"Taraaaa kamu udah bangun?" teriak Mama Tara dari depan pintu kamarnya.

Tara langsung terbangun, lalu ia mengucek matanya. Ia mengambil ponselnya yang ada di sebelah tempat tidurnya untuk melihat waktu.

Sekarang jam lima. Mama ngapain sih bangunin aku? batin Tara.

Tidak berpikir panjang, Tara berdiri dari tempat tidur, lalu ia jalan menuju pintu kamarnya meskipun ia masih merasa ingin tidur lagi.

"Baru bangun, Sayang?" tanya Alisha, Mama Tara

"Iya, Ma. Lagian, mama ngapain teriak-teriak di depan kamar aku," jawab Tara lemas.

"Kamu gak tau hari ini hari apa?" Alisha bertanya lagi.

"Hari Senin kan? Emang kenapa dengan hari--" ucap Tara terpotong karena ingat sesuatu.

Mampus. Hari ini 'kan, hari pertama gue masuk, batinnya.

"Baru ingat sayang?" kekeh Alisha melihat wajah anaknya yang baru mengingat sesuatu.

"Iya ma, baru inget," Tara menggaruk kepalanya meskipun dirinya tidak merasa gatal di bagian kepalanya.

"Jangan dibiasain begitu ya, Tara." Alisha sambil mengacak rambut Tara. Tara menangguk.

"Mama mau ke kamar dulu ya," pamit Alisha, lalu ia mencium kening Tara.

"Oh iya, Papa dan Tian balik ke sini." Alisha mengucapkan kabar gembira untuk Tara.

Wajah Tara berubah menjadi wajah tidak percaya. Papa dan Kakaknya akan pulang. Tara bertanya, "Beneran, Ma?"

Alisha mengangguk kepalanya. "Iya, Papa sama Tian pulang. Sejak kapan Mama berbohong sama kamu," jawan Alisha yang membuat Tara bahagia.

Sakin senangnya Tara, ia melompat di depan Alisha. Tara tidak merasa kesepian lagi di dalam rumahnya, karena kakak laki-lakinya akan pulang ke rumah lamanya.

Alisha tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat anak perempuannya merasa sangat senang. Alisha menyodorkan kepada Tara selembar kertas yang ada di tangannya. Tara mengambil kertas itu, lalu ia melihat isi selembar kertas itu.

Jadwal Pelajaran.

Perempuan yang akan berumur tujuhbelas tahun itu melihat pelajaran di hari Senin hingga Jumat. Baginya tidak terlalu berat pelajaran-pelajaran tersebut. Ia memasuki kelas IPS.

Alisha pamit lagi ke Tara untuk menyiapkan dirinya melakukan aktivitas hati ini yang akan datang. Tara menangguk, lalu Alisha jalan menuju kamarnya.

Tara menutup pintu kamarnya. Tidak ada rasa ngantuk dalam dirinya. Ia memasukan buku-buku pelajaran hari Senin ke dalam tasnya. Kemudian, melakukan aktivitasnya di pagi hari dengan senang.

"Makasih dek." kata pengemudi ojek online.

"Masama Mas," jawab Tara.

Tara meninggalkan pengemudi ojek online tersebut, lalu jalan masuk sekolah. Di pintu sekolah, ia melihat nama gedung itu.

We're Twins? Baca cerita ini secara GRATIS!