Part 8-Date?

5.7K 287 15

Typo 999+

Jangan lupa vote n comment ya!

Music by

--------
"Gini, gue mau minta maaf ke lu atas semua sikap gue selama ini. Yang udah mukul lu dan lainnya. Gue minta maaf."

"Gue bakal maafin lu kalau lu mau jadi pacar gue."

'Kenapa harus ada kalimat itu sih?' Batin Lana.

"Tinggal bilang 'gue maafin kok' kenapa harus ada syarat segala?" Bantah Lana.

"Ya terserah." Ucap Paul tidak peduli.

"Yaudah, gue mau."
______
AUTHOR POV

Lana berjalan meninggalkan Paul yang berdiri sambil tersenyum kemenangan. Sebenarnya Lana terpaksa meng-iya-kannya tapi kenapa ia terpaksa? Nggak minta maaf juga nggak papa kan.

"Kenapa aku harus minta maaf?" Batin Lana.

Lana memikirkan hal itu sambil berjalan ke tempat teman-temannya duduk.
"Lana ngapain lu tadi ke Paul?" Tanya Dice. Lana tahu pasti Dice akan menanyai itu.

"Hmm..cuman mau ngomong sesuatu."

Dice mengangguk lalu melanjutkan makanannya yang hampir habis. Lana tanpa berpikir panjang berdiri dan berjalan ke tempat jualan makanan yang ada di kantin dan membeli susu coklat kesukaannya.

Lana kembali ke meja yang di duduki temannya itu dan mendengar gosip yang Selina lontarkan.

Lana hanya diam dan tidak memperdulikan yang Selina ucapkan. Lana menatap ke sekeliling dan terhenti saat seorang laki-laki menatapnya lekat.

"Bikin risih banget sih, ngapain dia liatin gue?" Batin Lana.

*kring

Lana dan teman-temannya berdiri meninggalkan meja yang jadi tempat mereka makan dan bergosip-ria. Mereka berjalan menuju kelasnya dengan berlari karena pelajaran selanjutnya itu pelajaran paling killer.

Sebentar lagi mereka sampai ke kelasnya, mereka sudah bertemu dengan Bu Peni.
"Kenapa kalian telat?" Tanya Bu Peni menginterogasi mereka.

"Tadi habis makan Bu." Jawab Dice yang di ikuti dengan anggukan Lana, Selena, Tania, dan Seline.

"Ibu juga tau kalau kalian habis makan."

"Maaf Bu."

"Yaudah kalian lapir ke guru piket habis itu kertasnya kasih ke Ibu." Perintah Bu Peni.

"Cuman telat sebentar aja langsung kena hukum." Batin Lana.

Lana dan teman-temannya berjalan menuju meja piket dan melaporkan keterlambatannya.

"Buset dah kita cuman telat sebentar langsung kena hukum." Gumam Dice.

"Iya gila tuh guru nggak ada belas kasihannya." Gerutu Tania.

"Iya bener!" Ucap Seline dan Selina bebarengan. Lana mengangguk mengiyakannya.

Lana dan Teman-temannya mengetuk pintu sebelum membuka pintu kelas dan memberikan kertas izin ke Bu Peni.

I Love My Badboy [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang