Chapter 1 (REV)

77 10 2
                                        


( Xiao pov)
.
.
.
.
.

Ku awali pagi dengan senyuman hangat eomma dan eomma segera menyuruhku untuk bersiap siap.

Aku Xiao, akan menjadi murid baru di sekolah SOXA, Dimana disekolah itu sangat terkenal dengan lulusan lulusannya yang menjadi orang yang dikenal masyarakat terhadap hal yang baik, atau murid dengan kecerdasannya, keterampilannya maupun kepintarannya dan hal itu membuatku cukup kagum karena berita bagus sekolah itu, hari ini aku akan mulai sekolah disana!

Aku sangatt bersemangat!

" Sini sarapan dulu xiao " ujar appa melihatku yang menghampirinya.

" tidak appa aku ingin langsung berangkat saja " ujarku yang sudah siap untuk berangkat ke sekolah

" benar? Kamu tidak akan sarapan terlebih dahulu? " tanya eomma khawatir dan terlihat sangat meragukanku.

" iya eommaa aku ingin cepat cepat berada disekolah " jawabku sambil mengangguk girang.

" baiklah eomma tidak bisa melarangmu, tapi disana jangan lupa makan! Jangan makan makanan yang gak sehat! Jangan makan yang aneh aneh! Jangan makan yang bikin asam lambung mu naik! Boleh saja tapi jangan banyak ya! Kalau bisa jangan ya! Jangan banyak minum kopi juga! " larang eomma panjaaang lebar, appa hanya mengangguk setuju dan tertawa.

" Siap bos! " candaku sambil ikut tertawa setelah itu aku menyalami tangan appa dan eomma kemudian aku memasuki mobil hitam yang akan mengantarku ke sekolah.

....

Aku pun sampai di sekolah dengan keadaan yang terlalu pagi untuk berada disekolah itu.

Sekolahnya cukup besar dari sekolah biasanya dan katanya sekolah ini cukup banyak menampung murid yang berasal dari luar negeri juga, bangunannya pun sedikit unik, tidak seperti sekolah-sekolah lain.

Setelah beberapa lama aku berkeliling dan berbicara dengan kepala sekolah, bell pun berdering menandakan murid harus sudah berada dikelas dan meninggalkan eskul paginya.

Aku segera memasuki kelas baruku, sebelum aku berjalan menuju kelasku aku melihat songsaenim yang sedang menungguku didepan pintu kelas, tanpa basa-basi aku mengikutinya dari belakang saat ia berjalan kedalam kelas.

" perkenalkan dirimu " ujar songsaenim tersenyum ke arah ku.

" xiao imnida, senang bertemu dengan kalian, mohon kerjasamanya " ujarku sambil tersenyum.

Seketika semua murid melihatku yang berada disamping songsaenim.

" Cantik nya "

" Xiao? Bukan nya itu anak konglomerat itu ya? "

" lumayan juga nih "

" dia baik gak sih? " bisik teman sekelasku.

Kemudian mata ku berhenti melihat sekeliling kelas, tertuju kepada dua namja yang menatapku dengan aneh dan seorang yeoja yang terus menatapku.

" ada yang salah dari ku? " batinku melihat seragamku.

Aneh nya aku malah menatap mereka bertiga juga, aku coba untuk tidak memikirkan hal aneh dan melanjutkan perkenalanku dikelas baru ku ini.

Aku berhasil melakukan perkenalan dengan lancar, tanpa merasa gugup.

Tetapi tiba tiba,
" NGIIING " Suara keras terdengar ditelinga ku, suara nya seperti berdengung tetapi sangat kencang dan terdengar jelas.

Saat itu juga aku melihat mereka bertiga memegang kepalanya sendiri dengan keras, entah apa yang ada dipikiran ku saat itu sampai sempat sempatnya aku melihat mereka bertiga padahal aku berusaha untuk menutup telingaku.

Tanganku mulai gemetaran tidak tahu kenapa.

Akupun memegang kepalaku yang terasa sakit dan pusing.

Songsaenim menyadari keanehan ku " kau tidak apa apa? " terdengar suara songsaenim yang anehnya sangat kecil, aku hanya mengangguk pelan dengan mencoba tersenyum agar terlihat baik baik saja.

Tetapi tiba tiba kaki ku tidak bertenaga yang membuatku terjatuh aku tak tahu kenapa aku seperti ini, karena ini pertama kalinya, aku tak mengerti.

Kemudian penglihatanku tidak jelas, berkunang kunang dan sepertinya aku pingsan didepan teman sekelasku.

.

.

.

.

.

.

------------------
Apa cerita ini masih ada diperpustakaan kalian? atau emang gak tau cerita ini?

Jujur ini cerita udah terbengkalai dari 2017, mau di revisi tapi authornya masih memperjuangkan hidupnya wkwkwkwk 

mau coba up, mungkin masih ada yang mau baca:'

Enjoy! Don't forget to voment! Masih banyak typo dan kesalahan kesalahan juga jadi harap dimaklumi!

You Different Where stories live. Discover now