BAB 36

2.8K 234 54

BAB 36


Author POV


Pagi ini Jo tampak gusar meski hampir semalaman dia nyaris tak bisa tidur dengan nyenyak. Dia terus saja melirik arlojinya juga telepon pintarnya, meski saat ini dia juga sedang sibuk memasang dasinya. Tiba-tiba ponselnya bergetar, dan dia menyambar secepat kilat.


"Halo. Erick"bentaknya.


"Ya pak." Terdengar suara seorang pria di seberang.


"Sorry saya telepon kamu pagi-pagi, please check email."Jo tampak monndar-mandir sambil menelepon.


"Baik pak."Jawab pria di seberang itu singkat.


"Segera info ke saya, dan saya mau kamu pantau target sepanjang hari ini."


"Baik pak."Pria itu lagi-lagi menjawab singkat.


"Ok, thanks."


Komunikasi diantara Jo dann pria itu terjalin dengan sistematis, dan Jo segera mengakhiri panggilan teleponnya, lalu menuntaskan ikatan dasinya. Lalu setelah selesai dia memasukan dompet ke saku celananya, lalu sapu tagan si saku celana bagian depan. Kemudian dia berjalan ke arah laci, untuk mengambil jam tangannya dan kemudian memakainya. Setelah semua sempurna dia membuka lemari dan meraih jasnya. Tadi pagi-pagi buta pak Udin sudah mengantar satu paket pakaian untuk Jo, dan segera merapikannya di lemari.


Setelah siap, Jo keluar dari kamarnya, menuju meja minibar, lalu menyeduh secangkir kopi instan. Karena memakai coffee maker tidak praktis, dia sudah terburu-buru karena pagi ini dia harus bersidang di PN Jakarta Timur.


Tiba-tiba sebuah notifikasi baru mucul di layar ponselnya. Email dari Erick. Jo terlihat tidak sabaran, dia segera membaca isi email itu.


From : Erick_id@Jonathan&partner.co.id


To : Jonathan.S@Jonathan&partner.co.id


Hal : Secret



Dear Sir.


Christina Arvanty, Jakarta 03 Oktober 1985, Perempuan, Single Mother.


Alamat : Jalan Mangga No. 21, Duren Sawit, Jakarta Timur


Orang Tua : Mr. Supomo & Mrs. Supomo


Mantan Suami : Johan Gunarto (Pengusaha tembakau)


Putera tunggal : Michael Hose Gunarto (Hak asuh jatuh pada Johan Gunarto)



Best Regard


Erick Sihombing.



Setelah membaca email dari Eric, Jo segera menghubungi pria itu. "Erick." Bentak Jo.


"Ya pak." Jawab Erick.


"Sudah di mana posisimu sekarang?"


"Menuju ke rumah sasaran pak."


"Ok, tolong info ke saya selalu. Real time, semua kejadian menyangkut sasaran."


"Baik pak."


Jo segera mengakhiri teleponnya, kemudian keluar dari apartmentnya, menuju ke unit sebelah. Dia mengetuk pintu, tapi masih harus menunggu karena Aya tidak langsung membukanya. Saat pintu terbuka Jo melihat Aya masih belum rapi, dia masih menggunakan roll rambut juga kaos oblong dan celana pendek.


"Belum siap?" Jo menautkan Alisnya.


"Belum, hari ini aku kan praktek siang."Aya membuka pintu lebih lebar, memberikan ruang untuk Jo bisa masuk kedalam apartmentya.

JBS (Ready on Google Playbook - Venom Publisher)Where stories live. Discover now