Teamwork

790 98 6

*YOONA'S POV*

Aku kembali ke rumahku, mengganti sepatu dengan sandal rumah, melepas jaketku dan menaruhnya di sofa kemudian duduk disebelah Jaehyun. Ia fokus mengupas kulit ubi bakarnya, "hey, biarkan ku katakan yang sejujurnya padamu." Katanya sambil melahap ubinya.

Aku bersandar disofa, "apa?" tanyaku malas.

"aku tidak suka dengan kekasihmu. Dia memotong perkataanku tadi." Jaehyun meneguk minumannya.

"hey, lagi pula dia benar. Seharusnya, kita selesaikan makan malam terlebih dahulu sebelum kau..."

"sudahlah, lagi pula aku memang tidak tepat menyampaikan ideku." Selanya.

Aku tak dapat melawannya, aku terlalu lelah malam ini. Ayah keluar dari kamarnya, ia duduk dihadapanku, lalu diikuti dengan yang lainnya. Kini, kami semua berkumpul di ruang tengah.

Ayah menghubungi paman Taeyeon melalui handphonenya. Paman Taeyeon mendengarkan misi kami melalui telfon.

"baiklah, karena semuanya sudah berkumpul, jadi ku mulai saja." Jaehyun membenarkan posisi duduknya. Seperti biasa, ia memegang pulpen dan mengeluarkan beberapa kertas.

"jadi, kita akan membagi menjadi dua kelompok. Kali ini misi yang dijalankan akan cukup rumit dan berbahaya. Kita semua harus berhati-hati." Jaehyun menatap kami semua.

"aku akan tetap berada di rumahku untuk mengontrol segalanya. Paman Yuri, paman Sooyoung, dan paman Taeyeon akan masuk ke kelompok pamanku, Kim Namjoon. Tugas kalian hanyalah menunggu instruksi kedua dariku. Mudah bukan?" tanya Jaehyun.

"menunggu?" tanya paman Sooyoung.

"ya, menunggu dan kendarai mobil sekencang mungkin ke tempat yang sudah ku tentukan nanti." Sambungnya.

"cukup fokus dan dengarkan aku, okay?" ujar Jaehyun.

Semuanya menganggukkan kepala, "bagus. Lalu, Kelompok kedua, seperti biasa. Kalian." Jaehyun menunjuk padaku, Woobin, dan Hyunwoo. Kami bertiga mengangguk mengerti.

            "yang harus kalian lakukan adalah...." Jaehyun menerangkan semuanya pada kami. Ia menyusun rencananya dengan hati-hati. Kami juga saling bertukar ide agar semuanya dapat berjalan dengan lancar.

            ***

            Jaehyun bersiap di rumahnya. Seperti biasa, kami memasang ear zoom kami agar bisa mendengar Jaehyun dari kejauhan. Setiap orang membawa satu mobil, kecuali paman Sooyoung. Dia tidak begitu mahir dalam mengendarai dengan kecepatan tinggi, jadi agar lebih baik jika dia ikut bersama ayah saja.

            Paman Taeyeon dan Kim Namjoon membawa mobil mereka masing-masing. Mereka adalah team penjaga jika sesuatu terjadi.

            "mohon bantuannya." Ayah membungkuk pada seorang polisi bernama Kim Namjoon.

            "saya sangat senang bisa membantu anda, tuan. Saya harap kali ini saya bisa menangkap buronan ini." Ujar Kim Namjoon.

            Aku mendekati ayah dan Kim Namjoon, aku membungkuk pada polisi itu. Ia juga melakukan hal yang sama denganku, "ayah." Panggilku.

            "berhati-hatilah, jangan pikirkan apapun, dengarkan kata-kata Jaehyun." Ujarku gugup.

            Ayah tersenyum padaku, ia menepuk kedua pundakku, "Kwon Yoona. Kau sepertinya sedang gugup. Tenanglah, semua akan berjalan baik-baik saja." Ayah menenangkanku.

            Aku mengangguk pelan, "ayah, jika sesuatu terjadi padaku hari ini. Aku mohon jaga Seohyun untukku." pesanku.

            Ayah terdiam, senyumannya perlahan memudar, "kita akan baik-baik saja, nak." Ujarnya.

Damn It!✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang