Part 10 - Second Kiss

5.4K 275 7

Update lagi!!!
Mumpung masih ada waktu nulis author langsung manfaatin. So..jangan lupa vote n comment ya...

Happy Reading~~

Typo 999+++

-------------------------

"Ini masih perjodohan, bukan nikah bego." Ucap Paul. "Oh gue tau, lu kebelet nikah sama gue kan." Tambahnya.

"Eh..arg! Udah lah cape gue ngomong sama lu." Lana berjalan keluar toilet dan kembali ke meja makan.

"Kenapa Paul pengen banget kalau aku nerima perjodohan ini? Tapi kalau di pikir..apa lebih baik aku menerimanya?" Batin Lana bingung.

------
Pertemuan sudah usia satu jam yang lalu dan pertunangan Paul dan Lana sudah ditetapkan. Mereka menyetujui semuanya. Sebenarnya hati Lana masih bimbang harus memilih yang mana. Iya atau tidak.

Tapi karena ini sudah Papa Lana tentukan, apa boleh buat Lana harus menyetujuinya. "Apa jadinya hidupku seterusnya?" Tanya Lana dalam hatinya yang sedih bercampur amarah.

Lana duduk di kursi belajarnya dan mengambil handphonenya lalu memutarnya di atas meja belajar. "Kenapa hidupku harus seperti ini?"

*drtt"

Lana menghentikan aktivasnya memutar handphone untuk membuka handphonenya yang bergetar.

Paul : besok gue jemput lu.

Itulah pesan Paul lewat Line. Lana hanya membacanya dan tidak bermaksud untuk membalasnya. Ia begitu malas untuk mengetiknya walaupun itu hanya membutuhkan 3 kata. Iya.

Tapi itu terasa berat untuknya. Lana menghilangkan beban pikirnnya sebentar untuk tidur. Karena besok adalah hari yang berat untuknya.

---------
Suara alarm yang berbunyi membangunkan Lana yang sedang tidur pulas di kasurnya. "Oaa.." Lana mematikan alarmnya lalu duduk pinggir kasur untuk memulihkan pandangannya.

Lana berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah matanya kembali jelas menatap segala isi yang ada di dalam kamarnya itu.

Lana keluar dari kamar mandi dan berjalan ke lemarinya. Ia mengambil seragam sekolahnya lalu memakainya. Setelah itu, ia berjalan ke meja rias untuk memoleskan bedak tipis serta lip balm berasa orange.

Lana berjalan ke arah pintu tak lupa ia mengambil tas sekolahnya sebelum keluar dari kamarnya menuju meja makan.

"Morning Pa and Mom."

"Good morning, sweetheart." Sapa Mom Lana.

"Good morning, Lana." Sapa Papa Lana.

Lana duduk di kursi meja makan dan mengambil roti panggang yang sudah disiapkan. "Lana nanti Papa yang antar ya ke sekolah." Ucap Papa Lana sambil melahap rotinya yang sebentar lagi habis.

"Eh..nggak usah Pa, ada Paul yang jemput." Ucap Lana lalu melanjutkan sarapannya.

"Cie..yang udah tunangan sama Kak Paul." Ucap Madice tiba-tiba disamping Lana.

I Love My Badboy [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang