Who are you, and who am i to you

1.8K 159 8

Ketika acara penyambutan selesai, Joon So segera menghampiri Ha Jin yang sedari tadi tidak bergerak dari tempatnya, disaat pegawai lain telah bubar. Ha Jin masih menatap kosong pada Joon So. 

Joon Somendekati Ha Jin dan memegang tangannya. "apa makna tatapanmu itu padaku?" Tanya Joon So sambil memegang tangan Ha Jin dan menariknya ke suatu tempat yang lebih sepi.

Angin yang cukup kuat menggerakkan daun-daun, Joon So dan Ha Jin terdiam di loteng gedung tersebut. Kini Ha Jin yang mendekati Joon So, ia menyentuh wajah Joon So, Joon So bingung namun membiarkan hal itu.

"bagaimana bisa? Bahkan luka ini juga." Ha Jin menyentuh luka di wajah Joon So.

"kau tahu sesuatu tentangku, kan? Siapa sebenarnya dirimu?" Joon So menghentikan tangan Ha Jin yang masih memegang wajahnya.

Ha Jin menangis, air mata yang sedari tadi dibendungnya kini menetes dengan deras. "wajah yang sama bahkan suara dan luka yang sama. Aku sudah gila." Kata Ha Jin masih dalam isaknya. Joon So yang awalnya merasa aneh karena sosok di hadapannya mulai merasa iba.

"ijinkan aku menjadi lebih gila." Ha Jin lalu memeluk erat Joon So, "bogoshipda, Pe Ha.". Joon So menjadi semakin bingung ketika perempuan dihadapannya memeluk erat. Perlahan Joon So mengingat kejadian saat di museum dulu, 'tunggu, bukankah wanita ini yang kutemui waktu itu dan tanpa sadar kupeluk.' Pikiran Joon So berkecamuk. Ia segera melepaskan pelukan Ha Jin, "aku tidak mengerti apa yang terjadi antara kita, tapi kamu salah orang. Aku seperti mengenalmu tapi tidak, aku tidak mengenalmu. "

Ha Jin tetap sibuk dengan tangisannya, tak ada kata yang bisa keluar. Karena ia sendiri sadar ia telah menjadi gila karena menganggap orang yang dihadapannya adalah Wang So yang tentu saja tidak mungkin. Joon So lalu mengeluarkan sapu tangannya, "usap air matamu, aku tak suka melihat wanita menangis." Joon So lalu melenggang pergi meninggalkan Ha Jin yang makin mengeraskan tangisannya.

@ @ @

"Carikan aku sekretaris."

Hyuk kaget mendengar permintaan Joon So, "Saya akan dipecat tuan?"

"Tidak kau adalah tangan kananku, kau juga asistenku di Gold Investment. Aku ingin sekretaris yang telah lama bekerja di perusahaan kosmetik ini. Bilang pada bagian personalia, aku ingan Go Ha Jin. Dan minta dia menghadapku"

Hyuk membungkuk dan segera melaksanakan perintah boss nya.

'Sesuatu yang aneh. Aku harus mencari tau. Akan ku biarkan dia ada di sampingku. Dan akan kucari tau apa hubungan dia denganku.'

Tok.. tok.. sebuah ketukan terdengar, "masuk." ujar Joon So. Manager Personalia mendekat kehadapan Joon So, "Pak, saya mendengar anda menginginkan Ha Jin sebagai sekretaris? Bisa saya rekomendasikan pegawai lain. Go Ha Jin belum pernah terlibat manajemen perusahaan. Dia hanya pegawai di lapangan."

Joon So mendelik tidak senang dengan perkataan manager personalia tersebut, "aku yang urus, biarkan dia disampingku."

Manager personalia menundukkan pandangannya karena enggan bertatapan langsung dengan wajah menakutkan Joon So, ia pun tidak berkata-kata lagi dan segera pamit.

"Anda memanggil saya?" Tanya Ha Jin saat menemui Joon So.

Joon So melihat Ha Jin dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ia masih melihat mata Ha Jin yang sedikit bengkak karena tangisan tadi. "Ehm." Joon So mengeluarkan suara untuk mencairkan suasana.

"Saya mohon maaf atas kejadian tadi, Pak." Ha Jin membungkuk 90 derajat sebagai tanda menyesal.

"Tak apa, kurasa kamu salah mengenaliku kan. Apa aku terlihat mirip dengan seseorang yang kamu kenal. Oppa? Namja chinggu?"

"Saya tidak menjawab pertanyaan pribadi." Jawab Ha Jin.

Joon So tersadar dari kesalahannya menanyakan hal yang tidak perlu, "Mulai besok datang ke kantor ku, kau akan menjadi sekretarisku. Dan kau ahli make up kan? Lakukan sesuatu dengan luka di wajahku. Dokter bilang itu tidak akan berbekas nanti, tapi aku perlu menutupinya untuk saat ini."

"Baik pak, saya mengerti. Saya permisi."

Joon So mengangguk. 'Hal yang sangat aneh, aku di Amerika sejak kecil. Aku hamper tak punya teman berdarah korea. Tapi entah kenapa dia lain, seperti seseorang. Seseorang yang sangat aku kenal.'

"Hyuk, kirimkan CV Go Ha Jin padaku sekarang. Dan temukan apapun yang berhubungan dengannya dan laporkan paadku" Ujar Joon So pada telephone yang menghubungkannya langsung dengan Hyuk.

Joon So sibuk membolak-balik data CV yang baru diterimanya dari Hyuk. "Tuan, ada undangan makan malam tahunan dari GP Group."

Mata Joon So langsung meruncing, "Kapan?"

"Besok malam, Tuan."

Joon So tersenyum, "Waktunya telah tiba. Saatnya aku melihat presiden dari GP Grup yang terhormat."

Hyuk sedikit takut dengan wajah Joon So yang berubah drastic, telah lama ia tidak melihat wajah Joon So semenakutkan itu.

to be continued . . .

Moon Lovers Scarlet Heart Ryeo (Seoul) Season 2 (END)Baca cerita ini secara GRATIS!