk. " terima kasih" ucap Lana.

Lana meminum teh hangat itu. "Kamu nggak balik ke kelas?" Tanya Lana.

"Enggak mau temenin kamu." "Tunggu sekarang kita pake aku-kamu ya?" Ucap Paul.

Lana sedikit berpikir. " iya."

-----------------------------------

Lana sudah kembali ke kelasnya sejak istirahat pertama berakhir. Ia sudah kembali sehat seperti biasanya. Sekarang adalah pelajaran bebas karena gurunya sedang tidak masuk.

"Paul.."

Paul membalikkan badannya ke arah Lana berada. Paul menaikkan satu alisnya bertanda tanya.

"Eh..aku mau ngomong."

"Mau ngomong apa?" Tanya Paul.

"Eh..sabtu depan..mau temenin..aku ke..dufan nggak?" Tanya Lana. Lana tau pasti dia tidak mau.

"Aku mau kok,B. Anything for you." Ucap Paul seraya memperlihatkan deretan gigi putihnya.

Lana tidak menyangka kalau Paul mau pergi ke Dufan. "Thanks."

-------------------
(Jam pelajaran)

"Bu ini gimana?" Tanya Dice.

"Kamu tinggal masukin ke rumus aja Dice." Jawab Ibu Guru Matematika.

"Saya udah masukin Bu tapi tetap saja saya tidak bisa."

"Itu karena otak lu aja yang nggak kerja. Soal gampang kayak gini. Devlon aja bisa kerjain." Ucap Jonan sewot.

Semua anak di kelas tertawa seketika karena ucapan Jonan. "An***g lu, nyari ribut?!" Sewot Dice balik.

"Ayok sini!" Jonan sudah melipat kedua lengan kemejanya dan bersiap berjalan ke arah Dice.

"DIAM!!" Teriak Bu Guru Matematika karena sikap Dice dan Jonan yang buat pusing kepala.

"Kalian habis pelajaran ini ikut ibu ke ruang BK." Ucap Bu Guru Matematika.

"Tuh kan an***g lu!" Seru Dice karena kesal.

Jonan melempar sejumlah buku yang ia lihat di dekatnya ke meja dengan kencang karena kesal. "Argg!" Teriaknya kesal.

Semua anak pasti anti banget ke ruang BK. Iyakan?

----------------
Lana mendekat ke Dice yang kesal. "Lagian lu juga kenapa kena makan jahilan Jonan." Ucap Selene.

"Guys-guys." Ucap Tania. "Sebentar lagi kan ada perayaan ulang tahun sekolah nih." Tambahnya.

"Emang iya ya? Kok gue nggak ingat ya." Ucap Lana.

"Dasar tukang lupa lu kayak nenek gue aja." Ucap Dice.

"Jeh, maklumlah semua orang juga pernah lupa hehehe." Ucap Lana sembari menunjukkan jarinya berbentuk V.

Mereka melanjutkan gosip dengan canda tawa yang mengitari mereka.

Paul yang melihat tunangannya itu tertawa dengan lepasnya menjadi sangat bahagia. Ia berharap jikalau ia sudah berumah tangga dengannya, ia akan membahagiakannya selamanya.

"Eh..Lana sadar nggak sih lu kalau dari tadi si Paul liatin lu terus?" Tanya Selena.

"Enggak. Emang kenapa?" Lana membalikkan badannya sehingga mata Lana dan Paul bertemu. "Gue cuman ngerasa kalau Paul punya perasaan sama lu. Habisnya dari kemaren gue peratiin si Paul deket sama lu terus."

"Masa sih?" Tanya Lana sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.

"Nih ya kalau dia nembak lu, mendingan lu nggak usah terima karena Paul itu ya, nakal banget dan nggak cocok sama lu yang anaknya baik." Saran Selena.

Gue aja udah tunangan sama dia. Batin Lana

"Eh..iya." Jawab Lana. Lana sengaja tidak memberitahukan ke temannya karena menurutnya belum saatnya ia memberitahukannya.

•••••

Bel sekolah telah berbunyi beberapa menit yang lalu. Lana masih setia di dalam kelasnya karena ia harus menyelesaikan beberapa tugas yang dikasih gurunya. "Ihh..susah banget gila." Keluh Lana sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.

"Mau aku bantu?" Tanya Paul sambil duduk di samping Lana. Paul melihat tugasnya dan "ini mah gampang. Mau aku bantu?" Tambahnya.

"Nggak usah nanti salah semua."

"Jeh, belum tau kemampuan aku aja." Paul menarik tugas Lana ke mejanya.

15 menit kemuadian...

"Gila." Ucap Lana tidak percaya, Paul telah menyelesaikan tugas itu dengan cepat.

"Bener kan aku bisa mengerjakannya."

"Yaudah ayok." Lana merapihkan alat tulisnya dan pergi ke ruang guru untuk memberikan tugas ini.

Paul berjalan di sampingnya sambil menggenggam tangan Lana. "Kapan kita kayak gini lagi?" Tanya Paul tiba-tiba. "Kalau kamu nggak bikin aku kesal." Ucap Lana. Lana melepaskan genggamannya dan mengetuk pintu ruang guru.

Lana keluar dan "ayok pergi." Ajak Lana.

-------------------------------
Paul menghentikan mobilnya di depan rumahnya. "Bye B. Love you." Ucap Paul.

"Bye." Lana melambaikan tangannya ke arah Paul. Lana keluar dari mobil Paul dan masuk ke dalam rumahnya.

------------------------

Uhuhuhu..kurang seru part ini ya??
Lagi mentok nih idenya jadi ya kayak gitu jadinya hehehe

Jangan lupa vote n comment ya thankyou

Bighug,
M.Y

[2017.03.06]

I Love My Badboy [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang