BAB 31

2.9K 255 54

BAB 31


Kami menikmati Quality time kami selama dua hari di bumi Parahyangan, Bandung. Di hari kedua hampir semua sedang sibuk jalan-jalan ke daerah Bandung Selatan, sementara kami tidak ikut rombongan. Kami memilih pergi berdua saja.


"Kemana kita? Kok pagi-pagi banget perginya?"Aku memasang sitbeltku.


"Takut telat." Jawabnya singkat, sambil memutar kemudi, sampai mobil yang kami tumpangi melaju mulus menuju jalan raya.


"Abang nga mau kasih tau saya?"


"Kita lihat saja nanti."


Ternyata kami menuju jalan merdeka, dan aku baru menyadari kemana kami setelah mobil yang kami tumpangi masuk kesebuah halaman parkir gereja. St. Peter - Bandung.


"Ke Gereja?"Aku menatapnya penuh tanya.


"Ehem." Dia mengangguk.


Dia menggandengku masuk kedalam gereja Katholik itu. Kami masuk melalui pintu utama, melewati lorong panjang di tengah, kemudian mengambil posisi di kursi tengah di sisi lorong. Dia membuatku duduk diantara dirinya dan lorong, mengigatkaku seperti saat kami nonton. Aku duduk mengagumi arsitektur Gereja itu, sementara kulihat dia berlutut, memejamkan matanya, tangannya saling mengait, dia diam di posisi itu selama beberapa menit. Aku menikmati memandangnya seperti itu.


Bukan berarti aku tidak tahu bagaimana caranya bedoa, tapi aku hanya sedang menikmati memandangnya. Saat dia selesai berbicara dari hati ke hati denga Bos Besar-nya, giliranku bertemu dengan Bos Besar-ku.


Tidak banyak yang bisa kukatakan pada Bos Besar-ku, selain terimakasih yang begitu luarbiasa, meski jalan kami rumit, tapi akhirnya kami boleh di persatukan di tempat ini, meski ini bukan hari pernikahan kami.


***


Kami keluar dari Gereja, dia bersalaman dengan beberapa orang, oma dan opa.


"Kenal?" Aku menyipitkan mata padanya.


"Enggak"Dia menggeleng polos "Emang harus kenal dulu baru kita kasih salam?"Dia justru


"Enggak juga sih." Aku tersenyum.


Dia menggandeng tanganku menuju mobil.


Saat mesin mobil menyala, dia juga menyalakan pemutar musik. Tiba-tiba terdengar suara seorang pria - Elton John. Entah megapa dia suka dengan musik-musik seperti ini. Yang mengejutkanku adalah ketika dia mulai menirukan lirik lagu itu, dan luarbiasanya ternyata suaranya bagus, seperti orang batak kebanyakan.


"There was a time"


"I was everything and nothing all in one"


"When you found me"


"I was feeling like a cloud accros the sun"


"Hem...hemm...hem...hemm" dia bersenandung, tidak terlalu hafal lirik.


Saat reffrein dia bergabung kembali dengan Elton Jhon.


"And I can't explain."


"But it's something about the way you look tonight."


"Takes my breath away"


"It's that feeling I get about you deep inside"


"And i can't describe."


"Hem... hem... hem"


Aku menikmati mendengar dia bersenandung sambil menyetir, ingatanku justru terseret pada kejadian semalam, setelah kami membuka kado.

JBS (Ready on Google Playbook - Venom Publisher)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang